Viral Kisah Wanita Aceh Singkil Diceraikan Dua Hari Sebelum Suami Terima SK PPPK

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 15:51 WIB

50748 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil – Media sosial tengah diramaikan oleh kisah pilu seorang wanita asal Aceh Singkil yang mendadak diceraikan oleh suaminya, hanya dua hari sebelum pelantikan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Perempuan tersebut, dikenal dengan nama Safitri melalui akun Facebook “Safitri Alshop Aceh”, membagikan kisah hidupnya yang kini mendapat sorotan luas dan mengundang empati warganet dari berbagai daerah.

Dalam video yang beredar, Safitri terlihat diantar oleh sejumlah tetangga menaiki mobil L300 dengan barang-barang rumah tangga yang telah ia kemas. Ia pulang ke kampung halamannya di wilayah Aceh Selatan, meninggalkan rumah tangga yang baru saja berakhir. Suasana perpisahan dalam video tersebut tampak sarat emosi. Beberapa tetangga tampak menangis sambil memeluk sang perempuan, menandakan kedekatan dan simpati atas musibah rumah tangga yang dialaminya.

Melalui unggahan klarifikasi di akun Facebook-nya, Safitri membenarkan bahwa ia resmi diceraikan suaminya pada tanggal 15 Agustus 2025, hanya dua hari sebelum sang suami dilantik dan menerima SK PPPK pada 17 Agustus. Dalam beberapa komentarnya, ia menuliskan curahan hati yang mampu membuat banyak orang tergerak, termasuk pengakuan bahwa selama ini ia turut menopang perekonomian rumah tangga dengan berjualan sayur dan cabai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang paling menyayat hati dari ceritanya adalah saat ia mengungkap bahwa dirinya sendiri yang membelikan baju Korpri untuk sang suami. Baju itu dibeli menggunakan hasil usaha kecil-kecilan demi mendukung peran suami sebagai calon abdi negara. Namun hanya selang waktu singkat sebelum pencapaian itu resmi diraih, kepercayaannya dikhianati dengan perceraian mendadak yang membuatnya pulang kampung dalam kondisi hampa.

Safitri juga menjelaskan bahwa video yang viral di media sosial telah diunggah dengan sepengetahuannya. Ia tidak mempermasalahkan penyebaran video tersebut, selama itu digunakan untuk menyampaikan kenyataan, bukan untuk menebar aib. Ia bahkan menyebutkan bahwa sebelum meninggalkan rumah sang suami, ia menyempatkan diri meminta maaf kepada mertuanya, meskipun dalam hatinya masih tergores rasa sakit atas perlakuan yang ia terima.

Respons warganet sangat besar. Unggahan-unggahan Safitri dibanjiri komentar simpati, doa, dan dukungan moral. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya berbicara tanpa menyebar kebencian, serta memilih bersikap tenang di tengah badai kehidupan. Beberapa netizen bahkan menuliskan bahwa ketegaran Safitri adalah cerminan kekuatan perempuan Aceh yang terbiasa menghadapi cobaan dengan penuh harga diri dan ketabahan.

Kisah ini pun memantik diskusi lebih luas di berbagai platform digital mengenai pentingnya menghargai pasangan yang telah berjuang bersama sejak awal, terutama saat keberhasilan mulai mendekat. Banyak yang menilai, keputusan menceraikan istri jelang pelantikan sebagai PNS atau PPPK merupakan tindakan yang tidak hanya menyakitkan secara pribadi, tetapi juga mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap peran pasangan dalam proses panjang pencapaian itu.

Seiring dengan beredarnya kisah tersebut, suara-suara dukungan untuk Safitri terus mengalir. Masyarakat pun berharap kisah ini dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang, terutama dalam menjaga komitmen dan tanggung jawab dalam sebuah hubungan pernikahan. Meskipun masa depannya kini mulai dari titik yang baru, Safitri memilih melangkah dengan kepala tegak dan hati ikhlas, membuktikan bahwa luka bisa menjadi kekuatan, dan perasaan ditinggalkan bisa berubah menjadi dorongan untuk bangkit lebih kuat. (*)

Berita Terkait

Profesor Sutan Nasomal Penanggung jawab Timpas 1 Yakin Golkar Aceh Singkil Di pimpin Safriadi Oyon SH Akan Maju Melambung,!!
Pengajian Galon Kupi ke-47 Berakhir Khidmat, Hadiah dan Kepedulian Warnai Penutupan
Sekda Aceh Singkil Diminta Terbitkan Surat Tugas Inspektorat, Para Kades Minta Audit Menjelang Akhir Masa Jabatan
Profesor Dr KH Suran Nasomal Penjab Timpas Sambut Hangat “PGRI Aceh Singkil Memulai Babak Baru, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas”
*Rawan Kecelakaan, Ketua IWOI Subulussalam Desak BPJN dan Pemerintah Perlebar Jalan Nasional Barsela
Prof Sutan Nasomal, Harapkan Presiden Prabowo Kabulkan Aspirasi Kader Pengurus Partai Kab. Aceh Singkil dan Kota Subulussalam Satu Dapil Mudahkan Pemilih!!!
Masyarakat Demo Tuntut Hak Kepada PT Nafasindo
Massa Kepung PT Socfindo Lae Butar, Tuntut Plasma, Lapangan Kerja, hingga Legalitas Operasional Pabrik

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:08 WIB

Tragedi Pejompongan: Jejak Kekerasan dan Dilema Penghapusan Video

Rabu, 2 September 2026 - 02:28 WIB

Ubedilah Badrun Tegaskan Demo 27 Agustus Cermin Kegelisahan dan Kemarahan Publik pada Korupsi

Rabu, 2 September 2026 - 02:25 WIB

Bakom Minta Publik Percayakan Proses Hukum dalam Kasus Kematian Penjual Cermin di Pejompongan

Rabu, 2 September 2026 - 02:17 WIB

Praktisi Hukum Tegaskan Penanganan Kamtibmas Adalah Kewenangan Polisi, Bukan Ormas

Rabu, 2 September 2026 - 02:07 WIB

Mutasi Polri, Kombes Carlie Syahputra Bustamam Jabat Kabid Propam Polda Aceh

Selasa, 1 September 2026 - 19:20 WIB

Pengamat Hukum: Pelibatan Ormas Bubarkan Massa Aksi Langgar Konstitusi dan Ancam Demokrasi

Selasa, 1 September 2026 - 19:11 WIB

Negara Kembali Kuasai 111,71 Hektar Lahan Konservasi di Tahura Bukit Soeharto

Selasa, 1 September 2026 - 19:07 WIB

Petisi Pembubaran GRIB Jaya Muncul di Tengah Sorotan Aksi Kekerasan Pascademo DPR

Berita Terbaru