slot preparation.lsrs.lu

Relawan Sukma Bangsa dan Fisipol UGM Mengajar di Pengungsian Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:53 WIB

50501 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan mengajar Relawan Pendidikan Sukma Bangsa dan Fisipol UGM di Desa Ketol, Aceh Tengah. Foto: Istimewa

Kegiatan mengajar Relawan Pendidikan Sukma Bangsa dan Fisipol UGM di Desa Ketol, Aceh Tengah. Foto: Istimewa

Banda Aceh, 21 Januari 2026 –  Relawan Pendidikan Sekolah Sukma Bangsa (SSB) bersama Fisipol UGM Mengajar terus melakukan pendampingan pembelajaran bagi siswa terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh.

Para relawan saat ini beraktivitas langsung di lokasi pengungsian dan sekolah darurat yang melaksanakan proses belajar mengajar di tenda.

Hal ini dilaporkan Koordinator Relawan, Victor Yasadana alias Tongky sebagai pada Rabu, 21 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tim relawan berkegiatan di Serempah, tempat SD Negeri 10 Ketol, Kecamatan Ketol menjalankan pembelajaran di tenda darurat. Selain itu, pendampingan juga dilakukan di SMP Negeri 9 Bintang, Kecamatan Bintang, SD Negeri 11 Linge di Pantan Nangka, Kecamatan Linge, serta SMP Negeri 22 Lut Tawar, Takengon.

Relawan pendidikan juga bergerak di wilayah lain, seperti Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, serta Aceh Tamiang. “Untuk memastikan kegiatan belajar anak-anak tetap berlangsung pascabencana,” imbuh Tongky.

Dalam waktu dekat, sekitar 60 relawan baru dijadwalkan mengikuti pelatihan di Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Pidie pada 28–30 Januari 2026. Setelah pelatihan, para relawan tersebut akan diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk rencana penempatan di Gayo Lues.

Seiring kondisi mulai membaik, sejumlah sekolah, terutama yang bangunannya tidak mengalami kerusakan berat berangsur kembali melaksanakan pembelajaran secara normal.

Namun, pihak relawan berharap adanya dukungan informasi dari pemerintah daerah terkait sekolah-sekolah yang masih belajar di tenda atau di lokasi pengungsian, setidaknya hingga menjelang Ramadan 2026.

“Informasi tersebut dibutuhkan untuk melakukan assessment awal penempatan relawan lanjutan, khususnya di wilayah Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang,” ujar Tongky.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Gayo Lues, Basri, S.Pd, menyampaikan bahwa dampak bencana banjir di wilayahnya masih cukup besar. Berdasarkan data sementara, sebanyak 249 rumah siswa terdampak banjir, sehingga banyak peserta didik harus belajar dalam keterbatasan.

“Kami masih sangat membutuhkan bantuan peralatan sekolah, seperti seragam, tas, alat tulis, dan perlengkapan belajar lainnya. Saat ini siswa dan guru masih belajar dan mengajar dengan kondisi seadanya,” ujar Basri.

Menanggapi kondisi tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa proses belajar mengajar harus tetap berlangsung meskipun berada dalam situasi darurat bencana.

Menurutnya, rasa optimisme yang terus ditumbuhkan kepada siswa akan berdampak besar terhadap semangat belajar mereka. “Optimisme ini penting agar anak-anak tetap memiliki harapan dan masa depan yang lebih baik ke depan,” katanya.

Murthalamuddin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu membantu penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah terdampak bencana.

“Dengan kolaborasi seperti ini, kami merasa sangat terbantu. Ini menjadi alasan kuat agar dunia pendidikan Aceh dapat lebih cepat keluar dari masa darurat bencana seperti yang sedang kita hadapi,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Aceh Tamiang, Getaran Terasa Hingga Gayo Lues
Warga Resah, Buaya Ganas Mulai Mengintai di Aliran Sungai Tamiang
Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh
110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:27 WIB

Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Berita Terbaru