Pulihkan Hutan Pascabencana, Ratusan Relawan Tanam 2.000 Pohon di Mendale

J.PORANG

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:13 WIB

50395 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah. Baranewsaceh.co –
Semangat menjaga kelestarian lingkungan menggema di kawasan Hutan Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, saat ratusan relawan dari berbagai unsur masyarakat menggelar Gerakan Hijau 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan penghijauan ini menjadi simbol kepedulian bersama terhadap pemulihan kawasan hutan yang terdampak banjir dan longsor besar yang melanda Aceh dan Sumatera pada November 2025 lalu. Mendale merupakan salah satu wilayah yang mengalami kerusakan cukup serius akibat bencana tersebut.

Gerakan ini diinisiasi oleh Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Peteri Pukes dengan dukungan pendanaan dari Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) serta bantuan sebanyak 2.000 bibit pohon dari Poniman Pentos, tokoh lingkungan asal Kabupaten Bener Meriah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, mulai dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Komunitas Sahabat Safar, Kader Lingkungan Aceh, komunitas pecinta alam, Koperasi Wisata Alam Gayo, mahasiswa, pelajar, Yayasan Gapai Pelita Ilmu Bener Meriah, OSIS SMA Negeri 2 Bandar, hingga masyarakat Kampung Mendale.

Reje Kampung Mendale, Syaifullah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap pemulihan kawasan hutan dan daerah terdampak bencana.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Kehadiran para relawan hari ini menunjukkan bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Dukungan penuh juga disampaikan Camat Kebayakan, Nashrin, S.Sos. Menurutnya, gerakan penghijauan seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko bencana dan menjaga keseimbangan lingkungan.

“Kami siap mendukung dan memfasilitasi kegiatan serupa agar terus berlanjut. Upaya pelestarian hutan harus menjadi gerakan bersama yang berkesinambungan,” katanya.
Hal senada disampaikan Badrul Irfan dari Yayasan HAkA. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga lingkungan dalam menjaga kawasan hutan Aceh yang memiliki nilai ekologis tinggi.

Sementara itu, Ketua BKMT Aceh Tengah, Vitriani, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan gerakan penghijauan sebagai budaya bersama.
“Gerakan ini tidak boleh berhenti sampai di sini. Ini harus menjadi awal lahirnya gerakan-gerakan penghijauan lainnya. Saya berharap kegiatan serupa dapat dilakukan di seluruh 14 kecamatan di Aceh Tengah,” tegasnya.

Setelah seremoni pembukaan, para relawan bergerak menuju lima titik penanaman di kawasan Mendale. Sebanyak 2.000 bibit pohon, terdiri atas mahoni, mindi, dan durian, ditanam sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lahan dan pemulihan tutupan hutan.

Community Organizer Yayasan HAkA yang mendampingi LPHK Peteri Pukes, Abdul Hadi, mengatakan bahwa Hutan Mendale memiliki peran strategis bagi keberlangsungan ekosistem di kawasan Danau Lut Tawar.
“Hutan Mendale merupakan daerah hulu yang menopang ketersediaan air Danau Lut Tawar dan menjadi sumber aliran air bagi empat kabupaten di wilayah hilir. Karena itu, menjaga hutan ini berarti menjaga kehidupan masyarakat yang bergantung padanya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
“Mari saling menguatkan dan bergandengan tangan memulihkan Tanoh Gayo. Jika bukan sekarang, kapan lagi. Jika bukan kita, siapa lagi,” pungkasnya.

Gerakan Hijau 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan lembaga lingkungan mampu menghadirkan harapan baru bagi pemulihan hutan dan keberlanjutan ekosistem di Tanah Gayo.
Penulis: Indah Mayasary. (Dani)

Berita Terkait

Banjir Belum Usai, Kelangkaan BBM Makin Menjerat Warga Gayo Lues: Sorotan Tajam pada Etika Pejabat
Operasi Besar Ditres Siber Polda Jabar Bongkar Jaringan Judi Online Internasional Berbasis Aplikasi
BBM Kurang Atau Banyak Kendaraan Baru Hingga Harus Membeli Pertalit Hitam
Menembus Batas dari Gayo Lues: Syafira Sabet Perunggu Panjat Tebing O2SN Aceh
SMP Negeri 1 Bukit Gelar Prosesi Adat Penyerahan Murid Ku Tengku Guru
Pemberontakan Kegamangan Eksistensialis Manusia
Gayo Lues dan Ancaman Paceklik yang Datang Perlahan
Bener Meriah Raih 11 Medali Emas, 10 Medali Perak Dan 7 Medali Perunggu

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:33 WIB

Sekda Aceh Singkil Diminta Terbitkan Surat Tugas Inspektorat, Para Kades Minta Audit Menjelang Akhir Masa Jabatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:30 WIB

*Rawan Kecelakaan, Ketua IWOI Subulussalam Desak BPJN dan Pemerintah Perlebar Jalan Nasional Barsela

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:42 WIB

Prof Sutan Nasomal, Harapkan Presiden Prabowo Kabulkan Aspirasi Kader Pengurus Partai Kab. Aceh Singkil dan Kota Subulussalam Satu Dapil Mudahkan Pemilih!!!

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:06 WIB

Masyarakat Demo Tuntut Hak Kepada PT Nafasindo

Rabu, 15 April 2026 - 03:37 WIB

Massa Kepung PT Socfindo Lae Butar, Tuntut Plasma, Lapangan Kerja, hingga Legalitas Operasional Pabrik

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:45 WIB

Dugaan Penganiayaan di Suro Dilaporkan ke Polisi, Unit Reskrim Bertindak Cepat

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:30 WIB

Bea Cukai Meulaboh Perkuat Sinergi DBHCHT dan Tebar Literasi Kepabeanan bagi Generasi Muda Aceh Singkil

Jumat, 23 Januari 2026 - 22:22 WIB

Disambut Haru dan Sorak Dukungan, Yakarim Munir Resmi Keluar dari Rutan Singkil

Berita Terbaru