slot preparation.lsrs.lu

Sekda Aceh Singkil Diminta Terbitkan Surat Tugas Inspektorat, Para Kades Minta Audit Menjelang Akhir Masa Jabatan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026 - 19:33 WIB

50323 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SINGKIL |  Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Singkil, Widodo, diminta untuk segera mengeluarkan surat tugas kepada Inspektorat Aceh Singkil guna melakukan audit terhadap para kepala desa, terutama yang masa jabatannya akan berakhir dalam waktu dekat. Permintaan ini disampaikan langsung oleh sejumlah kepala desa melalui mantan Sekretaris LSM LIRA, Alexander H. A, yang menegaskan bahwa para kepala desa berharap proses audit bisa dilakukan sedini mungkin.

Menurut keterangan sejumlah kepala desa, selama menjabat empat hingga lima tahun, mereka mengaku belum pernah diaudit secara menyeluruh oleh Inspektorat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama saat tiba masa akhir jabatan di mana mereka harus mempertanggungjawabkan seluruh penggunaan anggaran. Seorang kepala desa yang ditemui mengungkapkan bahwa sering merasa kewalahan lantaran audit baru dilakukan setelah bertahun-tahun masa jabatan berjalan, sehingga jumlah dokumen yang harus disiapkan sangat banyak dan proses audit pun menjadi memakan waktu yang cukup lama.

Para kepala desa mempertanyakan mengapa audit tidak bisa dilakukan setiap tahun. “Kami sering kewalahan. Terkadang temuan terlalu banyak, padahal seluruh kegiatan sudah kami lakukan sesuai rencana. Akan lebih mudah jika audit dilakukan setiap tahun agar dokumen yang harus kami siapkan tidak menumpuk dan juga memudahkan proses pengecekan,” terang salah satu kepala desa. Menurut para kades, audit tahunan tidak hanya membantu efisiensi kinerja mereka, tapi juga mencegah potensi kesalahan penggunaan anggaran yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alexander H. A menyampaikan bahwa dirinya juga pernah mempertanyakan langsung kepada Plt Inspektur Inspektorat Aceh Singkil mengenai alasan audit kepala desa tidak dilakukan tiap tahun. Jawabannya, keterbatasan anggaran menjadi faktor utama yang menghambat pelaksanaan audit tahunan. Alexander menambahkan, sudah saatnya pemerintah daerah mengalokasikan anggaran secara khusus bagi Inspektorat agar instansi tersebut dapat menjalankan tugas pengawasan lebih maksimal sesuai kebutuhan di lapangan.

Dengan berbagai keluhan dan kebutuhan itu, para kepala desa berharap ada respon cepat dari pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Mereka meminta Sekda segera menerbitkan surat tugas agar Inspektorat dapat segera melakukan audit terkhusus terhadap para kades yang masa jabatan mereka akan berakhir. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban, audit secara periodik juga diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat desa dan mencegah terjadinya persoalan hukum di kemudian hari.

Permintaan audit ini merupakan bentuk kesadaran para kepala desa atas pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola dana desa. Mereka juga berharap suara dan keluhan yang telah disampaikan melalui Alexander bisa segera direspon dan menjadi pertimbangan serius bagi pemerintah Aceh Singkil. Harapannya, audit kinerja dan keuangan para kepala desa dapat dijalankan rutin setiap tahun agar tata kelola pemerintahan desa menjadi lebih baik dan profesional di masa mendatang. (RED)

Berita Terkait

Dua Siswa UPTD SPF SDN 1 Rimo Raih Medali di Kejuaraan Karo Open Karate Championship
Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan
Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie, Tegaskan Tak Ada Kompromi terhadap Narkoba
Profesor Dr Sutan Nasomal Mengklaem Dibalik Istoris! Asmidar, S.Pd. Terpilih Sebagai Ketua Pgri Perempuan Pertama di Aceh Singkil Melalui Konferensi Xxiii Pgri Cabang Kuta BaharU Akan Menjadi Ikon PGRI!!!
Masyarakat Minta Transparansi dan Dilibatkan Dalam Penyelesaian HGU di Aceh Singkil
Profesor Dr Sutan Nasomal,SH,MH Harapkan Konferensi XXIII PGRI Cabang Pulau Banyak Tahun 2026: Perkuat Solidaritas Guru, Wujudkan Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas
Tambang Emas Ilegal Meluas di Aceh Selatan, Peran Koperasi Diduga Jadi Tameng Pelanggaran
Temuan 63 ASN di Aceh Singkil Masih Terima PKH, Kemensos Instruksikan Pengembalian Dana

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:27 WIB

Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 02:21 WIB

Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Ditahan di Mako Brimob, Satu Tersangka Sakit Pascastroke

Jumat, 6 November 2026 - 02:08 WIB

Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa

Jumat, 6 November 2026 - 02:04 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal di Lingkaran Istana: Pengkhianatan Jabatan yang Ancam Stabilitas Negara

Berita Terbaru

GAYO LUES

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:55 WIB