HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Lebih dari 8.500 Hektare Hutan Aceh Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 17:44 WIB

50332 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh mencatat ancaman serius terhadap kawasan hutan di Aceh akibat maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Sejak 2023 hingga Juni 2026, sedikitnya 8.549,5 hektare hutan di provinsi ini rusak akibat aktivitas tambang ilegal.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Aceh, Ahmad Shalihin, menyebutkan temuan ini berdasarkan pemetaan yang dilakukan di delapan kabupaten. Kerusakan terparah terjadi di Aceh Barat dengan 3.265 hektare hutan terdampak, disusul Nagan Raya 2.962 hektare, dan Pidie 1.595 hektare. “Total dari tiga kabupaten tersebut mencapai sekitar 7.822 hektare atau 91,5 persen dari keseluruhan kawasan yang terdampak PETI,” ujar Shalihin, Selasa (1/9/2026).

WALHI Aceh memaparkan, dampak kerusakan terbesar terjadi di kawasan hutan lindung dengan total luasan 3.823 hektare. Selain itu, areal penggunaan lain (APL) tercatat seluas 2.530 hektare dan hutan produksi 1.498 hektare yang turut mengalami kerusakan. Tak hanya itu, badan air tidak luput dari dampak PETI dengan luasan sekitar 649 hektare, bahkan kawasan cagar alam seluas 14 hektare juga tercatat terpapar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerusakan hutan akibat PETI tidak hanya berdampak pada berkurangnya cadangan karbon dan jumlah pohon di kawasan hutan, tetapi juga merusak habitat satwa liar, memicu fragmentasi wilayah, serta meningkatkan ancaman pencemaran terhadap sumber air masyarakat di sekitar kawasan tambang. WALHI Aceh menilai, akumulasi dampak ini berpotensi besar merugikan ekosistem dan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

Melihat luasnya dampak dan kerentanan lingkungan yang ditimbulkan, WALHI Aceh mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum untuk serius melakukan penindakan terhadap pelaku tambang emas ilegal. Upaya penegakan hukum dinilai mendesak agar kerusakan tidak semakin meluas dan ekosistem hutan masih dapat diselamatkan.

Selain penindakan hukum, WALHI Aceh juga menekankan pentingnya peningkatan kesadaran warga sekitar hutan serta penyediaan alternatif ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas pertambangan ilegal. Organisasi ini mengajak masyarakat aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan kegiatan PETI di hutan demi menjaga warisan lingkungan. “Hutan adalah warisan untuk dijaga, bukan untuk dirusak,” tegas Ahmad Shalihin.

Hingga kini, maraknya PETI menjadi tantangan berat bagi upaya perlindungan lingkungan di Aceh, sementara kerusakan yang terjadi harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk segera bertindak nyata. (*)

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB