GAYO LUES – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Imbauan tersebut disampaikan pada Kamis, 15 Oktober 2026, sebagai langkah antisipasi untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko penularan penyakit pernapasan yang belakangan rentan terjadi akibat perubahan cuaca dan kualitas udara.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues, Bir Ali, mengatakan pencegahan paling sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di tempat ramai dan pusat keramaian.
“Untuk mencegah penularan ISPA masyarakat selalu memakai masker saat berada di luar rumah atau di tempat ramai,” ujar Bir Ali saat ditemui usai melaksanakan rapat virtual bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan di ruang kerja Wakil Bupati Gayo Lues.
Selain penggunaan masker, ia juga meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah maupun di ruang terbuka, khususnya ketika cuaca sedang dingin, berkabut, atau saat kualitas udara dalam kondisi kurang baik. Pembatasan aktivitas dinilai penting untuk mengurangi paparan langsung terhadap polutan dan udara yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Tidak hanya itu, Bir Ali menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat. Ia menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi air putih minimal delapan gelas per hari guna menjaga kelembapan saluran pernapasan sekaligus meningkatkan imunitas tubuh.
“Konsumsi juga air putih minimal delapan gelas per hari untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan dan daya tubuh,” lanjutnya.
Ia mengingatkan, apabila warga mengalami gejala yang mengarah pada ISPA, seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas, agar segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapat penanganan medis sejak dini dan tidak berkembang menjadi lebih berat.
Di samping itu, perhatian khusus juga diminta kepada keluarga di rumah untuk lebih menjaga kelompok rentan yang mudah tertular, yakni anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Kelompok tersebut dinilai memiliki risiko lebih tinggi sehingga memerlukan perlindungan ekstra dan pengawasan kesehatan yang lebih ketat dari keluarga. (*)









































