GAYO LUES. BARANEWS, 12 April 2026 — Bencana banjir yang menghanyutkan jembatan utama di Desa Anggusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, justru memantik semangat kebersamaan lintas elemen. Warga dan relawan bahu-membahu membangun jembatan darurat guna memulihkan akses vital yang sempat terputus total.
Pembangunan jembatan tersebut melibatkan personel Pemadam Kebakaran serta dukungan organisasi sosial seperti dan Abiya Jeunib Ustad Pane, dengan partisipasi aktif masyarakat setempat yang bergotong royong mempercepat proses pengerjaan.
Jembatan darurat yang dibangun menjadi penopang utama aktivitas warga. Selama beberapa waktu terakhir, putusnya akses akibat banjir telah menghambat mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat. Kehadiran jembatan sementara ini pun disambut sebagai solusi cepat di tengah keterbatasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Anggusen, Ramadan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak. Ia menilai kebersamaan tersebut menjadi kunci percepatan pemulihan kondisi desa pascabencana. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu. Dengan adanya jembatan darurat ini, akses masyarakat kini kembali terhubung,” ujarnya di sela kegiatan.
Dalam proses pembangunan, aspek keamanan turut menjadi perhatian. Sebelum jembatan difungsikan, Ramadan secara langsung menguji kekuatan tali baja penyangga dengan melintas sambil bergelantungan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan konstruksi cukup kokoh dilalui warga.
Meski jembatan darurat telah dapat digunakan, harapan akan pembangunan infrastruktur permanen tetap disampaikan. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan segera mengambil langkah lanjutan guna menghadirkan jembatan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Saat ini, aktivitas warga mulai berangsur normal. Arus pejalan kaki terlihat kembali ramai, meski masyarakat tetap diimbau berhati-hati, terutama saat cuaca tidak menentu yang berpotensi memicu kondisi darurat baru. (J.porang)










































