HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Polres Aceh Tamiang Gelar Servis dan Cuci Motor Gratis Bagi Warga Terdampak Banjir

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:08 WIB

50316 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan dampak yang cukup berat bagi masyarakat. Tidak hanya merusak rumah, merendam lahan pertanian, dan melumpuhkan sarana umum, bencana ini juga menyebabkan banyak kendaraan bermotor milik warga mengalami kerusakan akibat terendam lumpur dan material banjir. Kondisi tersebut menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terlebih bagi mereka yang menggantungkan kebutuhan mobilitas pada kendaraan roda dua.

Sebagai bentuk kepedulian dan upaya konkret dalam membantu pemulihan pascabencana, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Aceh Tamiang menggelar kegiatan servis motor keliling dan cuci motor gratis untuk warga terdampak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (25/12/2025) mulai pukul 09.00 WIB di Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah.

Melalui program ini, warga dapat menikmati layanan perawatan kendaraan berupa pengecekan mesin, pelumas, serta pembersihan kendaraan yang sebelumnya terendam banjir. Pelayanan ini diberikan secara cuma-cuma oleh tim teknisi dan personel Polres Aceh Tamiang yang didatangkan langsung ke lokasi terdampak, guna menjangkau masyarakat dengan mudah dan cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya pada saat bencana terjadi, tetapi juga dalam masa pemulihan pascabanjir. Ia menegaskan bahwa Polri senantiasa berupaya hadir dengan solusi dan kepedulian nyata terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Kami ingin membantu warga agar kendaraan yang digunakan sehari-hari dapat kembali berfungsi dengan baik, sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan normal,” ujar AKBP Muliadi di sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi banyak warga pascabencana. Kebutuhan untuk memperbaiki rumah, membeli perlengkapan sekolah anak, dan memenuhi kebutuhan pokok, membuat perawatan kendaraan seringkali terabaikan. Karena itu, Polres Aceh Tamiang mengambil peran untuk mengurangi beban warga dengan memberikan pelayanan secara langsung di lapangan.

Di tengah keterbatasan sarana dan trauma pasca musibah, AKBP Muliadi menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kehadiran negara melalui institusi-institusinya. “Kehadiran kami bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kami ingin meringankan sedikit beban masyarakat, agar semangat mereka untuk bangkit kembali tetap menyala,” ujarnya.

Warga yang hadir dalam kegiatan ini menyambut dengan antusias dan menyampaikan apresiasi atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Banyak di antara mereka mengaku belum sempat membersihkan kendaraannya secara menyeluruh akibat keterbatasan peralatan dan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.

Program servis dan cuci motor gratis ini menjadi salah satu inisiatif sosial yang dilakukan di tengah proses panjang penanganan bencana di Aceh Tamiang. Selain menunjang kebutuhan mobilitas masyarakat, kegiatan ini juga memberikan pesan kuat mengenai pentingnya solidaritas, kehadiran negara, serta pelayanan masyarakat yang peka dan responsif.

Dengan aksi-aksi nyata seperti ini, Polri tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang peduli, bekerja bersama masyarakat dalam proses pemulihan. Di masa sulit, peran seperti ini menjadi penanda bahwa harapan untuk bangkit tetap ada, dan upaya untuk pulih terus berjalan bersama. (*)

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh
110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai
Pasokan Ayam MBG di Aceh Tamiang Belum Berizin, Standar Higienis Dipertanyakan
Dua Warga Aceh Tamiang Korban Perdagangan Orang di Madagaskar Kembali ke Tanah Air

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru