GAYO LUES – Siswa-siswi di SMPN 1 Terangun, Kabupaten Gayo Lues, saat ini sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk menunjang aktivitas harian mereka di sekolah. Akibat kelangkaan air yang sudah berlangsung lama, para pelajar menghadapi kesulitan buang air besar, terutama saat hendak menggunakan fasilitas toilet.14/9/2026
Kepala Sekolah SMPN 1 Terangun, Amerudin, M.Pd., menyampaikan keluhan tersebut dan meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Menurutnya, ketiadaan sumber air yang memadai membuat pihak sekolah dan siswa harus bergantung pada alam.
“Kami sangat memohon kepada pihak Pemerintah Gayo Lues agar tolong diperhatikan kondisi air di sekolah kami. Selama ini, siswa-siswi kami sangat kesulitan, bahkan untuk buang air besar saja susah,” ujar Amerudin kepada awak media.

Amerudin menjelaskan bahwa selama ini pihak sekolah terpaksa menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan operasional. Kondisi ini kian memprihatinkan saat siswa hendak melaksanakan ibadah, di mana mereka harus menunggu hujan turun demi bisa mengambil air wudu.
Upaya pembuatan sumur bor di lingkungan sekolah sebelumnya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Lokasi sekolah yang berada di dataran tinggi membuat sumber mata air tanah sangat sulit dijangkau.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media di lapangan, fasilitas tempat buang air kecil (WC/urinoir) di sekolah tersebut saat ini juga tidak berfungsi dengan baik. Akibat tidak adanya aliran air yang membilas, fasilitas sanitasi tersebut kini mengeluarkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan lingkungan belajar mengajar.
Pihak sekolah berharap instansi terkait di Pemkab Gayo Lues dapat segera turun tangan memberikan solusi nyata, baik melalui jaringan air bersih maupun penanganan teknis lainnya, agar hak dasar siswa terhadap sanitasi yang layak dapat terpenuhi. (Hasan/Red)









































