slot preparation.lsrs.lu

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

50143 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI

ILUSTRASI

JAKARTA |  Kebijakan tata kelola pelayanan kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional kembali menuai kritik tajam dari kalangan profesi medis. Langkah pengelolaan sistem rujukan dinilai semakin menjauh dari esensi pemenuhan hak mendasar pasien atas layanan kesehatan yang layak dan adekuat. Isu krusial ini mencuat ke publik setelah Ikatan Dokter Indonesia mengungkap adanya indikasi kuat pengetatan administratif yang membatasi kuota rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke dokter spesialis di rumah sakit, dengan target maksimal sebesar 15 persen dari total kunjungan pasien per bulan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada pertengahan Oktober 2026, pembatasan ketat ini diduga sengaja diterapkan untuk menekan laju pembiayaan rujukan tingkat lanjutan. Namun, imbas dari kebijakan tersebut justru menciptakan dilema moral dan profesi yang berat bagi para tenaga medis, sekaligus memicu keresahan masif di kalangan peserta jaminan sosial. Fasilitas kesehatan tingkat pertama kini berada di bawah tekanan pemenuhan indikator performa administratif bulanan yang mengikat, sehingga terpaksa menyaring pasien secara ketat demi menjaga rasio rujukan agar tidak melampaui ambang batas yang ditentukan.

Kondisi di lapangan menunjukkan pengetatan rujukan ini paling memukul kelompok pasien dengan penyakit kronis komorbid serta pasien yang membutuhkan penanganan medis multidisiplin. Banyak dari mereka dilaporkan kesulitan memperpanjang atau mendapatkan surat rujukan baru ke poli spesialis meskipun kondisi klinis mereka membutuhkan pemantauan berkala dari dokter ahli. Kebijakan ini dinilai sangat berbahaya karena memaksa faskes tingkat dasar menahan pasien di luar kapasitas kompetensi klinis yang semestinya, dengan dalih mengoptimalkan penuntasan 144 diagnosis penyakit non-spesialistik di tingkat layanan primer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Organisasi profesi kedokteran menegaskan bahwa keselamatan nyawa pasien tidak boleh dikorbankan demi efisiensi anggaran ataupun demi mengejar target performa pembiayaan semata. Pembatasan rujukan berbasis persentase kuota bulanan dianggap mencederai sumpah dokter dan independensi medis dalam menentukan tata laksana terbaik bagi pasien. Desakan keras kini dialamatkan kepada otoritas penyelenggara jaminan kesehatan dan kementerian terkait untuk segera mengevaluasi total sistem kuota rujukan ini agar tidak memicu gelombang penurunan kualitas kesehatan masyarakat dan peningkatan risiko fatalitas penanganan penyakit berat di Indonesia.

Berita Terkait

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik
Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran
Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden
Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri
Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini
ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun
Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru