Polres Langsa dan Warga Bergotong Royong Pulihkan Sekolah Pascabencana Banjir di Aceh Tamiang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:05 WIB

50266 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan yang terdampak bencana, Polres Langsa bersama masyarakat melaksanakan kegiatan bhakti sosial berupa gotong royong membersihkan lingkungan sekolah pascabencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Aksi sosial ini berlangsung pada Kamis (25/12/2025) dan difokuskan pada dua sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah, yakni MAN 1 Aceh Tamiang dan SD Negeri 1 Tualang Cut di Kecamatan Manyak Payed.

Bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang dalam beberapa pekan terakhir tidak hanya merendam permukiman dan lahan pertanian, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan. Ruang kelas tergenang, fasilitas rusak, serta lingkungan sekolah dipenuhi lumpur dan sisa material banjir. Untuk mendukung percepatan pemulihan, Polres Langsa melalui program Bhakti Pendidikan Polri mengambil langkah konkret dengan mengerahkan personelnya ke lokasi terdampak.

Dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Langsa AKP Jufrizal, para personel bersama warga sekitar membersihkan lumpur, sampah, dan sisa puing banjir dari ruang kelas hingga halaman sekolah. Mereka menggunakan peralatan manual dan mesin semprot air untuk mempercepat proses pembersihan. Kegiatan ini dilaksanakan secara bersama-sama dengan pihak sekolah dan masyarakat, mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Personel Polres Langsa bersama masyarakat membersihkan lumpur dan sisa material banjir yang ada di lingkungan sekolah. Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga kondisi sekolah kembali bersih dan layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar AKP Jufrizal.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan semata tugas kepolisian dalam bidang keamanan, melainkan juga bentuk empati dan dukungan kepada dunia pendidikan. Menurutnya, keberadaan Polri di tengah masyarakat pascabencana sangat penting untuk meringankan beban warga, khususnya pihak sekolah yang belum bisa beroperasi normal akibat dampak banjir.

Kegiatan bhakti sosial ini menunjukkan sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan elemen masyarakat dalam menanggulangi dampak bencana. Tidak hanya fokus pada bantuan logistik, upaya ini juga diarahkan untuk menjamin keberlanjutan pendidikan di daerah terdampak.

Selain membawa bantuan moril, kehadiran personel kepolisian juga memberikan semangat kepada para guru dan siswa bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi situasi sulit. Pemulihan sarana pendidikan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sehingga proses belajar mengajar bisa kembali berjalan, meskipun dalam keterbatasan.

Melalui inisiatif Bhakti Pendidikan Polri, Polres Langsa menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan fasilitas umum, terutama sektor pendidikan, yang menjadi fondasi penting dalam pembangunan masyarakat. Aksi ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat langsung terhadap lingkungan sekolah yang dibersihkan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi elemen daerah lain untuk turut serta dalam gerakan pemulihan pascabencana secara kolaboratif.

Pemulihan pendidikan menjadi prioritas dalam skema penanganan pascabencana karena menyangkut keberlanjutan generasi muda. Di banyak wilayah terdampak, tantangan bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga dalam menjaga semangat anak-anak untuk kembali belajar. Upaya seperti yang ditunjukkan oleh Polres Langsa dan masyarakat ini menjadi contoh konkret peran aktif aparat keamanan dalam memulihkan kehidupan warga, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga sosial dan pendidikan. (*)

Berita Terkait

Bea Cukai Langsa Bersama Tim Bea Cukai Peduli Kanwil DJBC Sumatera Utara Hadir Bantu Warga Aceh Tamiang
Bea Cukai Langsa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang
Polri Bangun Ratusan Sumur Bor di Aceh Tamiang untuk Pulihkan Akses Air Bersih Pascabencana
Zona Anak Hadir Pascabencana di Aceh Tamiang, Wujud Kepedulian terhadap Pemulihan Psikososial Anak
Presiden Apresiasi Pembangunan 600 Hunian Cepat untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
Mendagri Minta Kepala Daerah di Aceh Percepat Pendataan Pascabencana
Presiden Prabowo: Pemerintah Terbuka terhadap Bantuan, Asalkan Sesuai Mekanisme Resmi
Satu Bulan Pascabencana, Pemerintah Mulai Wujudkan Langkah Konkret di Aceh dan Sumatra

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:30 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:38 WIB

Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:37 WIB

Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:59 WIB

Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Aksi Kemanusiaan dalam Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana di Kecamatan Pining

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 01:29 WIB

BWS Sumatera I Kerahkan Alat Berat untuk Pemulihan Pascabanjir di Aceh

Senin, 5 Januari 2026 - 01:27 WIB

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan untuk Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Sejumlah Aktifis Temukan Bantuan Menumpuk di Gudang BPBD Agara

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:39 WIB