Satu Bulan Banjir Aceh Tamiang, TNI-Polri Bersinergi Kuras Genangan di Markas Kompi Yonif 111

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:53 WIB

50224 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang  | Genap satu bulan sudah banjir melanda wilayah Aceh Tamiang sejak pertama kali menerjang kawasan tersebut pada akhir November lalu. Hingga hari ini, Selasa, 26 Desember 2026, dampak dari bencana itu masih menyisakan genangan air di beberapa titik, termasuk di lingkungan markas militer Kompi Senapan A Yonif 111/Karma Bakti. Genangan air yang tak kunjung surut ini mengganggu aktivitas serta operasional satuan, mendorong berbagai pihak untuk turun tangan membantu.

Sebagai bentuk tindak lanjut penanggulangan dampak banjir, pasukan gabungan dari Korps Brimob Polri dan Brimob Polda Aceh dikerahkan untuk mendukung proses pengurasan air di kawasan markas Kompi Senapan A. Menggunakan peralatan khusus seperti pompa air berkapasitas besar dan perlengkapan penunjang lainnya, proses pemompaan dilakukan secara intensif agar kondisi lingkungan markas bisa kembali normal.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ipda Roy selaku Pasi Provos Pasukan Brimob 1 Korbrimob Polri. Ia menyampaikan bahwa kehadiran tim Brimob di markas TNI ini merupakan wujud nyata sinergi antara dua institusi dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di sini, kami membantu kompi senapan untuk menyedot air yang tergenang di markas kompi senapan,” ujar Ipda Roy kepada para wartawan di lokasi. Ia menambahkan bahwa keterlibatan Brimob tidak hanya sebatas bantuan teknis, tapi juga sebagai simbol kuatnya kerja sama dua instansi dalam merespons kondisi darurat. “Ini salah satu bentuk sinergitas antara Polri dan TNI, yang harus saling membantu dan mendukung. Di atas kepentingan institusi, yang utama adalah kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.

Peran serta Brimob dalam membantu satuan TNI ini mendapatkan sambutan positif dari pihak Kompi Senapan A. Komandan Kompi, Kapten Inf Rio, menyampaikan ucapan terima kasih atas keterlibatan personel Brimob Polri yang menurutnya sangat membantu dalam mengatasi hambatan fisik yang saat ini dihadapi markasnya.

“Pagi ini kami kedatangan rekan-rekan dari Brimob Polri, membantu kami menyedot sisa genangan air di kompi. Saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh bapak-bapak sekalian. Ini sangat bermanfaat untuk kesiap-siagaan dan operasional kami,” ujar Kapten Rio.

Ia juga menyampaikan harapan agar kolaborasi antara TNI dan Polri bisa terus terjaga dan bahkan semakin diperkuat, terutama dalam situasi krisis seperti bencana alam yang saat ini masih membelenggu masyarakat Aceh Tamiang.

“Kedepan, TNI-Polri harus semakin solid. Di tengah bencana seperti ini, kita harus kompak dan solid membantu pemerintah serta masyarakat dalam mengatasi bencana,” pungkasnya.

Hingga hari ini, banjir di Aceh Tamiang memang belum sepenuhnya surut total. Meskipun debit air di sungai-sungai utama mulai menurun, kawasan dataran rendah dan permukiman di sekitar bantaran sungai masih terjebak genangan. Penanganan darurat dan upaya pemulihan infrastruktur pun terus dilakukan oleh berbagai unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan. Bantuan logistik, layanan kesehatan, serta pemulihan sarana transportasi menjadi prioritas dalam tahap lanjutan penanganan bencana.

Kegiatan seperti yang dilakukan di markas Kompi Senapan A menjadi contoh konkret pentingnya kerja sama lintas institusi. Tidak hanya berfokus pada masyarakat terdampak secara langsung, perhatian terhadap kesiapan markas dan personel keamanan juga menjadi bagian penting dalam menjamin stabilitas dan kelancaran dukungan logistik serta bantuan keselamatan warga.

Banjir berkepanjangan di Aceh Tamiang telah menggugah rasa solidaritas bersama lintas lembaga dan masyarakat. Harapan besar tertuju pada pemulihan yang lebih cepat, terutama dengan kolaborasi yang kian erat antara aparat keamanan dan unsur pemerintah. Situasi ini menjadi momentum pengingat pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi bencana, serta perlunya infrastruktur pendukung mitigasi yang lebih kuat di wilayah rawan banjir seperti Aceh Tamiang. (*)

Berita Terkait

Relawan Sukma Bangsa dan Fisipol UGM Mengajar di Pengungsian Aceh
Pascabencana, ICU RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Kembali Beroperasi
Akselerasi BOSP, Guru di Aceh Tamiang Apresiasi Menteri Pendidikan
Kolaborasi Bea Cukai Langsa dan Relawan Yayasan Masjid Al-Falah Surabaya Salurkan Bantuan hingga Dusun Sulit Akses di Aceh Tamiang
Bea Cukai Langsa Bersama Tim Bea Cukai Peduli Kanwil DJBC Sumatera Utara Hadir Bantu Warga Aceh Tamiang
Bea Cukai Langsa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang
Polri Bangun Ratusan Sumur Bor di Aceh Tamiang untuk Pulihkan Akses Air Bersih Pascabencana
Zona Anak Hadir Pascabencana di Aceh Tamiang, Wujud Kepedulian terhadap Pemulihan Psikososial Anak

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:38 WIB

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolres Nagan Raya Coffee Morning Bersama Advokat dan Pengacara

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:34 WIB

Satlantas Polres Nagan Raya Gencar Tertibkan Knalpot Brong, Libatkan Peran Orang Tua dan Aparat Desa

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:25 WIB

Sat Reskrim Polres Nagan Raya Tahan Sopir Air Kemasan Gelapkan Uang Perusahaan Hampir Rp89 Juta

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:12 WIB

Zainal Abidin Kades Keude Linteung Buka Secara Resmi Musrenbang Desa tahun 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:01 WIB

Jangan Hanya Butuh Saat Pencitraan Saja : YARA Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Wartawan Yang Korban Banjir

Senin, 19 Januari 2026 - 20:45 WIB

Wilmar dan Luka Agraria: Saat Negara Membiarkan Rakyat Terpinggirkan

Minggu, 18 Januari 2026 - 16:31 WIB

Sambut Isra Mikraj 1447 H, Pemkab Nagan Raya Gelar Tausiah di Masjid Giok

Minggu, 18 Januari 2026 - 16:23 WIB

Sat Reskrim Polres Nagan Raya Berhasil Amankan Terduga Pelaku Judi Online Jenis Slot

Berita Terbaru