slot preparation.lsrs.lu

Prabowo Tegaskan Prioritas Pemulihan Aset Negara Dibandingkan Hukuman Mati bagi Koruptor

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 05:03 WIB

50253 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 18 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa strategi pemerintahannya dalam memberantas korupsi tidak akan bertumpu pada wacana hukuman mati, melainkan pada langkah konkret pemulihan kerugian negara dan penegakan sistem yang lebih ketat. Dalam pandangannya, hukuman mati dinilai berisiko tinggi terhadap kesalahan hukum yang tidak dapat dikoreksi, sehingga ia lebih memilih untuk fokus pada pengembalian uang rakyat yang dicuri oleh para koruptor.

Presiden menyampaikan bahwa prioritas utama negara saat ini adalah memastikan aset yang dikorupsi dapat kembali ke kas negara untuk membiayai kebutuhan mendesak masyarakat, seperti perbaikan ratusan ribu sekolah dan pesantren yang kondisinya terbengkalai. Prabowo menekankan bahwa uang hasil sitaan tindak pidana korupsi dan denda, termasuk dari sektor kelapa sawit, menjadi ruang fiskal yang vital bagi pembangunan nasional. Ia menginstruksikan jajaran aparat penegak hukum agar tidak ragu dalam menindak siapapun yang terbukti melakukan tindak pidana, termasuk orang-orang di lingkaran dekatnya, dengan prinsip bahwa kepentingan rakyat harus diletakkan di atas segalanya.

Dalam paparannya, Prabowo menyoroti pentingnya menutup celah kebocoran anggaran yang mencapai ratusan triliun rupiah. Ia berkomitmen penuh untuk mendorong efisiensi melalui proyek-proyek produktif, seperti pembangunan smelter dan pengelolaan sumber daya alam yang sebelumnya mangkrak. Selain itu, pemerintah juga tengah menempuh jalur diplomasi dan sistem interpol untuk mengejar aset-aset negara yang dilarikan ke luar negeri. Bagi Presiden, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak diukur dari seberapa keras hukuman yang dijatuhkan, melainkan dari sejauh mana negara mampu mengamankan uang rakyat dan menggunakannya kembali untuk sebesar-besar kemakmuran bangsa.(*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru