*Rawan Kecelakaan, Ketua IWOI Subulussalam Desak BPJN dan Pemerintah Perlebar Jalan Nasional Barsela

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:30 WIB

50316 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGKIL – Ruas Jalan Nasional lintas Barat Selatan (Barsela) Aceh yang menghubungkan Kota Subulussalam dengan Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan akibat tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kecelakaan tunggal hingga longsor dilaporkan terjadi di lintasan yang dikenal memiliki medan terjal, tikungan tajam, serta minim marka dan pengaman jalan.

Terbaru, sebuah mobil Toyota Kijang Innova yang dikendarai pasangan suami istri, Rudi Simanjuntak dan Risma Tumangger, mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke jurang dan hanyut ke aliran Sungai Lae Kombih, Dusun Buluh Didi, pada Senin, 30 Maret 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa itu terjadi tepatnya di wilayah Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Kedua korban diketahui merupakan warga Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Sebelumnya, dua unit truk juga dilaporkan mengalami gagal menanjak dan terjun ke jurang di kawasan Gunung Kedabuhan pada ruas jalan nasional Subulussalam–Pakpak Bharat.

Selain itu, masyarakat juga masih mengingat sejumlah peristiwa kecelakaan dan longsor yang terjadi sejak tahun 2023 hingga 2024 di lintasan tersebut, termasuk insiden yang merenggut korban jiwa dari kalangan jurnalis asal Aceh Utara. Jalur Barsela menuju Aceh Selatan yang melewati kawasan Gunung Kapur dan Gunung Singgersing disebut sebagai salah satu titik paling rawan.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Subulussalam, Mukaribin Pohan, SH.I, mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, khususnya wilayah II, agar segera melakukan perbaikan menyeluruh, pelebaran jalan, serta pemasangan marka dan rambu-rambu pengaman di sepanjang lintasan Barsela.

Menurutnya, kondisi jalan yang sempit dan minim pengamanan sangat membahayakan para pengguna jalan, terutama kendaraan angkutan barang dan penumpang yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

“Kita melihat banyak sopir mengeluhkan kondisi jalan nasional Barsela. Jangan hanya dilakukan tambal sulam, tetapi harus ada penanganan serius demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Mukaribin.

Ia juga meminta perhatian langsung dari Kepala BPJN Aceh maupun Kementerian PUPR RI agar persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut.

“Dari tahun 2023 sampai 2026 sudah banyak kecelakaan terjadi di lintasan ini. Dengan anggaran yang ada, seharusnya pembangunan jalan nasional benar-benar memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.

Mukaribin turut mengapresiasi langkah komunitas pengemudi lintas Barsela yang sebelumnya telah melaporkan persoalan tersebut secara resmi kepada Ombudsman RI Perwakilan Aceh terkait buruknya layanan infrastruktur jalan nasional di kawasan Trumon, Aceh Selatan hingga Subulussalam dan Pakpak Bharat.

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Apkasindo Aceh, Fadhli, juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid Bancin, yang dinilai cepat merespons persoalan tersebut dengan menyurati langsung Menteri Dalam Negeri RI terkait permohonan dukungan penanganan jalan nasional rawan bencana dan kecelakaan.

“Kita memberikan dukungan agar upaya Pemerintah Kota Subulussalam segera mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat, Kementerian PU maupun BPJN,” katanya.

Fadhli berharap langkah serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil mengingat daerah-daerah tersebut sama-sama dilintasi jalur Barsela.

Ia juga meminta anggota DPR RI asal Aceh dan Sumatera Utara ikut melakukan advokasi terhadap kondisi jalan yang dinilai sangat membahayakan pengendara.

“Saya yakin tidak banyak lintasan di Pulau Sumatera yang tingkat kerawanan kecelakaannya setinggi jalur Barsela ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut perjuangan untuk mendorong perbaikan lintasan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan komunitas “Driver’s Club” Barat Selatan Aceh yang dipimpin Zulkarnain juga telah menyampaikan laporan resmi kepada Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

“Alhamdulillah laporan tersebut mendapat respons positif. Ombudsman Aceh juga telah turun langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pemerintah Kota Subulussalam,” ungkapnya.

Masyarakat dan para pengguna jalan berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki dan memperluas jalan nasional Barsela, termasuk melengkapi fasilitas keselamatan jalan, agar para pengendara merasa lebih aman dan nyaman saat melintas.

Berita Terkait

Profesor Sutan Nasomal Penanggung jawab Timpas 1 Yakin Golkar Aceh Singkil Di pimpin Safriadi Oyon SH Akan Maju Melambung,!!
Pengajian Galon Kupi ke-47 Berakhir Khidmat, Hadiah dan Kepedulian Warnai Penutupan
Sekda Aceh Singkil Diminta Terbitkan Surat Tugas Inspektorat, Para Kades Minta Audit Menjelang Akhir Masa Jabatan
Profesor Dr KH Suran Nasomal Penjab Timpas Sambut Hangat “PGRI Aceh Singkil Memulai Babak Baru, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas”
Prof Sutan Nasomal, Harapkan Presiden Prabowo Kabulkan Aspirasi Kader Pengurus Partai Kab. Aceh Singkil dan Kota Subulussalam Satu Dapil Mudahkan Pemilih!!!
Masyarakat Demo Tuntut Hak Kepada PT Nafasindo
Massa Kepung PT Socfindo Lae Butar, Tuntut Plasma, Lapangan Kerja, hingga Legalitas Operasional Pabrik
Dugaan Penganiayaan di Suro Dilaporkan ke Polisi, Unit Reskrim Bertindak Cepat

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Mantan GAM Denmark Al Mukaram Soroti 15 Persoalan Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Aksi Berani Wagub Aceh Redam Kericuhan Peringatan Hari Damai di Masjid Raya Baiturrahman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Aceh Upayakan Penyelesaian Permanen Polemik Pengibaran Bendera Bintang Bulan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Bijih Timah dari Rakyat untuk Redam Gejolak di Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Menteri Pertanian Copot 14 Pejabat Terkait Dugaan Korupsi sebagai Langkah Bersih-Bersih Kementerian

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:19 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 8.088 Triliun pada Triwulan II-2026

Berita Terbaru