GAYO LUES. BARANEWS – Proses pembangunan jembatan gantung sementara di Kecamatan Pining akhirnya rampung pada hari kedua, lebih cepat dari target yang ditetapkan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gayo Lues, Suprinadi, SSTP., M.Ap, memastikan langsung kekuatan konstruksi dengan turun ke lapangan dan melakukan pengujian di ketinggian.
Dalam proses tersebut, Suprinadi tampak bergelantungan pada kabel utama untuk menguji kestabilan struktur. Langkah itu dilakukan guna memastikan keamanan sebelum pemasangan lantai kayu dan pagar samping diselesaikan serta sebelum jembatan difungsikan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah personel pemadam kebakaran bersama anggota TNI dan Polri juga turut melintasi jembatan secara bergantian sebagai bagian dari uji beban. Mereka memastikan konstruksi mampu menahan aktivitas warga yang selama ini terhambat akibat putusnya akses penghubung.
“Alhamdulillah, pukul 18.30 jembatan darurat selesai 100 persen. Target awal tiga hari, namun bisa kita selesaikan dalam dua hari,” ujar Suprinadi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengecekan lanjutan tetap akan dilakukan. “Besok pagi kita akan cek sekali lagi sebelum benar-benar difungsikan oleh masyarakat,” katanya.
Jembatan sementara ini dibangun menyusul kerusakan akses akibat derasnya arus sungai yang sebelumnya merobohkan jembatan utama. Dengan memanfaatkan material kayu dan rangka sederhana, pembangunan dilakukan secara gotong royong di tengah keterbatasan kondisi lapangan.
Kehadiran jembatan tersebut disambut dengan rasa syukur. Dukungan dan apresiasi mengalir kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, yang dinilai telah bekerja cepat dan penuh dedikasi demi memulihkan akses warga.

Sebagai penutup, pimpinan media Baranews mewakili seluruh kru menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kecamatan Pining atas ketabahan dan kekompakan yang terus terjaga. Berbulan-bulan menghadapi akses terputus, kondisi darurat, hingga harus berpindah ke hunian sementara tidak menyurutkan semangat warga untuk saling membantu, mulai dari menggotong sesama yang tertimpa musibah hingga tetap menjalankan aktivitas ekonomi seperti menjual hasil panen ke Blangkejeren.
Di sisi lain, harapan juga disampaikan agar pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan beton yang roboh, sehingga akses masyarakat dapat pulih secara permanen dan aktivitas warga kembali berjalan normal. (J.porang)









































