slot preparation.lsrs.lu

Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulawesi Selatan Usai Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:02 WIB

50630 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Tragedi udara kembali menimpa dunia penerbangan nasional. Sebuah pesawat turboprop jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT dilaporkan jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, wilayah perbatasan antara Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada Kamis, 17 Januari 2026.

Pesawat yang dikomandani oleh Kapten Andy Dahananto itu membawa 11 orang—terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang yang diketahui merupakan staf dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ironisnya, sebelum kecelakaan terjadi, pesawat tersebut baru saja menyelesaikan misi kemanusiaan di wilayah  Gayo Lues, Aceh. Dalam misi tersebut, pesawat membantu mendistribusikan bantuan logistik ke daerah terpencil yang terisolasi akibat bencana alam. Rute ke Sulawesi merupakan bagian dari jadwal operasional setelah pesawat menyelesaikan tugas di ujung barat Nusantara.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa PK-THT lepas landas dari Yogyakarta dengan tujuan Makassar. Kontak terakhir dengan menara pengawas tercatat pukul 13.17 WITA, sesaat sebelum pesawat dilaporkan hilang dari radar. Saat itu kondisi cuaca di sekitar wilayah udara Sulawesi Selatan tergolong buruk, dengan kepulan awan tebal menutupi jalur penerbangan di sekitar wilayah pegunungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri segera dikerahkan setelah pesawat dinyatakan hilang. Operasi pencarian berlangsung selama beberapa jam hingga puing-puing badan pesawat ditemukan di medan terjal, sekitar 500 meter di bawah puncak Gunung Bulusaraung. Tim pencari menghadapi tantangan berat akibat kontur wilayah yang curam dan cuaca yang berubah cepat. Beberapa korban telah ditemukan, namun proses evakuasi dan identifikasi masih terus dilakukan oleh tim medis di Makassar.

Sementara itu, penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan tengah dilakukan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk mengamankan kotak hitam pesawat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh tentang apa yang sebenarnya terjadi menjelang pesawat menghantam lereng gunung. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yaitu kondisi ketika pesawat dalam kendali penuh pilot namun terbang ke arah permukaan tanah karena visibilitas yang rendah atau gangguan navigasi.

Beberapa laporan yang beredar menyebut adanya gangguan teknis pada pesawat sehari sebelum kecelakaan. Namun otoritas penerbangan sebelumnya menyatakan bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin dan dinyatakan layak terbang oleh inspektur teknis IAT maupun regulator. Meski demikian, kepastian mengenai aspek teknis dan keselamatan baru akan disampaikan secara resmi setelah KNKT merampungkan analisis dari data rekaman penerbangan dan suara kokpit.

Kecelakaan ini menyisakan duka yang mendalam, terutama karena latar belakang misi terakhir pesawat yang sarat nilai kemanusiaan. Setelah membantu daerah-daerah terpencil di Aceh, pesawat tersebut menjadi simbol pengabdian di tengah medan yang tidak mudah dijangkau. Kehilangan awak dan penumpangnya menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi para pekerja kemanusiaan dan awak penerbangan dalam menjalankan tugas mereka.

Hingga kini suasana duka menyelimuti posko di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, tempat di mana keluarga korban menanti kabar dengan harap cemas. Pemerintah berjanji memberikan perhatian maksimal, baik dalam hal penanganan korban maupun penuntasan penyebab kecelakaan. Misi kemanusiaan yang dijalani PK-THT telah berakhir dalam kepedihan, namun dedikasi mereka tetap menjadi bagian dari kisah tak tergantikan dalam sejarah pengabdian kepada negeri. (red)

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di 15 Wilayah Aceh, Gayo Lues dan Nagan Raya Termasuk
Ancaman Kebakaran Hutan Meluas hingga ke Papua dan Krisis Kesehatan Petugas di Lapangan
Empat Prajurit TNI Gugur Akibat Kecelakaan Mobil Dinas di Yalimo, Papua Pegunungan
Lempengan Besi Misterius Diduga Serpihan Pesawat Ditemukan di Perkebunan Sawit Sampit
Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti
Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan
Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk
Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru