HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:33 WIB

50134 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

https://www.facebook.com/reel/2632324573905890

ACEH TAMIANG – Banjir dengan ketinggian mencapai atap merendam komplek Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlisin di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu, 11 Oktober 2026.

Berdasarkan rekaman video yang diambil dari lantai dua salah satu bangunan pesantren, seluruh halaman, lapangan, dan akses jalan di dalam komplek berubah menjadi lautan air berwarna cokelat keruh. Bangunan masjid utama pesantren dengan kubah besar tampak terisolasi di tengah genangan, dengan air merendam hingga lebih dari setengah dinding masjid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlihat pula sejumlah bangunan asrama santri di sisi barat komplek yang hanya menyisakan bagian atap. Puing-puing kayu, papan, dan material sampah hanyut berserakan di permukaan air. Di tengah lapangan, tiang bendera masih berdiri dengan air hampir menutupi batangnya, sementara seorang warga tampak berenang menyeberangi genangan untuk mencapai area yang lebih tinggi.

Hingga sore hari, belum ada tanda air surut. Kondisi ini membuat seluruh aktivitas belajar mengajar dan ibadah di pesantren lumpuh total. Para santri dilaporkan telah dievakuasi ke lantai dua bangunan dan ke titik aman di sekitar desa.

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin merupakan salah satu pesantren terbesar di Aceh Tamiang dengan ratusan santri yang bermukim. Banjir yang melanda kawasan tersebut diduga akibat meluapnya sungai usai hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak Jumat malam.

Warga dan pengelola pesantren berharap bantuan perahu karet dan logistik segera tiba, mengingat akses jalan menuju desa Tanjung Karang masih terputus akibat genangan dan tumpukan material kayu yang terbawa arus. (*)

Berita Terkait

110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai
Pasokan Ayam MBG di Aceh Tamiang Belum Berizin, Standar Higienis Dipertanyakan
Dua Warga Aceh Tamiang Korban Perdagangan Orang di Madagaskar Kembali ke Tanah Air
Kanwil DJBC Aceh Laksanakan Monitoring dan Evaluasi K3S pada PT Pertamina EP Rantau Field

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru