HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar Pihak Besar dalam Dugaan Korupsi MBG, Pengajuan Justice Collaborator Didorong Berbagai Pihak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 17:22 WIB

50355 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Pusaran dugaan korupsi dalam tata kelola program MBG yang menjadi prioritas nasional kini memasuki babak baru. Salah seorang tersangka, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, melalui tim kuasa hukumnya, menyatakan kesiapan membongkar fakta-fakta dugaan keterlibatan oknum berpengaruh dalam kasus yang menyeret para pejabat tinggi lembaga tersebut.

Keputusan Sony Sonjaya untuk mengajukan diri sebagai justice collaborator dinilai membuka harapan baru, baik bagi penegakan hukum maupun komitmen pemerintah dalam membersihkan program-program prioritas dari praktik korupsi. Kuasa hukum Sony menegaskan kliennya memiliki bukti kuat adanya tekanan serta perintah langsung dari individu yang memiliki kekuasaan besar, tidak hanya berasal dari level eksekutif tetapi juga legislatif, hingga unsur organisasi tertentu. Disebutkan, Sony bahkan tidak memiliki ruang menolak perintah tersebut karena kekuatan posisi oknum yang terlibat.

Gerakan partai politik hingga organisasi masyarakat turut menyikapi perkembangan terbaru ini. Partai Gerindra terang-terangan menyatakan dukungan terhadap pengusutan tuntas dugaan korupsi di lingkungan program prioritas nasional. Komitmen tersebut direpresentasikan dengan mendorong Kejaksaan Agung untuk tidak ragu mengusut tuntas, termasuk mengakomodasi pengajuan Sony sebagai justice collaborator agar seluruh aktor utama yang diduga terlibat bisa dibuka ke publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dukungan serupa diutarakan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman. Menurut Boyamin, permohonan justice collaborator yang diajukan Sony Sonjaya diharapkan dapat diterima Kejaksaan. Ia menilai potensi untuk mengurai dan mempercepat pembongkaran kasus akan jauh lebih besar dengan adanya keterangan dari internal lingkaran kasus. “Nyanyian” Sony diyakini memiliki arti penting dalam membuka tabir dugaan kejahatan tata kelola yang menjerat institusi yang seharusnya menjadi pejuang dalam memenuhi kebutuhan gizi rakyat.

Sinyal tanda bahaya dan perlunya evaluasi besar-besaran di bidang pengelolaan program prioritas negara sebenarnya sudah muncul sejak awal. Bivitri Susanti, aktivis antikorupsi sekaligus dosen STH Indonesia Jentera, menegaskan bahwa banyak indikasi dugaan korupsi dalam tata kelola MBG telah teridentifikasi sejak masa-masa sebelumnya. Bivitri menyatakan kasus ini seharusnya menjadi titik refleksi bagi semua pihak terkait, sebab integritas tata kelola program vital seperti MBG menyangkut langsung kepentingan publik.

Dalam kasus MBG, selain Sony Sonjaya, terdapat dua pejabat lain yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta mantan Wakil Kepala BGN lainnya, Lodewyk J. Pusung. Ketiganya dicurigai punya peranan kunci dalam praktik penyimpangan dana dan kebijakan, meskipun masing-masing membantah menjadi aktor utama maupun perencana tindak pidana korupsi.

Hingga saat ini, publik dan para pengamat hukum menilai, apakah langkah Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai justice collaborator merupakan inisiatif murni demi kepentingan penegakan hukum, atau strategi pribadi untuk mendapatkan keringanan hukuman, masih harus diuji secara terbuka. Elza Syarief selaku kuasa hukum Sony menegaskan bahwa kliennya siap total bekerja sama dan mengungkap seluruh pihak yang terlibat sebagai bentuk tanggung jawab moral serta upaya membantu negara.

Di sisi lain, Laode M. Syarif, mantan Wakil Ketua KPK, menekankan peran keterangan justice collaborator memang sangat krusial dalam membongkar jaringan tindak pidana korupsi terstruktur, tetapi mekanismenya tetap harus diawasi ketat agar hakikat keadilan tidak tergadaikan oleh kepentingan pragmatis.

Respons Kejaksaan Agung sendiri masih dinantikan publik luas terkait apakah permohonan status justice collaborator dari Sony Sonjaya akan dikabulkan. Sikap tegas, transparansi, serta keberanian membuka aktor-aktor yang selama ini tersembunyi dinilai menjadi penentu keberhasilan penegakan hukum dalam kasus yang menguji komitmen anti-korupsi negara ini. Sementara proses hukum terus berlangsung, harapan masyarakat tertuju pada terungkapnya kebenaran sesungguhnya, serta vonis yang adil terhadap seluruh pihak yang terbukti bersalah dalam pusaran korupsi MBG. (*)

Berita Terkait

14 Orang Ditangkap di BNPB, Uang Tunai dan Emas Batangan Disita KPK, Ada Apa di Balik Dana Siap Pakai?
Hercules Rosario Marshall Terseret Kasus Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Rp 800 Juta
KPK Sita Uang Tunai Logam Mulia dalam OTT di BNPB, Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai
OTT KPK di BNPB dan Dugaan Kejanggalan Terkait Proyek Sumur Bor Aceh ?
BNPB Tegaskan Tak Intervensi Penyidik Usai OTT KPK Seret Pejabatnya
KPK Amankan Sestama BNPB dan 13 Orang Lain dalam OTT Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa
Rusli Zainudin Bongkar Sisi Gelap Manusia Modern Lewat Lagu Hipdut “Budak Cinta”
Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden Perintahkan BNN Polri TNI Bersatu Brantas Narkoba. Indonesia Harus Bebas Narkotika, Lembaga Intitusi Harus Bersih !!!

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru