Banjir dan Material Pasir Terjang Kampung Pertik, Akses Terbatas, 13 Rumah Warga Rusak

J.PORANG

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 21:39 WIB

50373 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Gayo Lues – Kampung Pertik, Kecamatan Pining, kembali diterjang banjir pada awal April 2026, memperpanjang derita warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses akibat belum tersedianya jembatan penghubung yang memadai.

Selama ini, masyarakat harus berjuang melintasi sungai besar untuk beraktivitas, termasuk saat mengangkut hasil panen maupun ketika membutuhkan penanganan medis. Kondisi tersebut semakin sulit ketika banjir datang dan akses menjadi kian terputus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan Sungai Aih Kulit meluap dan merendam permukiman warga. Banjir kali ini diperparah oleh belum dilakukannya normalisasi sungai pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025.

Akibatnya, aliran sungai berubah arah dan tidak lagi mengikuti jalur semula. Air bercampur material pasir mengalir ke kawasan permukiman, termasuk ke area sekolah dan tempat ibadah warga.

Gedung SMA Negeri 1 Pining dilaporkan terendam dan tertimbun material pasir. Kondisi serupa juga terjadi di menasah atau mushala Kampung Pertik. Bahkan, aliran sungai kini melintas di bagian depan dan belakang bangunan tersebut, menandakan perubahan jalur yang signifikan.

Di sektor permukiman, sedikitnya 13 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Beberapa rumah bahkan tertimbun material pasir. Total terdapat 16 kepala keluarga terdampak, mengingat tiga rumah dihuni lebih dari satu keluarga.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat antara lain Irwan, Ahmad, Abdul Wahab, Salim, M Amin, Setia Budi, Kader, dan Muhammad Ali. Kerusakan sedang dialami oleh Maan Aman Billa, Kamasiah, Sabri, dan Jemalul, sementara satu rumah milik Habibi mengalami kerusakan ringan.

Selain kerusakan fisik, bencana ini juga mengganggu jaringan air bersih warga, sehingga semakin menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi bencana meliputi peralatan pembersih lumpur seperti cangkul, sekop, dan gerobak sorong. Warga juga membutuhkan bantuan alat berat untuk melakukan normalisasi Sungai Aih Kulit, mengingat perubahan aliran sungai bahkan menyebabkan jembatan di kawasan tersebut tidak lagi berfungsi optimal.

Di samping itu, bantuan kebutuhan pokok seperti sembako sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan warga terdampak.

Pengulu Kampung Pertik, Zainal Abidin, menegaskan bahwa normalisasi Sungai Aih Kulit harus segera dilakukan guna mencegah dampak yang lebih luas, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi. Ia berharap adanya perhatian dan penanganan cepat dari pihak terkait agar masyarakat tidak terus berada dalam kondisi rentan. (J.porang)

Berita Terkait

Tokoh GAM Pidie Serukan Jajaran Exs Kombatan dan Masyarakat Jaga Perdamaian dan Tolak Provokasi
Walaupun Diklarifikasi Dinas Pertanian Gayo Lues, LIRA tetap Minta APH bertindak Sesuai Dengan Aturan
LIRA Desak Hukum Tuntaskan Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Gayo Lues, Sawah Jadi Ladang Pungli
Brimob Polda Aceh, Melaksanakan Bhakti Sosial Dalam Menyambut HUT RI Ke-81
Dukungan FSP Maritim Indonesia: Arief Martha Rahadyan Didorong Berkontribusi untuk Indonesia
LIRA Gayo Lues Desak Transparansi, Bantah “Kondusif” Versi Dinas Pertanian Soal Dugaan Potongan Bantuan Irigasi
MAN 1 Pidie Kembali Berprestasi di Tingkat Internasional, Dua Siswa Raih Juara 3 WRCC
LIRA Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Pungli Ratusan Juta pada 32 Kelompok Tani di Gayo Lues

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:44 WIB

Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Kericuhan 21 Tahun Perdamaian Aceh Meluas ke Pendopo Gubernur, Simbol Negara Dicopot Massa

Berita Terbaru