HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Dokter Perempuan dan Relawan Pria Digerebek Warga di Rumah Dinas Puskesmas Aceh Tamiang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 18:02 WIB

50480 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang – Seorang oknum dokter perempuan digerebek warga saat tengah berduaan dengan seorang pria di rumah dinas miliknya di salah satu desa di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026). Aksi penggerebekan tersebut menjadi sorotan warga setempat dan kini tengah ditangani pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB siang. Warga curiga setelah beberapa hari memperhatikan keberadaan seorang pria yang bolak-balik mendatangi rumah dinas sang dokter, bahkan hingga larut malam. Kecurigaan itulah yang memicu warga berkumpul dan akhirnya melakukan penggerebekan.

“Benar, warga yang menggerebek. Kejadiannya sekitar jam sebelas sampai dua belas siang,” kata Kepala Desa setempat, Minggu (25/1/2026). Ia membenarkan bahwa dirinya turut serta dalam penggerebekan tersebut bersama sejumlah warga lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut penjelasan Kepala Desa, perempuan yang digerebek adalah dokter gigi yang bertugas di Puskesmas wilayah itu. Sementara, pria yang bersamanya merupakan seorang relawan banjir yang tengah bertugas untuk penanganan bencana di Aceh Tamiang. Pria itu diketahui berasal dari luar daerah.

“Dokternya orang Langsa, sementara laki-laki itu relawan banjir dari luar wilayah Aceh Tamiang,” jelasnya.

Usai digerebek, keduanya langsung diamankan dan dibawa ke Polsek setempat untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Meski begitu, menurut Kepala Desa, dalam pemeriksaan awal, keduanya membantah telah melakukan perbuatan tidak pantas. Mereka mengklaim hanya berada dalam satu rumah dan tidak melakukan hubungan intim atau pelanggaran lainnya.

“Sekarang keduanya diamankan di Polsek. Tapi pengakuan dari mereka tidak melakukan apa-apa. Dugaan sementara jinayah, karena berduaan dalam satu ruangan dan bukan muhrim,” ujarnya.

Kepala Desa juga menambahkan, berdasarkan informasi yang didapatkan, baik si dokter maupun relawan tersebut masih berstatus lajang alias belum menikah. Saat warga meminta keduanya untuk menikah guna menutup aib dan menjaga norma masyarakat, sang dokter disebut menolak dengan alasan tidak merasa bersalah.

“Status mereka masih lajang. Waktu diminta menikah, si dokternya tidak mau. Dia bilang tidak merasa melakukan perbuatan yang melanggar,” tambahnya.

Kasus ini kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Aparat masih terus melakukan pemeriksaan terhadap kedua pihak untuk memastikan apakah ada pelanggaran hukum berdasarkan hukum adat yang berlaku di wilayah tersebut atau ada dugaan pelanggaran pidana berdasarkan aturan yang berlaku. (*)

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh
110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai
Pasokan Ayam MBG di Aceh Tamiang Belum Berizin, Standar Higienis Dipertanyakan
Dua Warga Aceh Tamiang Korban Perdagangan Orang di Madagaskar Kembali ke Tanah Air

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru