slot preparation.lsrs.lu

Janji Berantas Mafia Tanah Nusron Wahid Kini Diuji Skandal Suap di Lingkungan ATR/BPN

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 04:56 WIB

50256 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 18 September 2026 – Komitmen Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam memberantas praktik mafia tanah kini berada di titik nadir. Retorika tegas yang sempat ia gaungkan di hadapan Komisi II DPR RI pada Oktober 2024 mengenai penerapan pasal berlapis hingga tindak pidana pencucian uang untuk memiskinkan pelaku, kini berbalik menghantam institusi yang ia pimpin.

Kepercayaan publik terhadap agenda pemberantasan mafia tanah tergerus setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan pembukaan blokir Hak Guna Bangunan (HGB) atas lahan swasta di Kabupaten Bogor. Fakta yang lebih mengejutkan adalah keterlibatan empat orang yang disebut-sebut sebagai pihak kepercayaan sang menteri dalam lingkaran tindak pidana tersebut.

Kasus ini seolah menampar pernyataan Nusron yang sebelumnya menegaskan bahwa kementeriannya tidak akan memberikan toleransi sekecil apa pun terhadap mafia tanah. Padahal, dalam pemaparannya di parlemen, ia telah mengidentifikasi bahwa mafia tanah bekerja melalui kolaborasi tiga elemen, yakni oknum orang dalam, pemborong tanah atau pihak berkepentingan, serta pihak ketiga yang meliputi oknum kepala desa, pengacara, hingga notaris. Ironisnya, kini justru oknum dari internal kementeriannya sendiri yang terjerat dalam pusaran korupsi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa ini menempatkan Nusron Wahid dalam posisi sulit. Di satu sisi, ia memikul beban berat untuk mereformasi birokrasi di internal ATR/BPN, namun di sisi lain, integritas orang-orang terdekatnya justru menjadi pintu masuk bagi praktik suap yang selama ini ia klaim perangi. Publik kini menanti langkah konkret Nusron untuk tidak sekadar berwacana, tetapi juga membuktikan keseriusan dalam membenahi (*)

Berita Terkait

Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan Rp7,6 Miliar di Simeulue Diserahkan ke Kejaksaan, Kerugian Negara Rp851 Juta
Mantan Direktur Bumdesma Pintu Rime Gayo Divonis 5,5 Tahun, Dana Desa 23 Kampung Raib untuk Proyek SPBU
Adik Jenderal Bintang Tiga Tak Kebal Hukum: Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Resmi Ditahan Kasus Pungli PBG dan TPPU
Jadi Tersangka Korupsi CSR BI Rp 28 Miliar Tak Ditahan, Dua Anggota DPR Malah Melenggang Lagi ke Senayan
Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana KONI dan Aset PON XXI Aceh Menguak Borok Tata Kelola Rp 165 Miliar
Lingkaran Setan Politik Berbiaya Tinggi: Saat Jabatan Publik Jadi Mesin Pelunasan Utang
Runtuhnya Integritas Kepala Daerah: Pemecatan Bupati Gowa dan Penangkapan Bupati Klaten oleh KPK
Hercules Akui Terima Rp800 Juta dari Pengacara Summarecon, Berdalih Hati Nurani Saat Serahkan ke KPK

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru