slot preparation.lsrs.lu

TVS Bidik Ekspansi Industri Hijau Indonesia, Tantangan Hilirisasi Menanti

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 04:10 WIB

50248 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 17 September 2026 – Rencana besar perusahaan otomotif asal India, TVS, untuk memperluas investasi dan mengembangkan kendaraan berbasis listrik serta etanol di Indonesia mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Dalam pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pimpinan tertinggi perusahaan tersebut menegaskan ambisinya untuk tidak sekadar memperbesar kapasitas pabrik, melainkan masuk ke ranah teknologi energi alternatif yang lebih kompleks.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa investasi ini mencakup diversifikasi produk mulai dari sepeda motor, skuter, hingga kendaraan roda tiga. Namun, di balik narasi optimisme tersebut, realisasi rencana ini menuntut kesiapan infrastruktur industri dalam negeri yang hingga kini masih menghadapi tantangan distribusi dan ekosistem energi bersih yang belum matang sepenuhnya.

Pemerintah mengklaim bahwa kerja sama ini akan menggandeng kementerian terkait, termasuk jajaran Menristekdikti, untuk mematangkan riset pengembangan motor berbasis etanol. Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk mengejar ketertinggalan dalam transisi energi otomotif yang kian mendesak. Kendati demikian, publik masih menanti bukti konkret mengenai efisiensi biaya dan ketersediaan pasokan bahan bakar etanol yang ramah lingkungan agar transisi teknologi ini tidak hanya berakhir menjadi janji manis di atas kertas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keseriusan TVS dalam membawa prinsipal dan CEO langsung ke Indonesia menjadi sinyal bahwa pasar Indonesia tetap menjadi bidikan strategis di tengah persaingan ketat merek otomotif global. Keberhasilan investasi ini nantinya akan menjadi tolok ukur apakah komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi benar-benar mampu memperkuat daya saing industri otomotif nasional atau justru hanya menjadi pasar bagi teknologi impor. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru