slot preparation.lsrs.lu

Disambut Haru dan Sorak Dukungan, Yakarim Munir Resmi Keluar dari Rutan Singkil

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 22:22 WIB

50512 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singkil — Suasana penuh haru dan semangat solidaritas melingkupi halaman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Singkil pada Kamis, 22 Januari 2026. Ratusan pendukung dan kerabat memadati area sekitar rutan sejak pagi hari untuk menyambut kepulangan Yakarim Munir, yang resmi dibebaskan setelah sebelumnya menjalani masa penahanan dalam kasus yang telah menyita perhatian publik.

Keluarnya Yakarim dari rutan disambut sorak-sorai, tepuk tangan, serta teriakan penuh semangat dari para pendukung yang datang dari berbagai wilayah. Mereka membawa spanduk bertuliskan dukungan moral dan keyakinan atas ketidakbersalahan tokoh mereka. Situasi yang sempat padat oleh arus massa tetap berlangsung tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian yang disiagakan untuk menjaga kelancaran prosesi penyambutan.

Yakarim Munir keluar dari pintu rutan didampingi petugas dan tim kuasa hukum. Dengan wajah tenang dan senyum yang tidak disembunyikan, ia menyapa masyarakat yang telah menunggunya selama berjam-jam. Tangannya menjabat hangat para pendukung yang berdiri di sepanjang jalan masuk, sementara suara takbir dan kalimat syukur terdengar di antara kerumunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua tim penasihat hukum, Zahrul, S.H., dalam keterangan singkatnya menyampaikan bahwa pasca-keluarnya dari rutan, Yakarim langsung menuju kediaman untuk berkumpul bersama keluarga. Kepulangan tersebut menjadi titik akhir dari masa yang penuh tekanan dan menjadi awal dari pemulihan nama baik yang selama ini mereka perjuangkan.

“Saat ini Pak Yakarim sudah berada di rumah, berkumpul dengan keluarga, dan bersyukur atas putusan yang membebaskannya dari semua tuntutan hukum,” ujar Zahrul saat ditemui.

Sesampainya di desa, Yakarim disambut dengan prosesi adat peusijuk atau tepung tawar yang dipimpin oleh tokoh adat setempat. Acara tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas kebebasannya serta sebagai doa agar kedamaian dan kebaikan senantiasa menyertainya. Tampak pula anggota keluarga dan warga yang tak mampu membendung air mata haru, termasuk sejumlah tokoh masyarakat yang turut menghadiri penyambutan.

Salah satu tokoh adat yang memimpin prosesi menyatakan bahwa kepulangan Yakarim bukan hanya menjadi peristiwa pribadi, melainkan momen penguat bagi semangat keadilan. Ia menyebut bahwa kasus yang menjerat Yakarim semestinya tidak dibawa ke ranah pidana karena sifatnya perdata. Keputusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh yang menyatakan lepas dari segala tuntutan menjadi bukti bahwa sistem hukum masih dapat menemukan keadilannya.

Antusiasme masyarakat Singkil dalam menyambut kebebasan Yakarim Munir menggambarkan tingginya dukungan terhadap sosok yang selama ini dinilai bersikap kooperatif dan konsisten dalam menghadapi proses hukum. Banyak di antara pendukung yang mengungkapkan rasa syukur melalui media sosial, doa bersama, hingga pengalungan bunga sebagai simbol penghormatan setelah menjalani tantangan berat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai arah langkah hukum selanjutnya. Namun, publik kini menanti agar putusan yang membebaskan Yakarim Munir juga dibarengi dengan pemulihan menyeluruh atas nama baiknya, baik secara hukum maupun sosial.

Kebebasan ini menjadi penutup dari rangkaian panjang upaya hukum, sekaligus membuka lembar baru untuk refleksi bersama bahwa sistem peradilan pidana perlu lebih berhati-hati dalam menangani perkara yang bermula dari sengketa perdata. Momen kebersamaan warga yang menyambut Yakarim bukan hanya selebrasi emosi, tapi juga simbol kuat dari harapan masyarakat akan hadirnya keadilan yang tidak hanya tajam ke bawah, tetapi juga jernih dan berimbang. (*)

Berita Terkait

Dua Siswa UPTD SPF SDN 1 Rimo Raih Medali di Kejuaraan Karo Open Karate Championship
Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan
Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie, Tegaskan Tak Ada Kompromi terhadap Narkoba
Profesor Dr Sutan Nasomal Mengklaem Dibalik Istoris! Asmidar, S.Pd. Terpilih Sebagai Ketua Pgri Perempuan Pertama di Aceh Singkil Melalui Konferensi Xxiii Pgri Cabang Kuta BaharU Akan Menjadi Ikon PGRI!!!
Masyarakat Minta Transparansi dan Dilibatkan Dalam Penyelesaian HGU di Aceh Singkil
Profesor Dr Sutan Nasomal,SH,MH Harapkan Konferensi XXIII PGRI Cabang Pulau Banyak Tahun 2026: Perkuat Solidaritas Guru, Wujudkan Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas
Tambang Emas Ilegal Meluas di Aceh Selatan, Peran Koperasi Diduga Jadi Tameng Pelanggaran
Temuan 63 ASN di Aceh Singkil Masih Terima PKH, Kemensos Instruksikan Pengembalian Dana

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru