HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Ratusan Warga Laksanakan Salat Jenazah Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Masjid Raya Baiturrahman

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:15 WIB

50363 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh  — Ratusan warga memadati Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026) untuk melaksanakan salat jenazah bagi mantan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, atau yang akrab disapa Abu Doto. Salat jenazah digelar selepas salat Asar dan diimami oleh Ustaz Muzakir, disaksikan jamaah yang datang dari berbagai kalangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Pantauan di lokasi menunjukkan barisan jamaah meluber hingga ke serambi masjid. Di antara para pelayat tampak Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan politikus senior PAN Hatta Rajasa. Sejumlah tokoh agama, politisi lokal dan nasional, akademisi, serta masyarakat umum juga hadir. Mereka berdiri dalam satu saf, mengiringi prosesi ibadah yang khidmat bagi sosok yang pernah memimpin Aceh tersebut.

Zaini Abdullah wafat pada Sabtu siang sekitar pukul 12.26 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Informasi yang dihimpun menyebutkan, jenazah almarhum terlebih dahulu dimandikan di rumah sakit sebelum kemudian dibawa ke rumah duka di Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Dari rumah duka, jenazah kemudian diberangkatkan ke Masjid Raya Baiturrahman untuk disalatkan oleh jamaah dalam jumlah besar yang telah menunggu sejak sebelum waktu Asar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai salat Asar berjamaah, imam masjid memimpin salat jenazah. Prosesi berlangsung tenang dan tertib, dengan suasana duka yang kental terasa di antara para jamaah. Setelah salat jenazah selesai, sejumlah tokoh terlihat bergantian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat dekat almarhum. Di pelataran masjid, warga yang tidak sempat masuk ke dalam ruangan utama tetap berdiri dan menunggu hingga iring-iringan jenazah kembali diberangkatkan.

Kehadiran Zulkifli Hasan di antara para pelayat menarik perhatian jamaah. Di sela prosesi, ia menyampaikan bahwa dirinya memiliki hubungan komunikasi yang cukup intens dengan almarhum saat Zaini Abdullah masih menjabat sebagai Gubernur Aceh. “Beliau sering berdiskusi dengan saya waktu menjabat dulu. Saya sampaikan, apa yang menjadi kewenangan saya, akan saya dukung,” ujar Zulkifli Hasan, mengenang interaksinya dengan almarhum dalam berbagai pembahasan mengenai pembangunan Aceh.

Zulkifli menuturkan, dalam berbagai perbincangan tersebut, salah satu hal yang kerap ia tekankan adalah pentingnya menjaga kerukunan dan memajukan Aceh agar tidak tertinggal dari daerah lain di Sumatra. “Yang penting Aceh rukun. Jangan sampai tertinggal dari Sumatra Utara. Saya katakan bahwa masyarakat menaruh harapan besar kepada saudara Abu Doto,” ucapnya. Menurut dia, harapan besar itu bukan hanya terkait jabatan, tetapi juga menyangkut kemampuan almarhum menjembatani kepentingan pusat dan daerah demi percepatan pembangunan.

Di hadapan para jurnalis yang mewawancarainya singkat di halaman masjid, Zulkifli Hasan juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Zaini Abdullah. Ia menyebut almarhum sebagai sosok yang terbuka untuk berdialog dan mau mendengar masukan, khususnya terkait upaya mempercepat kemajuan Aceh. “Insyaallah setelah ini saya akan takziah,” katanya, menjelaskan bahwa dirinya akan melayat ke rumah duka usai menghadiri agenda pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah PAN Aceh yang telah terjadwal sebelumnya.

Kepergian Zaini Abdullah meninggalkan kesan tersendiri bagi masyarakat Aceh yang hadir di Masjid Raya Baiturrahman. Di antara jamaah, tidak sedikit yang menyebut kehadiran mereka sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada figur yang pernah berada di garda depan pemerintahan Aceh. Bagi sebagian warga, salat jenazah berjamaah di masjid kebanggaan Aceh itu menjadi wujud penghargaan atas pengabdian almarhum selama menjabat sebagai gubernur.

Sejumlah tokoh agama yang ditemui seusai prosesi menilai, ramainya warga yang hadir menunjukkan bahwa sosok almarhum memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Mereka berharap, duka atas kepergian Zaini Abdullah dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk mempererat persaudaraan dan meneruskan cita-cita pembangunan Aceh yang lebih baik. Dalam suasana duka, ajakan untuk menjaga kekompakan dan menghindari perpecahan kembali mengemuka, sejalan dengan pesan-pesan yang kerap disuarakan almarhum semasa hidupnya.

Setelah disalatkan di Masjid Raya Baiturrahman, jenazah kemudian diberangkatkan menuju Kabupaten Pidie untuk dimakamkan. Iring-iringan mobil jenazah dan pengantar berangkat dari kompleks masjid pada sore hari, disertai doa yang dipanjatkan oleh keluarga, kerabat, dan warga yang mengantar hingga ke halaman masjid. Pemakaman di Pidie dipilih sesuai kesepakatan keluarga dan tradisi setempat, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian prosesi perpisahan seorang tokoh yang pernah memegang amanah sebagai Gubernur Aceh.

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB