slot preparation.lsrs.lu

Asap dan Limbah PT Hopson Aceh Industri Dinilai Ancam Lingkungan dan Kehidupan Warga Pinang Rugup

J.PORANG

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:32 WIB

50473 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues. Baranewsaceh.co – Keberadaan PT Hopson Aceh Industri di kawasan Pinang Rugup kembali menuai sorotan keras dari masyarakat. Perusahaan pengolahan getah tersebut dinilai tetap beroperasi meski Pemerintah Provinsi Aceh telah memasang plang larangan operasional di pintu gerbang perusahaan akibat persoalan perizinan dan dugaan pelanggaran lainnya.

Pada papan pengumuman resmi Pemerintah Provinsi Aceh yang terpampang jelas di lokasi, disebutkan bahwa operasional PT Hopson Aceh Industri telah dihentikan berdasarkan surat Gubernur Aceh Nomor 500.4/4794 tanggal 25 April 2025 tentang penghentian operasional kegiatan industri perusahaan tersebut. Dalam papan itu juga ditegaskan larangan melakukan aktivitas apa pun di area perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan plang larangan itu semakin mempertegas bahwa persoalan perusahaan bukan hanya menyangkut pencemaran lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kelengkapan izin operasional. Warga menilai apabila aktivitas perusahaan tetap berjalan dalam kondisi izin bermasalah, maka potensi kerugian negara juga dapat terus membesar. Aktivitas pengambilan getah kayu hasil hutan diduga masih berlangsung, sementara dugaan kebocoran potensi pajak dan pendapatan daerah ikut menjadi sorotan masyarakat.

Namun, kondisi di lapangan disebut berbeda. Aktivitas pembakaran masih berlangsung dan asap pekat dari cerobong pabrik terus dikeluhkan masyarakat sekitar. Warga mengaku bau menyengat kerap muncul terutama pada malam hari dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat di kawasan Pinang Rugup.

Yanto (42), salah seorang warga, mengaku sudah lama merasa terganggu dengan aktivitas perusahaan tersebut. Ia mengatakan asap berbau menyengat sering muncul pada malam hari ketika masyarakat sedang beristirahat.

“Kadang mereka beraktivitas malam hari. Kemarin, 28 Mei 2026 sekitar pukul 19.53 WIB, asap dan baunya sangat terasa,” kata Yanto.

Menurut dia, masyarakat desa sebenarnya sudah pernah melayangkan surat keberatan kepada pihak perusahaan. Surat itu berisi permintaan agar perusahaan memperbaiki cerobong asap yang dinilai terlalu rendah serta membangun sistem penyaringan limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Cerobong asapnya terlalu rendah dan limbahnya juga tidak memakai filter. Bahkan limbah berserakan di pinggir sungai akibat pipa bocor lalu masuk ke Sungai Kuala Tripe,” ujarnya.

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Selain persoalan asap pembakaran, masyarakat juga menyoroti dugaan pencemaran limbah cair yang dialirkan langsung ke sungai melalui pipa pembuangan. Di sekitar ujung saluran limbah tersebut, rumput dan pepohonan terlihat mengering dan rusak seperti terbakar akibat cairan yang dibuang bebas ke aliran Sungai Kuala Tripe.

Masyarakat khawatir limbah itu akan merusak ekosistem sungai, membunuh bibit ikan, serta berdampak panjang terhadap mata pencaharian warga yang menggantungkan hidup dari aliran sungai tersebut. Jika kondisi terus dibiarkan, warga menilai masyarakat di hilir Sungai Kuala Tripe perlahan akan kehilangan sumber penghasilan.

“Bukan main-main dampaknya. Kalau ikan hilang dan sungai rusak, masyarakat bisa kehilangan pekerjaan,” ungkap seorang warga lainnya.

Persoalan PT Hopson Aceh Industri sebenarnya telah lama mencuat. Sejumlah mahasiswa bahkan pernah menyuarakan kasus tersebut melalui aksi dan pemberitaan media. Dugaan pelanggaran perusahaan juga disebut telah masuk ke ranah persidangan terkait persoalan izin operasional dan ketentuan lingkungan hidup.

Meski demikian, warga menilai hingga kini belum terlihat perubahan signifikan dari pihak perusahaan. Aktivitas pembakaran tetap berlangsung dan bau menyengat terus dirasakan warga hingga larut malam.

Kepala Desa Pinang Rugup turut membenarkan bahwa pihak desa pernah mendatangi perusahaan dan menyampaikan keberatan masyarakat terkait cerobong asap serta sistem pembuangan limbah. Menurutnya, laporan dan permintaan perbaikan sudah beberapa kali disampaikan, namun belum mendapat tanggapan serius dari pihak perusahaan.

Warga menilai situasi tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Mereka berharap Pemerintah Aceh serta aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada pemasangan plang larangan, tetapi juga mengambil tindakan tegas agar aktivitas yang diduga merugikan masyarakat dan lingkungan benar-benar dihentikan.

Di tengah meningkatnya keresahan masyarakat, persoalan PT Hopson Aceh Industri kini bukan lagi sekadar masalah izin usaha, melainkan menyangkut keselamatan lingkungan, kesehatan warga, potensi kerugian negara, serta keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada alam di sepanjang aliran Kuala Tripe. (J.porang)

Berita Terkait

Satgas TMMD ke-130 Lanjut Membuat Gorong-gorong ke Empat
Rekaman CCTV Kekerasan Ibu Terhadap Anak Empat Tahun di Ketapang Viral, Polisi Buru Pelaku
Satgas PRR Aceh Petakan Tiga Hulu Sungai Penyebab Banjir Gayo Lues yang Rendam Ratusan Keluarga
Kasatpol PP dan WH Nagan Raya Klarifikasi Pemberitaan Pengusiran Personel Saat Demo GERAM
Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:33 WIB

Pastikan Demokrasi Desa Berjalan Aman, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Pantau Pengamanan Pilkades Serentak 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 06:43 WIB

Roni Desky Kabag Umum, Bungkam Terkait Dugaan kasus Korupsi Milyaran Mamin di Sekretariat Agara

Sabtu, 7 November 2026 - 01:16 WIB

Kapolsek Bambel Pantau Personel Pengamanan Pilkades di kecamatan Bambel dan kecamatan Lawe Sumur

Jumat, 6 November 2026 - 17:16 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Gelar Subuh Keliling dan Jumat Curhat

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD ke-130 Lanjut Membuat Gorong-gorong ke Empat

Sabtu, 7 Nov 2026 - 14:09 WIB