slot preparation.lsrs.lu

Kritik Tajam Penanganan Suap ATR/BPN, Momentum Menjerat Aktor Intelektual Dinilai Hilang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 04:17 WIB

50240 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 18 September 2026 – Penetapan delapan tersangka dalam kasus suap Hak Guna Bangunan (HGB) di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menuai sorotan tajam. Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo, menilai lembaga antirasuah tersebut telah kehilangan momentum emas untuk mengusut keterlibatan aktor intelektual di tingkat kementerian, meski telah mengantongi bukti kuat berupa aliran dana fantastis sebesar Rp 106 miliar.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK, di mana empat dari delapan tersangka disebut memiliki kedekatan dengan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. Yudi menegaskan bahwa keterlibatan orang-orang kepercayaan menteri yang bukan merupakan staf struktural tersebut mustahil bergerak tanpa adanya peran pihak di level yang lebih tinggi. Fakta bahwa penyidik menemukan uang tunai ratusan miliar rupiah di tangan orang dekat menteri seharusnya menjadi pintu masuk untuk melakukan pendalaman terhadap menteri terkait secara simultan, bukan justru berhenti pada level perantara atau “struktur bayangan”.

Lebih lanjut, Yudi menyoroti adanya dinamika internal di tubuh KPK yang mencerminkan ketidakberanian pimpinan dalam menyentuh penyelenggara negara kelas kakap. Pengungkapan mengenai adanya “struktur bayangan” di ATR/BPN dalam konferensi pers KPK dianggap sebagai bentuk perlawanan tersirat dari para penyelidik di lapangan yang merasa kecewa karena sasaran utama belum tersentuh. Menurutnya, dalam setiap skema korupsi besar, pelaku yang berada di kementerian hanyalah koordinator lapangan yang memastikan eksekusi kebijakan berjalan sesuai perintah intelektual leader.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, publik menanti langkah berani KPK untuk melampaui penetapan tersangka pada level eksekutor. Yudi memperingatkan bahwa semakin lama pemeriksaan terhadap Menteri dilakukan, semakin sulit pula pembuktian keterlibatannya di mata hukum. KPK dinilai perlu membuktikan independensinya untuk tidak hanya menebas dahan, tetapi berani mencabut akar korupsi yang diduga merusak tata kelola pertanahan nasional demi memuaskan rasa keadilan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan Rp7,6 Miliar di Simeulue Diserahkan ke Kejaksaan, Kerugian Negara Rp851 Juta
Mantan Direktur Bumdesma Pintu Rime Gayo Divonis 5,5 Tahun, Dana Desa 23 Kampung Raib untuk Proyek SPBU
Adik Jenderal Bintang Tiga Tak Kebal Hukum: Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Resmi Ditahan Kasus Pungli PBG dan TPPU
Jadi Tersangka Korupsi CSR BI Rp 28 Miliar Tak Ditahan, Dua Anggota DPR Malah Melenggang Lagi ke Senayan
Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana KONI dan Aset PON XXI Aceh Menguak Borok Tata Kelola Rp 165 Miliar
Lingkaran Setan Politik Berbiaya Tinggi: Saat Jabatan Publik Jadi Mesin Pelunasan Utang
Runtuhnya Integritas Kepala Daerah: Pemecatan Bupati Gowa dan Penangkapan Bupati Klaten oleh KPK
Hercules Akui Terima Rp800 Juta dari Pengacara Summarecon, Berdalih Hati Nurani Saat Serahkan ke KPK

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru