Bener Meriah Baranewsaceh. co | Kementerian kebudayaan republik Indonesia, melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh (BPK – Aceh) memfasilitasi kegiatan “Dialog Budaya Gayo” dalam rangka peringatan hari kebudayaan tahun 2026. Acara berlangsung di aula Setdakab Bener Meriah. Kamis. (15/10/2026)
Ketua Panitia sekaligus ketua Perkumpulan Pegiat Budaya Gayo, Bener Meriah. Munawir (42) dalam pemaparannya menjelaskan tentang undang undang nomor 01 tahun 2023, yakni menyangkut hukum adat yang telah diakui keberadaannya dalam KUHP nasional. Selain itu Ia juga menyertakan keberadaan Qanun Aceh no 9 tahun 2008. Disebutkannya ada 18 jenis perkara atau sengketa yang dapat diselesaikan secara adat di desa dan dilaksanakan secara musawarah dan mufakat.
Menurut Munawir aturan Qanun pemerintah Aceh tersebut, seharusnya di kuatkan dengan turunan qanun daerah. Sehingga dalam pelaksanaannya ada kekuatan hukum mengikat untuk di terapkan. Karena menurut Munawir “Banyak persoalan yang sudah di selesaikan di tingkat desa, akan tetapi masih bermuara di pihak kepolisian” Ungkapnya.
Ia berharap, melalui dialog hari ini, kiranya dapat menghasilkan sebuah rekomendasi dan mendesak pemerintah daerah maupun DPRK Bener Meriah agar melahirkan qanun baru tentang pelaksanaan sangsi adat.
Suasana dialog semakin seru dengan hadirnya beberapa nara sumber yang berkopeten di bidangnya, diantaranya. Bupati Bener Meriah. Ir. Tagore Abu Bakar, Akademisi Turham Ag. S. Ag. MAg. Kepala dinas Pariwisata Bener Meriah. Sukry Tomtars SE, M. Ap. dan Kabid kebudayaan Bener Meriah Yusri, S. Pd.
Dalam pemaparannya, masing masing nara sumber, mempresentasikan menyangkut eksistensi budaya Gayo sesuai bidang masing masing. Seperti halnya Bupati Ir. Tagore Abu Bakar menuturkan tentang sejarah dan budaya Gayo. Ia juga menjelaskan tentang keberadaan dan legalitas dari lembaga Dewan Adat Gayo yang di pimpinnya.
Hal senada juga di sampaikan oleh para nara sumber lainnya, tentang pentingnya pelestarian kebudayaan bila di tinjau dari sudut pandang pariwisata daerah dan pemajuannya. Disisi lain para nara sumber juga menjelaskan tentang keberadaan Dana Indonesia Raya yang ada di kementerian Kebudayaan pusat.
Dialog Budaya Gayo di ikuti ratusan peserta yang terdiri dari pelaku budaya, tokoh masyarakat, seniman, akademisi, mukim, reje kampung dan jajaran SKPK di lingkungan pemerintah kabupaten Bener Meriah.
Acara turut dimeriahkan dengan penampilan atraksi budaya diantaranya, Didong Gayo, Tari kolaborasi etnis nusantara oleh forum PSJN Bener Meriah, Puisi Gayo bersama alumni FTBI nasional dan penampilan musikalisasi puisi.
Menutup rangkaian kegiatan, ketua panitia. Munawir, kembali menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kementerian Kebudayaan republik Indonesia dan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, yang telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan ini. Tutupnya.









































