slot preparation.lsrs.lu

Viral Kisah Wanita Aceh Singkil Diceraikan Dua Hari Sebelum Suami Terima SK PPPK

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 15:51 WIB

50798 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil – Media sosial tengah diramaikan oleh kisah pilu seorang wanita asal Aceh Singkil yang mendadak diceraikan oleh suaminya, hanya dua hari sebelum pelantikan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Perempuan tersebut, dikenal dengan nama Safitri melalui akun Facebook “Safitri Alshop Aceh”, membagikan kisah hidupnya yang kini mendapat sorotan luas dan mengundang empati warganet dari berbagai daerah.

Dalam video yang beredar, Safitri terlihat diantar oleh sejumlah tetangga menaiki mobil L300 dengan barang-barang rumah tangga yang telah ia kemas. Ia pulang ke kampung halamannya di wilayah Aceh Selatan, meninggalkan rumah tangga yang baru saja berakhir. Suasana perpisahan dalam video tersebut tampak sarat emosi. Beberapa tetangga tampak menangis sambil memeluk sang perempuan, menandakan kedekatan dan simpati atas musibah rumah tangga yang dialaminya.

Melalui unggahan klarifikasi di akun Facebook-nya, Safitri membenarkan bahwa ia resmi diceraikan suaminya pada tanggal 15 Agustus 2025, hanya dua hari sebelum sang suami dilantik dan menerima SK PPPK pada 17 Agustus. Dalam beberapa komentarnya, ia menuliskan curahan hati yang mampu membuat banyak orang tergerak, termasuk pengakuan bahwa selama ini ia turut menopang perekonomian rumah tangga dengan berjualan sayur dan cabai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang paling menyayat hati dari ceritanya adalah saat ia mengungkap bahwa dirinya sendiri yang membelikan baju Korpri untuk sang suami. Baju itu dibeli menggunakan hasil usaha kecil-kecilan demi mendukung peran suami sebagai calon abdi negara. Namun hanya selang waktu singkat sebelum pencapaian itu resmi diraih, kepercayaannya dikhianati dengan perceraian mendadak yang membuatnya pulang kampung dalam kondisi hampa.

Safitri juga menjelaskan bahwa video yang viral di media sosial telah diunggah dengan sepengetahuannya. Ia tidak mempermasalahkan penyebaran video tersebut, selama itu digunakan untuk menyampaikan kenyataan, bukan untuk menebar aib. Ia bahkan menyebutkan bahwa sebelum meninggalkan rumah sang suami, ia menyempatkan diri meminta maaf kepada mertuanya, meskipun dalam hatinya masih tergores rasa sakit atas perlakuan yang ia terima.

Respons warganet sangat besar. Unggahan-unggahan Safitri dibanjiri komentar simpati, doa, dan dukungan moral. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya berbicara tanpa menyebar kebencian, serta memilih bersikap tenang di tengah badai kehidupan. Beberapa netizen bahkan menuliskan bahwa ketegaran Safitri adalah cerminan kekuatan perempuan Aceh yang terbiasa menghadapi cobaan dengan penuh harga diri dan ketabahan.

Kisah ini pun memantik diskusi lebih luas di berbagai platform digital mengenai pentingnya menghargai pasangan yang telah berjuang bersama sejak awal, terutama saat keberhasilan mulai mendekat. Banyak yang menilai, keputusan menceraikan istri jelang pelantikan sebagai PNS atau PPPK merupakan tindakan yang tidak hanya menyakitkan secara pribadi, tetapi juga mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap peran pasangan dalam proses panjang pencapaian itu.

Seiring dengan beredarnya kisah tersebut, suara-suara dukungan untuk Safitri terus mengalir. Masyarakat pun berharap kisah ini dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang, terutama dalam menjaga komitmen dan tanggung jawab dalam sebuah hubungan pernikahan. Meskipun masa depannya kini mulai dari titik yang baru, Safitri memilih melangkah dengan kepala tegak dan hati ikhlas, membuktikan bahwa luka bisa menjadi kekuatan, dan perasaan ditinggalkan bisa berubah menjadi dorongan untuk bangkit lebih kuat. (*)

Berita Terkait

Dua Siswa UPTD SPF SDN 1 Rimo Raih Medali di Kejuaraan Karo Open Karate Championship
Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan
Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie, Tegaskan Tak Ada Kompromi terhadap Narkoba
Profesor Dr Sutan Nasomal Mengklaem Dibalik Istoris! Asmidar, S.Pd. Terpilih Sebagai Ketua Pgri Perempuan Pertama di Aceh Singkil Melalui Konferensi Xxiii Pgri Cabang Kuta BaharU Akan Menjadi Ikon PGRI!!!
Masyarakat Minta Transparansi dan Dilibatkan Dalam Penyelesaian HGU di Aceh Singkil
Profesor Dr Sutan Nasomal,SH,MH Harapkan Konferensi XXIII PGRI Cabang Pulau Banyak Tahun 2026: Perkuat Solidaritas Guru, Wujudkan Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas
Tambang Emas Ilegal Meluas di Aceh Selatan, Peran Koperasi Diduga Jadi Tameng Pelanggaran
Temuan 63 ASN di Aceh Singkil Masih Terima PKH, Kemensos Instruksikan Pengembalian Dana

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:27 WIB

Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Berita Terbaru