slot preparation.lsrs.lu

Petisi Pembubaran GRIB Jaya Muncul di Tengah Sorotan Aksi Kekerasan Pascademo DPR

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 19:07 WIB

50308 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Desakan untuk membubarkan organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya kembali mencuat setelah sebuah petisi berjudul “Bubarkan GRIB Jaya” beredar luas di platform Change.org sejak Minggu (30/8/2026). Petisi yang digagas akun Want Safe Home itu menuding GRIB Jaya terlibat dalam kericuhan pascademonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8), serta dikaitkan dengan tindak kekerasan terhadap warga sipil.

Hingga Selasa (1/9/2026), petisi tersebut telah mendapat dukungan sebanyak 18.364 tanda tangan. Dalam petisinya, pembuat menyebut GRIB Jaya harus dibubarkan karena kelompok dan anggotanya diduga melakukan kekerasan saat pecahnya kericuhan malam hari setelah aksi demonstrasi berlangsung. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah keterkaitan nama ormas tersebut dengan insiden kematian Bambang Setiawan, penjual cermin yang ditemukan tewas di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Tidak hanya itu, petisi juga menyoroti rekam jejak organisasi yang dianggap pernah terlibat intimidasi, tindak kekerasan, dan pelanggaran hukum hingga menimbulkan keresahan di masyarakat. Melalui petisi yang sama, Want Safe Home mendesak pemerintah dan aparat kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap GRIB Jaya demi memastikan rasa aman dan ketertiban publik di Ibu Kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan publik terhadap aktivitas kelompok ini kian tajam setelah munculnya sekelompok massa berikat kepala yang datang menggunakan truk ke sekitar gedung DPR RI malam hari usai aksi, seperti disampaikan politisi Ferdinand Hutahaean. Dalam unggahan Instagram pribadi, Ferdinand menilai kehadiran kelompok tersebut menunjukkan adanya dua arus masyarakat di tengah tensi politik: kelompok yang menolak dan kelompok yang mempertahankan pemerintahan.

“Ketika ada sekelompok orang yang tidak menyukai pemerintah, maka di sisi lain akan ada juga orang yang mencintai pemerintah,” tulis Ferdinand. Ia menyebut massa sebagai kelompok warga yang ingin menjaga Jakarta dari kekacauan yang bisa ditimbulkan oleh aksi-aksi anarkis. Meski demikian, Ferdinand secara tegas menolak segala bentuk kekerasan di ruang publik, baik yang dilakukan oleh massa pro ataupun kontra pemerintah, serta mengingatkan pentingnya penegakan hukum dalam setiap aksi yang berpotensi merusak ketertiban.

Petisi dengan ribuan dukungan ini menjadi perhatian baru di tengah polemik pasca-unjuk rasa yang menyisakan dugaan kekerasan dan kematian warga sipil. Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait tuntutan pembubaran ormas tersebut. Sementara pihak kepolisian masih menelusuri fakta di lapangan dan mengumpulkan keterangan sejumlah pihak yang terlibat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. (*)

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:36 WIB

Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terbaru

NASIONAL

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:48 WIB