slot preparation.lsrs.lu

Kongkalingkong Izin HGB: KPK Ciduk Presdir Summarecon, Pejabat ATR/BPN, hingga Politisi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 03:04 WIB

50229 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Operasi senyap yang dilancarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 14 September 2026, di wilayah Jabodetabek kembali menyingkap tabir gelap praktik rasuah di sektor pertanahan. Sebanyak 17 orang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, yang melibatkan kombinasi aktor dari sektor swasta, pejabat tinggi negara, hingga elemen politisi.

Di antara pihak yang terjaring adalah Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi. Penangkapan tersebut diduga kuat berkaitan dengan praktik lancung dalam proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. Selain sang pengusaha, lembaga antirasuah juga menangkap sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), yakni Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Lampri, serta dua kepala kantor pertanahan, yakni Sontang dari Kabupaten Bogor dan Tardi dari Tangerang.

Tidak hanya menyeret aparat birokrasi dan pebisnis, pusaran kasus ini turut melibatkan sosok politisi dari Partai Golkar, Fat Arraf, serta mantan Bupati Kebumen, Arif Sugianto. Keterlibatan berbagai pihak dengan latar belakang yang berbeda ini mengindikasikan adanya sindikat terorganisir dalam memuluskan pengurusan izin tanah yang bermasalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penyelidikan tertutup tersebut, tim penyidik berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan rupiah maupun valuta asing. Uang haram tersebut ditemukan tersimpan dalam puluhan koper dan boks dengan estimasi nilai mencapai ratusan miliar rupiah. Saat ini, seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik KPK untuk mendalami peran masing-masing serta mencari indikasi adanya penerimaan lain yang berkaitan dengan kewenangan jabatan mereka.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi integritas tata kelola pertanahan di Indonesia, terutama ketika pejabat kementerian yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penertiban justru diduga kuat bersekongkol dengan swasta demi keuntungan pribadi. KPK menegaskan akan mengusut tuntas perkara ini hingga ke akar-akarnya, termasuk memetakan sejauh mana kerusakan sistemik yang terjadi dalam pengurusan izin HGB tersebut. (*)

Berita Terkait

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik
Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran
Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden
Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri
Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini
ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun
Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru