slot preparation.lsrs.lu

Dua Pelajar di Bener Meriah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:34 WIB

50407 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bener Meriah – Dua pelajar di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan terhadap anak yang sempat menghebohkan masyarakat setelah videonya menyebar luas di media sosial. Penetapan tersebut dilakukan oleh Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bener Meriah, usai serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti yang mendukung proses penyidikan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bener Meriah, Iptu Julpandi, S.E., M.H., mengungkapkan bahwa kedua pelajar yang kini telah berstatus tersangka itu adalah RA (17) dan HR (16). Keduanya masih berstatus pelajar yang berdomisili di wilayah setempat. Status hukum mereka ditentukan setelah penyidik memeriksa keterangan sejumlah saksi serta mengamankan berbagai alat bukti, termasuk pakaian yang dipakai saat kejadian dan rekaman video dari telepon seluler.

Peristiwa kekerasan ini terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di area belakang SMA Unggul Binaan Pante Raya. Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula dari teguran yang diberikan RA kepada korban berinisial T (16). Tidak terima atas teguran itu, korban diduga menantang RA untuk berkelahi satu lawan satu. Aksi kekerasan tersebut kemudian terjadi dan mengakibatkan korban mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Datu Beru Takengon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini dilaporkan ke SPKT Polres Bener Meriah pada 23 Agustus 2026 sebagaimana tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/47/VIII/2026 SPKT/POLRES BENER MERIAH/POLDA ACEH. Sepanjang proses penyelidikan, polisi telah memeriksa enam orang saksi yang mengetahui langsung kejadian tersebut.

Hingga kini, proses hukum terhadap kedua tersangka dilakukan dengan mengacu pada ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Sistem Peradilan Pidana Anak. Polisi memastikan penanganan perkara ini dilakukan secara transparan dan sesuai dengan aturan demi memberikan keadilan bagi korban maupun pelaku yang masih berstatus anak. (*)

Berita Terkait

Kasatpol PP dan WH Nagan Raya Klarifikasi Pemberitaan Pengusiran Personel Saat Demo GERAM
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo
Skandal Penyadapan Ilegal Seret Mantan Kapolri, Istana Sebut Indikasi Makar
Debat Panas Warnai Kesaksian Presiden Ketujuh di Sidang Dugaan Ijazah Palsu Roy Suryo, Refly Harun Protes Jaksa
Mabes Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal Presiden
Nasir Nurdin Angkat Bicara soal Tuduhan Suap, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:38 WIB

Jimly Sebut Listyo Sigit Resisten Reformasi Polri, Kasus Sadap Jadi Momentum Berbenah

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 13:31 WIB

Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Berita Terbaru

NASIONAL

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:45 WIB