HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Kepercayaan Menteri Nusron Wahid Terseret Kasus Korupsi Pengurusan HGB di Bogor

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 03:09 WIB

5059 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 16 September 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan empat orang kepercayaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Keempat tersangka tersebut yakni Fahd El Fouz, Arif Sugiyanto, Erwin, dan Muhammad Fakhry, diduga terlibat dalam praktik rasuah terkait pengurusan sertifikat hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufiq Husein, mengonfirmasi bahwa penetapan status tersangka ini didasarkan pada serangkaian pengumpulan keterangan dan penyitaan barang bukti yang dilakukan tim penyidik. Kasus ini mencuat pasca-kegiatan operasi tangkap tangan yang menjaring sedikitnya 19 orang. Meskipun publik menyoroti keterlibatan orang-orang dekat di lingkaran kementerian, pihak KPK menyatakan bahwa pendalaman penyidikan masih terus berproses.

Terkait dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan langsung dengan Menteri Nusron Wahid, penyidik KPK menegaskan bahwa pihaknya bekerja berdasarkan fakta hukum yang ditemukan di lapangan. Proses hukum ini dipastikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain secara lebih luas. Salah satu tersangka, yakni Fahd El Fouz, diketahui memiliki rekam jejak dalam kasus korupsi sebelumnya, namun KPK menegaskan fokus penyidikan saat ini murni pada penerimaan-penerimaan yang berkaitan dengan tindak pidana dalam pengurusan HGB tersebut, tanpa memandang latar belakang politik tersangka. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Cukai Rokok yang Melempem dan Labirin Bisnis Ilegal yang Melanggeng
Purbaya Diduga Ngotot Tarik Setoran Ratusan Triliun dari Danantara untuk Tambal APBN
Polemik Setoran Rp 120 Triliun, CEO Danantara Akan Temui Menteri Keuangan
Bahaya Zona Abu-abu: Menggugat Transparansi Aliran Keuntungan BUMN Pasca-Transisi
Polemik Setoran Danantara: Menanti Kejelasan Arah Kebijakan di Era Baru
Menakar Beban Fiskal, Danantara Buka Suara Terkait Isu Setoran Rp 120 Triliun
Keberatan Setor Rp 120 T ke Negara, Danantara Bakal Bicarakan Nasib Dividen dengan Menkeu Baru
Mengapa Purbaya Diganti? Menguji Kepercayaan di Balik Rotasi Kursi Bendahara Negara

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 03:48 WIB

Cukai Rokok yang Melempem dan Labirin Bisnis Ilegal yang Melanggeng

Rabu, 16 September 2026 - 03:44 WIB

Purbaya Diduga Ngotot Tarik Setoran Ratusan Triliun dari Danantara untuk Tambal APBN

Rabu, 16 September 2026 - 03:41 WIB

Polemik Setoran Rp 120 Triliun, CEO Danantara Akan Temui Menteri Keuangan

Rabu, 16 September 2026 - 03:37 WIB

Bahaya Zona Abu-abu: Menggugat Transparansi Aliran Keuntungan BUMN Pasca-Transisi

Rabu, 16 September 2026 - 03:33 WIB

Polemik Setoran Danantara: Menanti Kejelasan Arah Kebijakan di Era Baru

Rabu, 16 September 2026 - 03:23 WIB

Keberatan Setor Rp 120 T ke Negara, Danantara Bakal Bicarakan Nasib Dividen dengan Menkeu Baru

Rabu, 16 September 2026 - 03:17 WIB

Mengapa Purbaya Diganti? Menguji Kepercayaan di Balik Rotasi Kursi Bendahara Negara

Rabu, 16 September 2026 - 03:13 WIB

KPK Dalami Keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam Pusaran Suap HGB Summarecon

Berita Terbaru