Jakarta – Ketua Umum All Cipayung Nusantara, David Pajung, menilai ada pihak-pihak yang tengah berupaya memecah soliditas pendukung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui narasi yang berkembang pasca aksi demonstrasi pada Agustus 2026. Menurut David, serangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi tidak sepenuhnya dilakukan oleh kelompok demonstran yang menyampaikan aspirasi secara damai, melainkan dipicu oleh penyusup yang memiliki tujuan tertentu.
Dalam program “Rakyat Bersuara” yang disiarkan Selasa (1/9/2026), David menegaskan bahwa kerusuhan dalam aksi massa kerap dipicu oleh pihak-pihak yang menunggangi momentum untuk membangun persepsi negatif terhadap pemerintahan. Ia melihat, selama ini telah ada upaya membangun prakondisi konflik lewat isu yang dihembuskan jauh sebelum aksi berlangsung.
“Yang kita protes adalah kelompok perusuh, penyusup, pembonceng yang sudah menciptakan prakondisi, sudah menyampaikan isu 4-5 bulan sebelumnya bahwa akan ada kerusuhan besar nanti,” jelas David. Ia juga mengapresiasi aksi damai yang ditunjukkan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), seraya menegaskan bahwa kritiknya tidak ditujukan pada mahasiswa dan masyarakat yang melakukan unjuk rasa secara tertib.
David meminta kelompok relawan dan pendukung pemerintah untuk waspada terhadap upaya pemecah-belah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok berkepentingan. Menurutnya, framing di media seolah menampilkan adanya perpecahan di lingkar kekuasaan antara Presiden Prabowo, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, padahal menurut David situasi di internal pendukung tetap solid.
“Kita harus hati-hati, teman-teman seperjuangan, hati-hati kita dipecah ini oleh kelompok-kelompok kepentingan yang sudah me-framing,” kata David. Ia juga menilai, timbulnya opini bahwa pemerintah gagal dan tak lagi mendapat dukungan publik merupakan bagian dari upaya menggoyang kepercayaan terhadap pemerintahan yang sah.
David menyerukan agar seluruh komponen pendukung pemerintah tidak mudah terpancing isu-isu yang berkembang setelah aksi demonstrasi berakhir ricuh. Ia menegaskan, menjaga persatuan dan soliditas internal lebih penting daripada terpengaruh narasi konflik yang diarahkan untuk melemahkan pemerintah.
“Tujuan mereka untuk me-framing bahwa pemerintah gagal, ada kerusuhan, lalu menciptakan opini bahwa pemerintah ini sudah ditolak oleh rakyat,” ujar David. Ia berharap, seluruh elemen pendukung tetap menjaga kekompakan dan mampu memilah informasi agar tidak termakan isu yang menyesatkan. (*)







































