Belompong : Tradisi Berburu Belalang di Tanah Gayo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 8 Oktober 2025 - 19:24 WIB

50471 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bener Meriah Baranewsaceh.com |  Di bawah temaram lampu petromaks dan cahaya bulan yang menggantung di langit Gayo, suara-suara riang anak muda dan orang tua dulu kerap terdengar di tengah hamparan sawah. Mereka membawa jaring dan karung goni, berjalan beriringan sambil menembangkan jangin, nyanyian khas yang menjadi pembuka tradisi belompong atau berburu belalang di malam hari.

Belompong bukan sekadar kegiatan mencari belalang untuk lauk. Ia adalah warisan budaya dan kearifan lokal masyarakat Gayo, yang telah hidup turun-temurun di tiga kabupaten serumpun: Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

“Dulu, kalau sudah panen padi, orang ramai-ramai turun ke sawah malam hari. Bukan untuk bekerja, tapi berburu belalang. Itu hiburan kami setelah lelah di sawah” ungkap Zaini Aman Nazwa permerhati budaya Bener Meriah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam tradisi belompong, tak ada batas usia. Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut serta. Selain menjadi sumber pangan bergizi tinggi, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi warga kampung.

“Kalau dulu, belompong itu jadi ajang berkumpul. Ada yang bernyanyi, ada yang bercerita. Kadang hasilnya dimasak bersama. Rasanya gurih dan lezat,” kenang Aman Daffa salah seorang pemerhati budaya asa Gayo Lues.

Menariknya, sebelum turun ke sawah, masyarakat Gayo dulu selalu melantunkan tembang jangin — semacam mantra atau doa pembuka penuh makna. Salah satu syairnya berbunyi:
“Lompong minyak nome i tetusuk, Rasa sejuk minah ku ulung tau, rasa bau minah ku ulung nawal, rasa gatal tengkaman urum pumu.”

Tembang ini dipercaya sebagai simbol penghormatan terhadap alam, sekaligus penyemangat sebelum memulai perburuan malam.

Kini, tradisi belompong perlahan memudar, tergerus kemajuan zaman dan perubahan gaya hidup masyarakat. Namun, di balik itu, belalang ternyata menyimpan nilai gizi yang tinggi.

Menurut penelitian University of State Mexico (USM), belalang mengandung protein hingga 77 persen dan lemak yang sangat rendah — bahkan lebih tinggi dibanding beberapa jenis ikan.

“Kalau kita lihat dari segi nutrisi, belalang ini luar biasa. Jadi tidak ada salahnya jika tradisi belompong kembali digairahkan, bukan hanya untuk melestarikan budaya, tapi juga memperkenalkan sumber protein lokal kepada generasi muda,” Selain nilai gizi, tradisi ini juga menjadi sarana belajar bahasa dan pengetahuan lokal Gayo, seperti mengenal ragam jenis belalang yang disebut lompong.

Masyarakat Gayo mengenal banyak jenis lompong dengan nama-nama khas dan unik: Lompong minyak, lompong batu, lompong eres, lompong ganir, lompong muyum (bucum), lompong gadung, lompong tai nasu, lompong tongok, letok, lompong jangko, lompong papan, lompong betung (keben), lompong kero, hingga udang deret.

Nama-nama itu bukan sekadar sebutan, melainkan representasi dari kekayaan bahasa dan ekologi Gayo yang lahir dari kedekatan manusia dengan alam.

Kini, di tengah arus modernisasi, mungkin hanya segelintir orang yang masih mengenang dan melestarikan tradisi ini. Namun bagi sebagian masyarakat Gayo, belompong tetap hidup dalam ingatan dan nyanyian jangin, kisah tentang manusia, alam, dan kebersamaan yang tak lekang dimakan waktu. (Dani).

Berita Terkait

Viral! Pemuda Aceh Jadi Sorotan Setelah Cerita Pengalaman Bermain Slot Gacor yang Mengejutkan
Banjir Belum Usai, Kelangkaan BBM Makin Menjerat Warga Gayo Lues: Sorotan Tajam pada Etika Pejabat
Kecanduan Judol, Nyawa Ibu Kandung Melayang
Pelaku UMKM Kini Bisa Ganti Background Foto Produk Sendiri Tanpa Biaya Mahal 
Saat Al Aqsha Dikunci, Dimana Perisai Umat?
Ulama Muda Aceh Dukung Tgk. Habibi di Ajang AKSI Indonesia 2026
Pengadaian Tidak Resmi Alias ilegal Bisa Dibawa ke Ranah Hukum?

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:08 WIB

Tragedi Pejompongan: Jejak Kekerasan dan Dilema Penghapusan Video

Rabu, 2 September 2026 - 02:28 WIB

Ubedilah Badrun Tegaskan Demo 27 Agustus Cermin Kegelisahan dan Kemarahan Publik pada Korupsi

Rabu, 2 September 2026 - 02:25 WIB

Bakom Minta Publik Percayakan Proses Hukum dalam Kasus Kematian Penjual Cermin di Pejompongan

Rabu, 2 September 2026 - 02:17 WIB

Praktisi Hukum Tegaskan Penanganan Kamtibmas Adalah Kewenangan Polisi, Bukan Ormas

Rabu, 2 September 2026 - 02:07 WIB

Mutasi Polri, Kombes Carlie Syahputra Bustamam Jabat Kabid Propam Polda Aceh

Selasa, 1 September 2026 - 19:20 WIB

Pengamat Hukum: Pelibatan Ormas Bubarkan Massa Aksi Langgar Konstitusi dan Ancam Demokrasi

Selasa, 1 September 2026 - 19:11 WIB

Negara Kembali Kuasai 111,71 Hektar Lahan Konservasi di Tahura Bukit Soeharto

Selasa, 1 September 2026 - 19:07 WIB

Petisi Pembubaran GRIB Jaya Muncul di Tengah Sorotan Aksi Kekerasan Pascademo DPR

Berita Terbaru