HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

BKPSDM Gayo Lues Klarifikasi Surat yang Beredar Palsu, Abdul Wahab: Ada Oknum Sengaja Membuat Kisruh

J.PORANG

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:01 WIB

501,100 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues. Baranews – Beredarnya surat yang mengatasnamakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gayo Lues memicu kegelisahan di kalangan aparatur sipil negara, Senin (18/5/2026). Dokumen bernomor B.800.1.2/57/BKPSDM/V/2026 itu tersebar cepat melalui grup percakapan pegawai dan sempat diyakini sebagai surat resmi karena menggunakan kop instansi serta format administrasi pemerintahan yang menyerupai dokumen asli.

Situasi tersebut langsung memunculkan spekulasi di internal birokrasi. Sejumlah pejabat dan ASN disebut mulai mempertanyakan kebenaran isi surat yang beredar luas di lingkungan pemerintahan. Di tengah situasi itu, isu pergeseran jabatan pun ikut berkembang dan memunculkan keresahan di kalangan pegawai.

Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM Gayo Lues, Abdul Wahab, akhirnya memberikan klarifikasi dan memastikan surat tersebut bukan produk resmi instansinya. Ia menegaskan BKPSDM tidak pernah mengeluarkan dokumen sebagaimana yang beredar di tengah masyarakat dan kalangan ASN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pihak kami tidak ada mengeluarkan atau membuat surat tersebut. Surat itu palsu. Ada oknum yang dengan sengaja mau membuat kisruh di lingkungan pemerintahan,” ujar Abdul Wahab saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Ia mengaku prihatin atas munculnya dokumen palsu yang dinilai telah mengganggu stabilitas kerja birokrasi. Menurutnya, kegaduhan semacam itu membuat pejabat eselon dan ASN kehilangan fokus dalam menjalankan tugas karena dibayangi ketidakpastian.

“Kami sangat menyayangkan hal seperti ini. Ini bisa mengganggu pekerjaan dan membuat pejabat tidak fokus bekerja,” katanya.

Di lapangan, keresahan memang sempat terasa di sejumlah kantor pemerintahan. Beberapa ASN mengaku terkejut setelah menerima salinan surat tersebut. Tidak sedikit yang mencoba mencari kepastian dengan menghubungi rekan kerja maupun pejabat terkait untuk memastikan kebenarannya.

Kemunculan surat palsu ini dinilai bukan sekadar tindakan iseng. Penggunaan identitas lembaga resmi pemerintah menunjukkan adanya upaya yang terstruktur untuk menciptakan kegaduhan di tengah birokrasi. Apalagi, format surat yang menyerupai dokumen negara mengindikasikan pelaku memahami pola administrasi pemerintahan.

Fenomena semacam ini juga memperlihatkan rentannya ruang birokrasi terhadap penyebaran informasi palsu. Dalam situasi tertentu, isu yang menyangkut birokrasi dan jabatan kerap dimanfaatkan untuk memunculkan tekanan psikologis, memecah konsentrasi kerja aparatur, hingga membuka ruang kepentingan tertentu di balik kegaduhan yang sengaja diciptakan.

BKPSDM meminta seluruh ASN tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Seluruh kebijakan pemerintahan, kata Abdul Wahab, memiliki mekanisme resmi dan tidak dilakukan melalui dokumen yang tidak dapat diverifikasi.

“Surat tersebut bukan kami yang keluarkan. Kepada ASN yang merasa terganggu, kami harap klarifikasi ini menjadi penegas agar semuanya kembali tenang dan bekerja seperti biasa,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut dugaan pemalsuan dokumen yang mencatut nama institusi pemerintah. Publik pun menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah untuk menelusuri pihak yang berada di balik penyebaran surat tersebut. Sebab, jika dibiarkan tanpa penanganan serius, praktik serupa dikhawatirkan kembali terulang dan semakin merusak wibawa birokrasi pemerintahan di Gayo Lues. (J.porang)

Berita Terkait

Polda Kalteng Usut 12 Perusahaan Terkait Karhutla, Satu Korporasi Jadi Tersangka
Mobil Minibus Hangus Terbakar di Gayo Lues, Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api dan Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut
LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan
Bupati Gayo Lues Kunjungi Desa Ume Lah Blang Pegayon, Dialog Penuh Keakraban Bahas Masa Depan Kopi Gayo Lues
Ketua BPD Sungai Jering Diduga Pemilik Tambang Ilegal Bukit Keramat yang Tewaskan Operator Asal Medan
Panitia Mulai Merampungkan Persiapan Musda VI DPD ll Partai Golkar Kabupaten Gayo Lues
Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB