HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Polres Langsa dan Warga Bergotong Royong Pulihkan Sekolah Pascabencana Banjir di Aceh Tamiang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:05 WIB

50319 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan yang terdampak bencana, Polres Langsa bersama masyarakat melaksanakan kegiatan bhakti sosial berupa gotong royong membersihkan lingkungan sekolah pascabencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Aksi sosial ini berlangsung pada Kamis (25/12/2025) dan difokuskan pada dua sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah, yakni MAN 1 Aceh Tamiang dan SD Negeri 1 Tualang Cut di Kecamatan Manyak Payed.

Bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang dalam beberapa pekan terakhir tidak hanya merendam permukiman dan lahan pertanian, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan. Ruang kelas tergenang, fasilitas rusak, serta lingkungan sekolah dipenuhi lumpur dan sisa material banjir. Untuk mendukung percepatan pemulihan, Polres Langsa melalui program Bhakti Pendidikan Polri mengambil langkah konkret dengan mengerahkan personelnya ke lokasi terdampak.

Dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Langsa AKP Jufrizal, para personel bersama warga sekitar membersihkan lumpur, sampah, dan sisa puing banjir dari ruang kelas hingga halaman sekolah. Mereka menggunakan peralatan manual dan mesin semprot air untuk mempercepat proses pembersihan. Kegiatan ini dilaksanakan secara bersama-sama dengan pihak sekolah dan masyarakat, mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Personel Polres Langsa bersama masyarakat membersihkan lumpur dan sisa material banjir yang ada di lingkungan sekolah. Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga kondisi sekolah kembali bersih dan layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar AKP Jufrizal.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan semata tugas kepolisian dalam bidang keamanan, melainkan juga bentuk empati dan dukungan kepada dunia pendidikan. Menurutnya, keberadaan Polri di tengah masyarakat pascabencana sangat penting untuk meringankan beban warga, khususnya pihak sekolah yang belum bisa beroperasi normal akibat dampak banjir.

Kegiatan bhakti sosial ini menunjukkan sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan elemen masyarakat dalam menanggulangi dampak bencana. Tidak hanya fokus pada bantuan logistik, upaya ini juga diarahkan untuk menjamin keberlanjutan pendidikan di daerah terdampak.

Selain membawa bantuan moril, kehadiran personel kepolisian juga memberikan semangat kepada para guru dan siswa bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi situasi sulit. Pemulihan sarana pendidikan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sehingga proses belajar mengajar bisa kembali berjalan, meskipun dalam keterbatasan.

Melalui inisiatif Bhakti Pendidikan Polri, Polres Langsa menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan fasilitas umum, terutama sektor pendidikan, yang menjadi fondasi penting dalam pembangunan masyarakat. Aksi ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat langsung terhadap lingkungan sekolah yang dibersihkan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi elemen daerah lain untuk turut serta dalam gerakan pemulihan pascabencana secara kolaboratif.

Pemulihan pendidikan menjadi prioritas dalam skema penanganan pascabencana karena menyangkut keberlanjutan generasi muda. Di banyak wilayah terdampak, tantangan bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga dalam menjaga semangat anak-anak untuk kembali belajar. Upaya seperti yang ditunjukkan oleh Polres Langsa dan masyarakat ini menjadi contoh konkret peran aktif aparat keamanan dalam memulihkan kehidupan warga, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga sosial dan pendidikan. (*)

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh
110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai
Pasokan Ayam MBG di Aceh Tamiang Belum Berizin, Standar Higienis Dipertanyakan
Dua Warga Aceh Tamiang Korban Perdagangan Orang di Madagaskar Kembali ke Tanah Air

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru