HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Keracunan Massal MBG di Bener Meriah, Liputan Wartawan Dihambat Oknum TNI

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 22:02 WIB

50322 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENER MERIAH | Belasan siswa sekolah dasar di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terpaksa dilarikan ke Puskesmas Lampahan pada Rabu, 2 September 2026, usai diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan di sekolah. Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh ajnn.net dan TribunGayo.com, yang mengungkap kepanikan warga sejak para siswa melaporkan gejala sakit perut, gatal-gatal, dan mual setelah mengonsumsi makanan yang seharusnya menunjang kesehatan pelajar. Sejumlah wali murid, salah satunya Sukirno, menyampaikan anaknya tiba-tiba terserang keluhan kesehatan usai makan siang dan langsung dibawa bersama siswa lain ke fasilitas kesehatan terdekat.

Di Puskesmas Lampahan, situasi semakin genting. Puluhan siswa diperiksa intensif, beberapa di antaranya harus menjalani perawatan darurat di ruang gawat darurat. Kerumunan keluarga dan kekhawatiran orang tua mewarnai suasana puskesmas hingga larut malam, sementara penyebab pasti insiden ini masih menunggu hasil penyelidikan medis dan laboratorium.

Namun, tragedi kesehatan ini diperburuk oleh terhambatnya akses liputan jurnalistik di tengah krisis. Dalam upaya peliputan yang dilakukan jurnalis TribunGayo.com, Bustami, bersama media ajnn.net, terjadi penghalangan dari seorang oknum anggota Koramil Timang Gajah, Sarno, yang berjaga di depan ruang IGD. Meskipun Bustami telah menunjukkan identitas resmi sebagai wartawan, ia tetap dilarang mengambil foto dan melakukan konfirmasi, bahkan ditarik keluar dari area IGD disertai peringatan keras untuk tidak membuat pemberitaan apa pun terkait insiden tersebut. “Enggak ada untuk liputan! Kamu jangan buat berita yang enggak-enggak. Enggak boleh masuk!” demikian kata Sarno, seperti dikutip dari ajnn.net.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Praktik represif terhadap kerja jurnalistik di lokasi darurat bencana kesehatan ini memicu keprihatinan luas. Kehadiran pers sangat penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, terlebih dalam situasi yang menyangkut keselamatan anak-anak sekolah. Publik berhak mendapatkan informasi yang akurat dan terbuka, agar tidak terjadi simpang-siur kabar yang memperparah kecemasan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang di Bener Meriah belum memberikan keterangan final mengenai penyebab insiden keracunan massal, meski dugaan kuat tetap tertuju pada distribusi makanan MBG di sekolah. Pemeriksaan laboratorium dan investigasi rantai pasok makanan masih berjalan. Sementara itu, konfirmasi dari Badan Gizi Nasional Aceh masih ditunggu setelah dihubungi oleh beberapa media, termasuk ajnn.net.

Kasus ini menjadi pengingat tegas bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola program makanan bergizi di sekolah, meningkatkan pengawasan pelaksanaan, serta menjamin kebebasan informasi dan perlindungan bagi jurnalis di lapangan. Tindakan intimidatif di tengah krisis justru meningkatkan krisis kepercayaan dan menambah beban publik yang menuntut kejelasan dan keamanan anak-anak mereka di lingkungan pendidikan. (*)

Berita Terkait

Cekcok Suami Istri Berujung Vila Terbakar di Bener Meriah, Kerugian Rp 500 Juta dan Seorang Perempuan Jadi Tersangka
Bener Meriah Gelar Dialog Budaya Gayo Dalam Rangka Peringatan Hari Budaya Tahun 2026
Proyek Pembangunan Jembatan Layang Enang – Enang Segera Dimulai. Pagu Anggaran Rp 800 Miliar
PWI Nagan Raya Minta Bupati Tegaskan OPD Terbuka Berkomunikasi dengan Media
WRI Indonesia Dorong Akses Pembiayaan Bagi 19 Kelompok Usaha Perhutanan
Tahu Wajib Zakat, Mengapa Masih Enggan Membayar ?
Ribuan Jemaah Padati Masjid Al-Falah Pondok Baru, Maulid Nabi Berlangsung Khidmat
Dua Pelajar di Bener Meriah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru