HOTELBET slot preparation.lsrs.luslot

Prabowo Tegaskan Prioritas Pemulihan Aset Negara Dibandingkan Hukuman Mati bagi Koruptor

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 05:03 WIB

50144 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 18 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa strategi pemerintahannya dalam memberantas korupsi tidak akan bertumpu pada wacana hukuman mati, melainkan pada langkah konkret pemulihan kerugian negara dan penegakan sistem yang lebih ketat. Dalam pandangannya, hukuman mati dinilai berisiko tinggi terhadap kesalahan hukum yang tidak dapat dikoreksi, sehingga ia lebih memilih untuk fokus pada pengembalian uang rakyat yang dicuri oleh para koruptor.

Presiden menyampaikan bahwa prioritas utama negara saat ini adalah memastikan aset yang dikorupsi dapat kembali ke kas negara untuk membiayai kebutuhan mendesak masyarakat, seperti perbaikan ratusan ribu sekolah dan pesantren yang kondisinya terbengkalai. Prabowo menekankan bahwa uang hasil sitaan tindak pidana korupsi dan denda, termasuk dari sektor kelapa sawit, menjadi ruang fiskal yang vital bagi pembangunan nasional. Ia menginstruksikan jajaran aparat penegak hukum agar tidak ragu dalam menindak siapapun yang terbukti melakukan tindak pidana, termasuk orang-orang di lingkaran dekatnya, dengan prinsip bahwa kepentingan rakyat harus diletakkan di atas segalanya.

Dalam paparannya, Prabowo menyoroti pentingnya menutup celah kebocoran anggaran yang mencapai ratusan triliun rupiah. Ia berkomitmen penuh untuk mendorong efisiensi melalui proyek-proyek produktif, seperti pembangunan smelter dan pengelolaan sumber daya alam yang sebelumnya mangkrak. Selain itu, pemerintah juga tengah menempuh jalur diplomasi dan sistem interpol untuk mengejar aset-aset negara yang dilarikan ke luar negeri. Bagi Presiden, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak diukur dari seberapa keras hukuman yang dijatuhkan, melainkan dari sejauh mana negara mampu mengamankan uang rakyat dan menggunakannya kembali untuk sebesar-besar kemakmuran bangsa.(*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Dinilai Minim Prestasi, KAMAKSI Minta Gubernur Pramono Anung Copot Kadisparekraf DKI Jakarta Andhika Permata
Operasi SAR Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan Tanpa Hasil
Sikap Tegas Presiden: Menindak Fenomena ‘Raja Kecil’ yang Sulit Disentuh di Birokrasi
JKN Defisit, Alarm Bahaya bagi Keberlangsungan Jaminan Kesehatan Nasional
Ada Apa di Balik Pencopotan Mendadak Purbaya dari Kabinet?
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Sikat Koruptor dan Kembalikan Aset Negara ke Rakyat
TVS Bidik Ekspansi Industri Hijau Indonesia, Tantangan Hilirisasi Menanti
Presiden Prabowo Nyatakan Perang Terhadap Karhutla, Ancam Cabut Izin Korporasi hingga Pidana Terorisme Ekologi

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 05:12 WIB

Dugaan Praktik Peras Mahasiswa Baru Jalur Mandiri di Universitas Jenderal Soedirman

Jumat, 18 September 2026 - 04:52 WIB

Rocky Gerung Soroti Peran Kecerdasan Buatan dalam Memberantas Korupsi dan Inovasi Akademik

Jumat, 18 September 2026 - 04:37 WIB

Dugaan Keterlibatan Lingkaran Dekat Menteri dalam Kasus Suap Pengurusan HGB di Bogor

Jumat, 18 September 2026 - 04:33 WIB

Guntur Romli Desak KPK Usut Tuntas Aliran Dana Korupsi di Kementerian ATR/BPN

Jumat, 18 September 2026 - 04:17 WIB

Kritik Tajam Penanganan Suap ATR/BPN, Momentum Menjerat Aktor Intelektual Dinilai Hilang

Rabu, 16 September 2026 - 03:13 WIB

KPK Dalami Keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam Pusaran Suap HGB Summarecon

Rabu, 16 September 2026 - 03:09 WIB

Kepercayaan Menteri Nusron Wahid Terseret Kasus Korupsi Pengurusan HGB di Bogor

Rabu, 16 September 2026 - 03:04 WIB

Kongkalingkong Izin HGB: KPK Ciduk Presdir Summarecon, Pejabat ATR/BPN, hingga Politisi

Berita Terbaru