ACEH SINGKIL – Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Aceh Singkil dan mengganggu jarak pandang serta aktivitas warga. Kondisi udara yang memburuk itu terlihat dari foto udara yang memperlihatkan sungai besar dan jembatan penghubung di kabupaten tersebut tertutup lapisan kabut keabuan.
Berdasarkan informasi, fenomena kabut asap tersebut terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026. Dalam gambar yang beredar, langit tampak kelam, lanskap hijau di sekitar sungai kehilangan kejernihan, dan warna udara berubah keruh akibat partikel asap yang menggantung.
Warga mengaitkan kabut tersebut dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan, yang asapnya terbawa angin hingga ke wilayah barat Indonesia. Namun di kolom komentar, sejumlah warga justru meluruskan bahwa sumber asap yang menyelimuti Aceh Singkil kemungkinan besar berasal dari provinsi-provinsi terdekat di Sumatera yang juga tengah mengalami kebakaran, seperti Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.
Perdebatan soal asal asap itu mencerminkan kekhawatiran publik terhadap krisis karhutla yang kian meluas dan tidak terkendali. Baik berasal dari Sumatera maupun Kalimantan, dampaknya sama, yakni menurunnya kualitas udara, ancaman kesehatan pernapasan, dan terganggunya aktivitas harian.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait pengukuran kualitas udara maupun langkah mitigasi bagi warga. Warga berharap pemerintah segera memberikan kejelasan, menyediakan masker, serta mempercepat upaya pemadaman di titik-titik api agar kabut asap tidak semakin memperburuk kondisi Aceh Singkil yang selama ini dikenal dengan udara relatif bersih. (*)









































