slot preparation.lsrs.lu

Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 28 September 2026 - 18:59 WIB

50241 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG – Sekitar 110 hektare kawasan hutan produksi di Kampung Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, ditemukan dalam kondisi terbuka dan diduga disiapkan untuk perkebunan kelapa sawit.

Temuan itu merupakan hasil pemantauan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Tujuh Aceh selama satu bulan terakhir. Kepala KPH Wilayah Tujuh Aceh, Aang Kunaifi, mengatakan luasan pembukaan terus bertambah.

“Kalau sebelumnya yang terbuka sekitar 60 hektare, sekarang berdasarkan pemantauan kami sudah sekitar 110 hektare,” kata Aang, Jumat, 25 September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, aktivitas pembukaan kawasan tersebut berlangsung sejak Januari hingga September 2026. Dari pengecekan di lapangan, sebagian lahan yang telah dibuka terlihat mulai dimanfaatkan dengan penanaman kelapa sawit.

Sebelumnya, KPH telah memberikan peringatan agar aktivitas pembukaan dihentikan. Namun, pemantauan lanjutan menunjukkan kegiatan di dalam kawasan masih berlanjut.

Menindaklanjuti hal itu, KPH membentuk tim untuk melakukan pengecekan dan penertiban di lokasi. Di dalam kawasan hutan, petugas menemukan satu unit ekskavator yang diduga digunakan untuk membuka lahan. Alat berat tersebut kemudian dikeluarkan dari kawasan dan diamankan di kantor Datok Penghulu setempat.

“Ekskavator yang ditemukan sudah kami bawa keluar dari kawasan dan sekarang berada di kantor Datok,” ujar Aang.

Selain alat berat, petugas juga menemukan ratusan bibit kelapa sawit di sekitar lokasi. Sebagian bibit telah ditanam, sedangkan sisanya masih berada di sekitar lahan yang baru dibuka.

Petugas turut mendapati papan imbauan resmi milik KPH yang berisi larangan membuka dan memanfaatkan kawasan hutan telah dicabut dari lokasi. Hingga kini, pihak yang mencabut papan tersebut belum diketahui.

Atas temuan tersebut, KPH Wilayah Tujuh Aceh telah melaporkan dugaan perambahan kawasan hutan itu kepada Polres Aceh Tamiang untuk proses lebih lanjut.

“Sudah kami laporkan kepada Polres Aceh Tamiang,” kata Aang.

Ke depan, pengawasan di sekitar kawasan akan diperketat dengan melibatkan aparatur kampung, terutama terhadap mobilitas orang, kendaraan, dan alat berat yang masuk ke dalam kawasan hutan.

Aang menegaskan, kawasan hutan produksi tidak dapat dibuka dan dimanfaatkan secara sepihak untuk kegiatan perkebunan. Masyarakat yang ingin memanfaatkan kawasan hutan, kata dia, dapat mengajukan izin melalui skema perhutanan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

KPH Wilayah Tujuh Aceh memastikan pemantauan dan penertiban terhadap aktivitas pembukaan hutan di Pusung Kapal akan terus dilakukan.

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Aceh Tamiang, Getaran Terasa Hingga Gayo Lues
Warga Resah, Buaya Ganas Mulai Mengintai di Aliran Sungai Tamiang
Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh
110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai
Pasokan Ayam MBG di Aceh Tamiang Belum Berizin, Standar Higienis Dipertanyakan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:27 WIB

Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 02:21 WIB

Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Ditahan di Mako Brimob, Satu Tersangka Sakit Pascastroke

Jumat, 6 November 2026 - 02:08 WIB

Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa

Jumat, 6 November 2026 - 02:04 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal di Lingkaran Istana: Pengkhianatan Jabatan yang Ancam Stabilitas Negara

Berita Terbaru

GAYO LUES

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:55 WIB