HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Membangun Kemandirian Mustahik Melalui Ekosistem Produktif

J.PORANG

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:10 WIB

50304 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Opini: H. Winnur Wajda, M.M.

Di tengah kondisi perekonomian yang masih penuh tantangan, meningkatnya biaya hidup dan terbatasnya peluang usaha menjadi persoalan yang dirasakan banyak keluarga, khususnya kelompok masyarakat yang tergolong asnaf, fakir, miskin, serta anak-anak yatim. Dalam situasi seperti ini, keberadaan Baitul Mal sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah memiliki peran yang sangat strategis dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini, bantuan yang bersifat konsumtif tentu tetap diperlukan, terutama untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak seperti pangan, kesehatan, pendidikan, maupun kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang tidak dapat diabaikan. Namun demikian, tantangan ekonomi yang semakin kompleks menuntut adanya pendekatan yang lebih inovatif dan berorientasi jangka panjang.

Sudah saatnya Baitul Mal memperkuat kebijakan yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem ekonomi produktif bagi para mustahik. Tujuannya bukan sekadar membantu masyarakat bertahan hidup, melainkan membantu mereka bangkit, bekerja, berusaha, dan pada akhirnya mampu mandiri secara ekonomi.

Ekosistem produktif yang dimaksud dapat diwujudkan melalui berbagai program, seperti bantuan modal usaha mikro, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, pengembangan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, hingga pemberian akses pasar terhadap produk yang dihasilkan mustahik. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada proses penyaluran, tetapi berlanjut hingga terciptanya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan penerima manfaat.

Bagi anak-anak yatim, perhatian tidak cukup hanya dalam bentuk santunan rutin. Mereka perlu dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki keterampilan, pendidikan, dan kemampuan bersaing di masa depan. Program pelatihan kerja, beasiswa vokasi, magang usaha, maupun pembinaan kewirausahaan dapat menjadi investasi sosial yang sangat berharga bagi masa depan mereka.

Konsep pemberdayaan ini sejatinya sejalan dengan semangat zakat dalam Islam. Zakat bukan hanya instrumen untuk mengurangi kesenjangan sosial, tetapi juga sarana untuk mengangkat derajat mustahik agar suatu saat mampu keluar dari lingkaran kemiskinan. Bahkan dalam banyak literatur ekonomi Islam, keberhasilan pengelolaan zakat diukur dari kemampuan mustahik bertransformasi menjadi muzakki.

Tentu membangun ekosistem produktif bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan perencanaan yang matang, data yang akurat, kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, penyuluh lapangan, serta dukungan masyarakat. Namun langkah ini patut menjadi perhatian bersama karena dampaknya jauh lebih luas dan berkelanjutan.

Baitul Mal memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi umat. Dengan mengedepankan program-program produktif yang terukur dan berkesinambungan, dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi alat bantu sesaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu melahirkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan bermartabat.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah lembaga sosial bukan hanya terlihat dari banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari seberapa banyak penerima bantuan yang berhasil bangkit, memiliki pekerjaan, mengembangkan usaha, dan menjalani kehidupan yang lebih sejahtera. Inilah cita-cita besar yang layak terus diperjuangkan bersama demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Cekcok Suami Istri Berujung Vila Terbakar di Bener Meriah, Kerugian Rp 500 Juta dan Seorang Perempuan Jadi Tersangka
Bener Meriah Gelar Dialog Budaya Gayo Dalam Rangka Peringatan Hari Budaya Tahun 2026
Banjir Kembali Mengancam Kampung Agusen, BPBD Gayo Lues Dirikan Empat Tenda Darurat
BPBD Gayo Lues Siapkan Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pekerjaan Ditargetkan Mulai 19 Oktober
Ada Apa Dengan PWI Aceh …?
Kepsek SMAN Plus Riau Luruskan Isu LKBB, Tegaskan Jaga Kepercayaan Sponsor
Pemberdayaan Perempuan Tim Penggerak PKK Desa Padang Luas Melalui Pelatihan Budidaya Jamur Merang Skala Rumah Tangga Berbasis Tandan Kosong Kelapa Sawit Menggunakan Keranjang Sampah
Proyek Pembangunan Jembatan Layang Enang – Enang Segera Dimulai. Pagu Anggaran Rp 800 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru