slot preparation.lsrs.lu

Dibalik Jeruji: Motif dan Alasan Pelarian Empat Tahanan dari Rutan Aceh Singkil

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 6 Juni 2025 - 00:56 WIB

50335 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singkil  – Rabu malam, 4 Juni 2025, menjadi malam yang tak biasa di Rutan Kelas II B Aceh Singkil. Sekitar pukul 22.00 WIB, empat orang tahanan berhasil melarikan diri dalam aksi yang mengejutkan dan meninggalkan banyak tanya. Keempat tahanan tersebut, yakni Paisal Bayu, Dandi Syahputra, Andre Hendrawan, dan Rajali, diduga kabur dengan cara menerobos pintu sel dan memanjat dinding tinggi menggunakan sambungan kain dari pakaian dan seprai.

Informasi awal menyebut bahwa para tahanan ini terlibat dalam kasus pencurian dan narkotika. Namun, dari berbagai keterangan yang dihimpun teropongbarat.co, aksi pelarian ini ternyata lebih dari sekadar upaya untuk menghindari hukuman. Ada tekanan psikologis, persoalan keluarga, dan kekecewaan mendalam terhadap kondisi di balik tembok rutan yang mendorong para napi tersebut mengambil langkah nekat.

Salah satu dari empat pelarian itu berhasil ditangkap kembali hanya beberapa jam setelah kabur. Dalam pemeriksaan awal, ia mengungkapkan alasan yang menyayat hati. Ia menyebut dirinya mengalami depresi berat setelah menerima kabar bahwa anaknya mengalami kecelakaan. Ia sempat mengajukan permohonan untuk kunjungan darurat, namun tidak dikabulkan. “Saya tak tahan lagi di dalam,” demikian pengakuan singkatnya kepada aparat, menurut sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, sejumlah narasumber dari kalangan warga binaan yang masih berada di dalam Rutan menyampaikan bahwa selama ini terdapat keluhan mengenai fasilitas yang minim serta perlakuan yang mereka anggap diskriminatif, khususnya terhadap napi kasus narkotika. “Mereka sering bilang ini bukan rehabilitasi, tapi penumpukan manusia,” ujar salah satu narapidana, menggambarkan kondisi ruang tahanan yang penuh sesak dan kurangnya pembinaan.

Pelarian ini pun tampaknya bukan tindakan spontan. Indikasi perencanaan telah terlihat sejak beberapa hari sebelum kejadian. Beberapa warga binaan mengaku melihat aktivitas mencurigakan dan mendengar percakapan soal kemungkinan kabur. Namun, menurut mereka, keluhan terkait kerusakan sistem pengamanan di salah satu pintu sel tidak ditindaklanjuti oleh petugas.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Joko Triyono, menyatakan bahwa pihaknya langsung melakukan penyelidikan begitu insiden diketahui. Ia tidak menutup kemungkinan adanya kelalaian prosedural atau bahkan keterlibatan dari pihak internal. “Kami sedang mendalami semua kemungkinan, termasuk apakah ada unsur kelengahan petugas atau adanya bantuan dari dalam,” tegasnya saat dikonfirmasi.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi sistem pemasyarakatan lokal. Kejadian pelarian bukan hanya menunjukkan kelemahan pengawasan, tetapi juga membuka tabir tentang tekanan mental dan kondisi sosial yang dialami para warga binaan. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan, pola pembinaan, hingga manajemen krisis di dalam Rutan dinilai sangat mendesak dilakukan.

Hingga berita ini diterbitkan, pencarian terhadap tahanan yang masih kabur masih berlangsung. Aparat kepolisian bersama petugas Rutan dan instansi terkait terus menyisir sejumlah titik yang dicurigai menjadi tempat persembunyian. Masyarakat diimbau untuk melapor jika melihat keberadaan para pelarian. Sementara itu, suara-suara yang menyerukan reformasi pemasyarakatan kembali mengemuka, mengingat bahwa di balik jeruji bukan hanya kriminalitas, tapi juga kemanusiaan yang kerap terabaikan.

Berita Terkait

Dua Siswa UPTD SPF SDN 1 Rimo Raih Medali di Kejuaraan Karo Open Karate Championship
Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan
Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie, Tegaskan Tak Ada Kompromi terhadap Narkoba
Profesor Dr Sutan Nasomal Mengklaem Dibalik Istoris! Asmidar, S.Pd. Terpilih Sebagai Ketua Pgri Perempuan Pertama di Aceh Singkil Melalui Konferensi Xxiii Pgri Cabang Kuta BaharU Akan Menjadi Ikon PGRI!!!
Masyarakat Minta Transparansi dan Dilibatkan Dalam Penyelesaian HGU di Aceh Singkil
Profesor Dr Sutan Nasomal,SH,MH Harapkan Konferensi XXIII PGRI Cabang Pulau Banyak Tahun 2026: Perkuat Solidaritas Guru, Wujudkan Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas
Tambang Emas Ilegal Meluas di Aceh Selatan, Peran Koperasi Diduga Jadi Tameng Pelanggaran
Temuan 63 ASN di Aceh Singkil Masih Terima PKH, Kemensos Instruksikan Pengembalian Dana

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:04 WIB

DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader

Kamis, 5 November 2026 - 17:31 WIB

Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan

Kamis, 5 November 2026 - 11:29 WIB

Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Berita Terbaru