slot preparation.lsrs.lu

Polemik Dapur Makanan Bergizi di Aceh Tamiang, LSM Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Makanan Kadaluarsa

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 02:40 WIB

50473 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang  — Dugaan penyajian makanan tidak layak konsumsi dalam program dapur makanan bergizi di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, kembali memicu sorotan tajam. Program yang sejatinya merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk mendukung gizi anak-anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) itu, diduga disalahgunakan hingga menyebabkan makanan tidak layak seperti tempe berjamur dan sayuran busuk tetap disajikan kepada siswa.

Isu ini menjadi perhatian publik sejak sejumlah media online, termasuk media ini, menerbitkan laporan pada Rabu, 11 September 2025 lalu, yang mengangkat pernyataan dari sumber internal terkait buruknya kualitas bahan makanan yang disalurkan.

Lebih ironisnya, menurut informasi yang diterima dari sumber yang enggan disebutkan identitasnya kepada awak media, oknum yang disebut sebagai kepala dapur makanan bergizi di Kecamatan Kejuruan Muda, berinisial TI atau kerap dipanggil “Tari Irmanisa”, disebut tidak menggubris kritik publik maupun pemberitaan media yang gencar mengungkap dugaan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah diberitakan berkali-kali, terdengar kalau Tari Irmanisa itu menyatakan dirinya tidak takut dengan media. Mau diberitakan berapa kali pun, katanya tidak masalah,” ujar sumber tersebut, Kamis (18/9/2025), sekitar pukul 20.07 WIB.

Sikap tersebut menimbulkan kekhawatiran akan lemahnya pengawasan dan tanggung jawab dalam menjalankan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu.

Dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang membekingi aktivitas di dapur tersebut juga turut menjadi perhatian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bungoeng Lam Jaroe Aceh. Dalam penelusuran tim LSM bersama wartawan, ditemukan kembali indikasi makanan berjamur, berbau, bahkan telah kadaluarsa. Temuan tersebut dinilai sangat meresahkan, mengingat makanan itu diperuntukkan bagi anak-anak sekolah.

Aktivis LSM Bungoeng Lam Jaroe, Zulfadli, menyatakan bahwa pihaknya tidak takut untuk mendorong proses hukum hingga ke tingkat pusat, termasuk Markas Besar Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung.

“Silakan saja jika memang ada yang coba-coba membekingi. Mau satu truk pun bekingnya, bagi kami tidak jadi masalah. Jika mereka sanggup berhadapan dengan hukum, mari kita lihat,” tegas Zulfadli, Jumat (19/9/2025) pukul 18.09 WIB.

Zulfadli menegaskan bahwa pihaknya sedang menyusun dokumen pengaduan resmi yang akan disampaikan kepada penegak hukum di Jakarta, untuk memastikan bahwa proses hukum tidak terhambat oleh kekuatan lokal yang mencoba mengintervensi.

LSM dan sejumlah warga berharap agar aparat penegak hukum segera menindaklanjuti persoalan ini dengan serius. Mereka menegaskan bahwa program makanan bergizi yang digagas oleh Presiden Prabowo harus dijalankan secara bertanggung jawab dan diawasi ketat, bukan malah menjadi celah bagi penyedia layanan nakal yang mengutamakan keuntungan pribadi ketimbang kesehatan generasi muda.

“Program ini mulia, tapi kalau dijalankan sembarangan dan makanannya kadaluarsa, bisa jadi bencana kesehatan. Kami harap Kepolisian dan Kejaksaan bergerak cepat,” ujar seorang warga saat ditemui di lokasi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa sistem pengawasan dan transparansi dalam program sosial harus diperkuat. Bila terbukti ada kelalaian atau penyimpangan, pemerintah daerah dan otoritas hukum diharapkan tidak ragu menindak tegas, demi menjaga integritas program nasional dan keselamatan generasi penerus bangsa. (Rel)

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Aceh Tamiang, Getaran Terasa Hingga Gayo Lues
Warga Resah, Buaya Ganas Mulai Mengintai di Aliran Sungai Tamiang
Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh
110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru