slot preparation.lsrs.lu

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

50153 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia akhirnya angkat bicara terkait persoalan antrean bahan bakar minyak yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan informasi  Bahlil memastikan stok nasional untuk BBM jenis Pertalite atau RON 90 berada di kisaran 16 sampai 18 hari. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat, 16 Oktober 2026.

“Jadi stok BBM nasional insya Allah aman. Yang Pertamina laporkan ke saya tadi adalah distribusi dari daerah Jawa Timur ke Bali dan beberapa tempat yang terkait dengan kapal,” ungkap Bahlil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahlil mengatakan pihaknya telah memerintahkan Pertamina untuk segera menggandakan kapal pengangkut guna mempercepat distribusi ke daerah-daerah yang mengalami keterlambatan pasokan.

“Saya tadi memerintahkan mereka untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah. Supaya bisa percepatan,” imbuhnya.

Ia menjelaskan alasan stok RON 90 yang menipis hingga di bawah 20 hari. Kondisi tersebut tidak terlepas dari pergeseran konsumsi masyarakat yang cukup signifikan dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat disparitas harga yang cukup tinggi.

“Yang kurang dari 20 hari itu hanya RON 90. Tapi kalau solar, RON 92, RON 95, RON 98 itu no issue. Enggak ada masalah,” papar Bahlil.

Menurutnya, banyak pengguna yang sebelumnya menggunakan RON 92 dan RON 95 beralih ke RON 90 karena selisih harga yang jauh lebih ekonomis.

“Yang terjadi pergeseran dari 16 ke 18 hari itu adalah RON 90. Kenapa itu terjadi? Karena terjadinya shifting yang tadinya orang pakai 92 dan 95 itu di-shifting ke 90 karena harganya kan cukup berbedanya cukup ekonomis itu. Itu sebenarnya masalahnya. Tapi secara standar nasional clear,” jelasnya.

Bahlil memperkirakan stok RON 90 bisa kembali berada di atas 20 hari dalam waktu seminggu ke depan.

“Mungkin untuk mencapai di angka 20 hari itu kita butuh waktu seminggu. Seminggu selesai. Tapi di 16 sampai 18 hari itu kan bukan berarti kita kekurangan standar minimal, enggak, itu masih oke,” pungkasnya.

Pernyataan aman di atas kertas ini jelas tidak menjawab keresahan di lapangan. Faktanya antrean panjang masih terjadi di Sulawesi, Bali, dan sejumlah daerah lainnya. Jika stok nasional diklaim aman, lalu mengapa distribusi bisa tersendat hingga harus menggandakan kapal secara mendadak.

Alasan shifting dari BBM nonsubsidi ke subsidi justru menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Ketika masyarakat berbondong-bondong turun kasta ke Pertalite, itu adalah sinyal bahwa harga BBM nonsubsidi sudah tidak terjangkau, bukan sekadar persoalan teknis distribusi. (*)

Berita Terkait

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik
Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran
Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden
Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri
Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini
ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun
Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru