Banjir dan Material Pasir Terjang Kampung Pertik, Akses Terbatas, 13 Rumah Warga Rusak

J.PORANG

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 21:39 WIB

50364 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Gayo Lues – Kampung Pertik, Kecamatan Pining, kembali diterjang banjir pada awal April 2026, memperpanjang derita warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses akibat belum tersedianya jembatan penghubung yang memadai.

Selama ini, masyarakat harus berjuang melintasi sungai besar untuk beraktivitas, termasuk saat mengangkut hasil panen maupun ketika membutuhkan penanganan medis. Kondisi tersebut semakin sulit ketika banjir datang dan akses menjadi kian terputus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan Sungai Aih Kulit meluap dan merendam permukiman warga. Banjir kali ini diperparah oleh belum dilakukannya normalisasi sungai pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025.

Akibatnya, aliran sungai berubah arah dan tidak lagi mengikuti jalur semula. Air bercampur material pasir mengalir ke kawasan permukiman, termasuk ke area sekolah dan tempat ibadah warga.

Gedung SMA Negeri 1 Pining dilaporkan terendam dan tertimbun material pasir. Kondisi serupa juga terjadi di menasah atau mushala Kampung Pertik. Bahkan, aliran sungai kini melintas di bagian depan dan belakang bangunan tersebut, menandakan perubahan jalur yang signifikan.

Di sektor permukiman, sedikitnya 13 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Beberapa rumah bahkan tertimbun material pasir. Total terdapat 16 kepala keluarga terdampak, mengingat tiga rumah dihuni lebih dari satu keluarga.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat antara lain Irwan, Ahmad, Abdul Wahab, Salim, M Amin, Setia Budi, Kader, dan Muhammad Ali. Kerusakan sedang dialami oleh Maan Aman Billa, Kamasiah, Sabri, dan Jemalul, sementara satu rumah milik Habibi mengalami kerusakan ringan.

Selain kerusakan fisik, bencana ini juga mengganggu jaringan air bersih warga, sehingga semakin menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi bencana meliputi peralatan pembersih lumpur seperti cangkul, sekop, dan gerobak sorong. Warga juga membutuhkan bantuan alat berat untuk melakukan normalisasi Sungai Aih Kulit, mengingat perubahan aliran sungai bahkan menyebabkan jembatan di kawasan tersebut tidak lagi berfungsi optimal.

Di samping itu, bantuan kebutuhan pokok seperti sembako sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan warga terdampak.

Pengulu Kampung Pertik, Zainal Abidin, menegaskan bahwa normalisasi Sungai Aih Kulit harus segera dilakukan guna mencegah dampak yang lebih luas, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi. Ia berharap adanya perhatian dan penanganan cepat dari pihak terkait agar masyarakat tidak terus berada dalam kondisi rentan. (J.porang)

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sabu, Seorang ASN Diamankan
Asisten I Gayo Lues dr. Nevirizal Mundur Dari Jabatannya, Ini Alasannya
Kronologi Penggerebekan Oknum Kepala Desa Kendawi di Blangtenggulun: Berawal dari Ibu-Ibu Merujak, Satpol PP Amankan Dua Pelaku Selingkuh
Penggerebekan Oknum Kepala Desa di Gayo Lues Picu Kecaman, Warga Tuntut Penegakan Hukum Tegas
Jerigen BBM Subsidi di Rumah Anak Pejabat: Potret Masalah Telanjang di Gayo Lues
Guncangan Beruntun Tiga Kali Gempa Melanda Gayo Lues, Warga Panik Berhamburan Keluar Gedung
Viral Video Oknum Kepala Desa Diduga Digerebek Warga Bersama Seorang Perempuan di Blangtenggulun Gayo Lues
Video Viral Kritik Keras Warganet Terhadap Aksi Flexing Anak Pejabat di Tengah Derita Pascabencana Gayo Lues

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Mendadak, Polisi Lakukan Penyelidikan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:41 WIB

Arief Martha Rahadyan: Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia Cerminkan Diplomasi Bebas dan Aktif

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:09 WIB

AJI Tuntut Prabowo Minta Maaf soal Ucapan ‘Londo Ireng’, Tuding Diskreditkan Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:26 WIB

YLBHI Kecam Tajam Stigma “Londo Ireng”, Dinilai Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers dan Demokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:40 WIB

KPK Jelaskan Alasan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK, Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:18 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Ngaku Dikriminalisasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:03 WIB

MK Tetapkan Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus, Operator Wajib Lindungi Hak Konsumen

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:30 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Membuat Aturan Ketat Jaga Ibu & Anak Indonesia

Berita Terbaru