slot preparation.lsrs.lu

OTT KPK di BNPB dan Dugaan Kejanggalan Terkait Proyek Sumur Bor Aceh ?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:59 WIB

50290 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menggelar operasi tangkap tangan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sejumlah pejabat diamankan dalam operasi yang menjadi OTT ke-22 KPK sepanjang 2026 tersebut, di tengah sorotan tajam terhadap tata kelola anggaran kebencanaan.

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan adanya kegiatan penindakan di lapangan. Dalam operasi itu penyidik juga mengamankan uang sekitar Rp1,5 miliar. Para pihak yang diamankan kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

“Benar ada kegiatan lapangan oleh pegawai KPK,” kata Setyo Budiyanto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada beberapa pihak yang sudah diamankan, dan sedang dimintai keterangan,” tambahnya.

Ia menyebut detail identitas akan disampaikan juru bicara KPK Budi Prasetyo. Sesuai ketentuan, lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Operasi senyap tersebut berlangsung di Jakarta pada Selasa 13 Oktober 2026. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, yang dikonfirmasi pada Selasa malam justru mengaku belum mengetahui secara rinci informasi OTT.

“Kami belum dapat memberikan keterangan apa pun karena kami belum tahu apa-apa. Yang pasti dari pagi sampai siang tidak ada OTT di kantor BNPB dan tetap memberikan pelayanan seperti biasa,” kata Berton.

Pernyataan yang kontradiktif dengan temuan di lapangan ini memicu pertanyaan serius soal transparansi internal BNPB. Di saat KPK bergerak, lembaga justru terkesan menutup diri.

Hingga kini KPK belum mengumumkan secara resmi perkara apa yang menjadi pangkal OTT. Namun penelusuran data LPSE BNPB mencatat sedikitnya lima paket tender bernilai besar tengah berjalan pada September-Oktober 2026, mulai dari pengadaan instrumentasi peringatan dini hingga studi kelayakan peralatan peringatan dini di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pada tahun anggaran sebelumnya, terdapat pula proyek penguatan sistem diseminasi tsunami dan revitalisasi infrastruktur TIK dengan pagu puluhan miliar rupiah.

Di luar deretan tender tersebut, sorotan tajam juga mengarah pada proyek tanggap darurat pascabanjir di Aceh Timur. Tim investigasi yang menamakan diri Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh pada awal Februari 2026 melaporkan dugaan kejanggalan pada proyek sumur bor yang bersumber dari anggaran BNPB.

Temuan yang dilaporkan mencakup tidak digunakannya metode geolistrik untuk menentukan titik bor, tidak dicantumkannya nilai kontrak di papan informasi proyek, hingga sebagian lokasi yang tidak memasang papan informasi sama sekali.

“Setahu saya tidak ada uji geolistrik. Nilai anggarannya juga tidak diketahui karena tidak tercantum di papan informasi proyek,” ujar seorang warga pelapor.

Pejabat Pembuat Komitmen BNPB yang disebut bernama Rudi saat dikonfirmasi mengakui petunjuk teknis masih disusun saat pekerjaan berjalan dengan alasan kondisi tanggap darurat atas permintaan kepala daerah terkait kebutuhan sanitasi korban banjir.

“Saat ini kami sedang menyusun juknis. Pada masa tanggap darurat, ada permintaan dari kepala daerah terkait kebutuhan sanitasi korban banjir, sehingga sumur bor tetap kami kerjakan melalui vendor lokal,” katanya.

Laporan lanjutan awal Maret 2026 menyebut pekerjaan itu mencakup lebih dari 296 titik sumur bor dan 3.600 unit hunian sementara, dengan persoalan pengawasan yang saling lempar antara BNPB, BPBD, dan Dinas PU.

Penting untuk dicatat, hingga berita ini disusun, tidak ada pernyataan resmi dari KPK maupun BNPB yang menyebut OTT Selasa terkait langsung dengan proyek sumur bor Aceh tersebut atau lima paket tender yang sedang berjalan. Keterkaitan itu masih menjadi misteri yang harus dijawab penyidik secara transparan.

Yang jelas, OTT ini kembali menegaskan rapuhnya integritas pengelolaan anggaran bencana. Jika dugaan korupsi benar terjadi di sektor yang menyangkut nyawa masyarakat terdampak, maka itu adalah bentuk pengkhianatan paling telanjang terhadap kemanusiaan. (*)

Berita Terkait

Mantan Direktur Bumdesma Pintu Rime Gayo Divonis 5,5 Tahun, Dana Desa 23 Kampung Raib untuk Proyek SPBU
Adik Jenderal Bintang Tiga Tak Kebal Hukum: Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Resmi Ditahan Kasus Pungli PBG dan TPPU
Jadi Tersangka Korupsi CSR BI Rp 28 Miliar Tak Ditahan, Dua Anggota DPR Malah Melenggang Lagi ke Senayan
Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana KONI dan Aset PON XXI Aceh Menguak Borok Tata Kelola Rp 165 Miliar
Lingkaran Setan Politik Berbiaya Tinggi: Saat Jabatan Publik Jadi Mesin Pelunasan Utang
Runtuhnya Integritas Kepala Daerah: Pemecatan Bupati Gowa dan Penangkapan Bupati Klaten oleh KPK
Hercules Akui Terima Rp800 Juta dari Pengacara Summarecon, Berdalih Hati Nurani Saat Serahkan ke KPK
Hercules Desak KPK Periksa Nusron Wahid, Uang Rp800 Juta Disita dalam Pusaran Dugaan Korupsi ATR/BPN

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Selasa, 3 November 2026 - 11:15 WIB

Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 10:34 WIB

DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Minggu, 1 November 2026 - 20:10 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 12:10 WIB

Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Babah Rout Tanamkan Nilai Keteladanan dan Akhlak Mulia kepada Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Istri Kunci Kamar Rumah Dinas hingga Pagi, Ketua DPRK Nagan Raya Dilaporkan ke Polisi dan Desakan PAW Menguat

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB