slot preparation.lsrs.lu

Membangun Kemandirian Mustahik Melalui Ekosistem Produktif

J.PORANG

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:10 WIB

50328 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Opini: H. Winnur Wajda, M.M.

Di tengah kondisi perekonomian yang masih penuh tantangan, meningkatnya biaya hidup dan terbatasnya peluang usaha menjadi persoalan yang dirasakan banyak keluarga, khususnya kelompok masyarakat yang tergolong asnaf, fakir, miskin, serta anak-anak yatim. Dalam situasi seperti ini, keberadaan Baitul Mal sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah memiliki peran yang sangat strategis dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini, bantuan yang bersifat konsumtif tentu tetap diperlukan, terutama untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak seperti pangan, kesehatan, pendidikan, maupun kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang tidak dapat diabaikan. Namun demikian, tantangan ekonomi yang semakin kompleks menuntut adanya pendekatan yang lebih inovatif dan berorientasi jangka panjang.

Sudah saatnya Baitul Mal memperkuat kebijakan yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem ekonomi produktif bagi para mustahik. Tujuannya bukan sekadar membantu masyarakat bertahan hidup, melainkan membantu mereka bangkit, bekerja, berusaha, dan pada akhirnya mampu mandiri secara ekonomi.

Ekosistem produktif yang dimaksud dapat diwujudkan melalui berbagai program, seperti bantuan modal usaha mikro, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, pengembangan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, hingga pemberian akses pasar terhadap produk yang dihasilkan mustahik. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak berhenti pada proses penyaluran, tetapi berlanjut hingga terciptanya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan penerima manfaat.

Bagi anak-anak yatim, perhatian tidak cukup hanya dalam bentuk santunan rutin. Mereka perlu dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki keterampilan, pendidikan, dan kemampuan bersaing di masa depan. Program pelatihan kerja, beasiswa vokasi, magang usaha, maupun pembinaan kewirausahaan dapat menjadi investasi sosial yang sangat berharga bagi masa depan mereka.

Konsep pemberdayaan ini sejatinya sejalan dengan semangat zakat dalam Islam. Zakat bukan hanya instrumen untuk mengurangi kesenjangan sosial, tetapi juga sarana untuk mengangkat derajat mustahik agar suatu saat mampu keluar dari lingkaran kemiskinan. Bahkan dalam banyak literatur ekonomi Islam, keberhasilan pengelolaan zakat diukur dari kemampuan mustahik bertransformasi menjadi muzakki.

Tentu membangun ekosistem produktif bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan perencanaan yang matang, data yang akurat, kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, penyuluh lapangan, serta dukungan masyarakat. Namun langkah ini patut menjadi perhatian bersama karena dampaknya jauh lebih luas dan berkelanjutan.

Baitul Mal memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi umat. Dengan mengedepankan program-program produktif yang terukur dan berkesinambungan, dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi alat bantu sesaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu melahirkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan bermartabat.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah lembaga sosial bukan hanya terlihat dari banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari seberapa banyak penerima bantuan yang berhasil bangkit, memiliki pekerjaan, mengembangkan usaha, dan menjalani kehidupan yang lebih sejahtera. Inilah cita-cita besar yang layak terus diperjuangkan bersama demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Graha Citra Karsa Tawarkan Hunian Modern, Legalitas SHM dan Skema Pembayaran Fleksibel
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih
Rating Google 4,8, Keluhan Pasien RSUMAK Gayo Lues Justru Muncul, Fasilitas Medis Dipertanyakan
Panglima Jilah Gandeng Habib Abu Djibril Basyaiban, Sinergi Doa dan Aksi untuk Menanggulangi Karhutla di Kalimantan
Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Peringati Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, MGMP Bahasa Indonesia Gelar Lomba Tingkat SMP di Gayo Lues
Arief Martha Rahadyan: Dorong Investasi Nasional Jadi Motor Kesejahteraan Rakyat
Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie, Tegaskan Tak Ada Kompromi terhadap Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:33 WIB

Pastikan Demokrasi Desa Berjalan Aman, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Pantau Pengamanan Pilkades Serentak 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 06:43 WIB

Roni Desky Kabag Umum, Bungkam Terkait Dugaan kasus Korupsi Milyaran Mamin di Sekretariat Agara

Sabtu, 7 November 2026 - 01:16 WIB

Kapolsek Bambel Pantau Personel Pengamanan Pilkades di kecamatan Bambel dan kecamatan Lawe Sumur

Jumat, 6 November 2026 - 17:16 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Gelar Subuh Keliling dan Jumat Curhat

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD ke-130 Lanjut Membuat Gorong-gorong ke Empat

Sabtu, 7 Nov 2026 - 14:09 WIB