KUTACANE | Momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Aceh Tenggara, Zahrul Akmal, S.STP, MM, untuk mengajak masyarakat memperkuat nilai ketakwaan dan kepedulian sosial melalui semangat berkurban.
Ucapan tersebut disampaikan Zahrul Akmal dalam pesan Hari Raya Idul Adha yang beredar di tengah masyarakat Aceh Tenggara menjelang perayaan 10 Zulhijjah 1447 Hijriah atau tahun 2026. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan tahunan, melainkan momentum penting untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Dengan berkurban, kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama,” demikian pesan yang disampaikan dalam ucapan Hari Raya Idul Adha tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Zahrul Akmal, semangat pengorbanan yang diajarkan dalam Idul Adha memiliki makna mendalam bagi kehidupan bermasyarakat, terutama dalam membangun rasa empati dan solidaritas di tengah kondisi sosial yang terus berkembang. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai pengingat pentingnya berbagi rezeki kepada warga yang membutuhkan.
Ia juga berharap momentum hari besar keagamaan itu mampu memperkuat hubungan antarmasyarakat di Aceh Tenggara, sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat daerah tersebut.
Selain menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha, Zahrul Akmal turut mengajak seluruh aparatur kampung dan masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan Idul Adha sendiri menjadi salah satu hari besar umat Islam yang identik dengan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Di berbagai daerah, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kemanusiaan melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Di Aceh Tenggara, suasana Idul Adha setiap tahunnya selalu disambut dengan antusias oleh masyarakat. Tradisi kebersamaan, pelaksanaan salat Id, hingga penyembelihan hewan kurban menjadi bagian dari syiar keagamaan yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Dalam suasana itu, pesan-pesan persatuan dan kepedulian sosial kembali digaungkan agar semangat Idul Adha tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. (*)

































































