slot preparation.lsrs.lu

KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka dalam Dugaan Korupsi Kuota dan Penyelenggaraan Haji 2023–2024

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 02:14 WIB

50858 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama untuk tahun 2023–2024. Dua nama yang diumumkan sebagai tersangka ialah Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menteri Agama, dan Ishfah Abidal Aziz, staf khusus yang mendampinginya selama menjabat.

Penetapan status tersebut diumumkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, pada Jumat, 9 Januari 2026. Fitroh menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah KPK melakukan ekspose atau gelar perkara pada Kamis, 8 Januari 2026. Meskipun demikian, ia belum membeberkan rincian lebih lanjut terkait kemungkinan pihak lain yang turut ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini sendiri telah berada dalam perhatian publik sejak KPK secara resmi mengumumkan proses penyidikan pada 9 Agustus 2025. Saat itu, lembaga antirasuah menyebut tengah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung nilai kerugian negara yang timbul akibat tata kelola penyelenggaraan haji yang diduga tidak transparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua hari setelah pengumuman awal penyidikan, tepatnya pada 11 Agustus 2025, KPK menyebut hasil penghitungan awal menunjukkan kerugian negara yang ditimbulkan mencapai lebih dari Rp1 triliun. Dalam waktu bersamaan, KPK menerbitkan surat pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap tiga orang yang diduga terlibat. Selain Yaqut dan Ishfah, orang ketiga dalam daftar ini adalah Fuad Hasan Masyhur, pemilik biro perjalanan haji Maktour, yang disebut memiliki hubungan erat dalam pengelolaan kuota haji khusus.

Perkembangan penyidikan terus bergulir. Pada 18 September 2025, KPK menyatakan setidaknya 13 asosiasi penyelenggara haji dan sekitar 400 biro perjalanan terindikasi terlibat dalam pembagian kuota yang tidak sesuai regulasi. Dugaan keterlibatan tersebut terutama mengarah pada proses teknis pembagian dan alokasi kuota tambahan haji sebanyak 20.000 jemaah yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi pada periode ibadah haji 2024.

Kuota tambahan itu kemudian dibagi oleh Kementerian Agama secara proporsional sebanyak 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus. Skema pembagian tersebut kemudian memicu polemik karena tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Berdasarkan regulasi tersebut, seharusnya kuota haji dibagi dengan proporsi 92 persen untuk haji reguler dan hanya delapan persen untuk haji khusus.

Ketidaksesuaian itulah yang kemudian diperiksa lebih lanjut, tidak hanya oleh KPK, tetapi juga oleh Panitia Khusus (Pansus) Angket Haji dari Dewan Perwakilan Rakyat. Pansus yang dibentuk merespons berbagai dugaan penyimpangan itu menyebut adanya sejumlah kejanggalan dalam proses distribusi kuota maupun tata laksana penyelenggaraan ibadah haji, termasuk dalam pemilihan mitra kerja biro perjalanan dan penerima manfaat kuota tambahan.

Laporan-laporan dari DPR, hasil audit sementara BPK, serta pengembangan penyidikan KPK menjadi dasar semakin kuatnya dugaan praktik korupsi dalam proses yang seharusnya berjalan transparan dan berbasis pelayanan publik ini. Selain kerugian materiil, kasus ini disebut juga telah mencederai kepercayaan masyarakat, khususnya calon jemaah haji, terhadap integritas penyelenggaraan ibadah yang bersifat spiritual dan nasional tersebut.

Meski telah menetapkan dua tersangka utama, KPK menyatakan penyidikan masih akan terus berkembang. Fokus selanjutnya termasuk kemungkinan peran lebih luas dari pihak biro haji swasta, pejabat di lingkungan Kementerian Agama, serta perantara yang mungkin terlibat dalam manipulasi proses alokasi kuota dan pemanfaatan dana penyelenggaraan.

Penanganan kasus ini juga menjadi ujian baru terhadap upaya pemberantasan korupsi di sektor pelayanan publik, yang pada dasarnya menyentuh hak-hak dasar masyarakat. KPK menegaskan akan terus mendalami aliran dana, proses distribusi kuota, serta penentuan kebijakan internal yang diduga melenceng dari ketentuan hukum yang berlaku.

Yaqut dan Ishfah hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait penetapan status tersangka tersebut. Langkah hukum lanjutan setelah penetapan akan mencakup pemanggilan saksi tambahan, pemeriksaan digital forensik, serta penyusunan berkas dakwaan jika alat bukti dianggap telah mencukupi.

Penegakan hukum dalam kasus ini diharapkan tidak hanya memberi efek jera, tetapi juga menciptakan preseden baru dalam penataan kembali tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang bebas dari praktik transaksional dan politik kepentingan. (*)

Berita Terkait

Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan Rp7,6 Miliar di Simeulue Diserahkan ke Kejaksaan, Kerugian Negara Rp851 Juta
Mantan Direktur Bumdesma Pintu Rime Gayo Divonis 5,5 Tahun, Dana Desa 23 Kampung Raib untuk Proyek SPBU
Adik Jenderal Bintang Tiga Tak Kebal Hukum: Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Resmi Ditahan Kasus Pungli PBG dan TPPU
Jadi Tersangka Korupsi CSR BI Rp 28 Miliar Tak Ditahan, Dua Anggota DPR Malah Melenggang Lagi ke Senayan
Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana KONI dan Aset PON XXI Aceh Menguak Borok Tata Kelola Rp 165 Miliar
Lingkaran Setan Politik Berbiaya Tinggi: Saat Jabatan Publik Jadi Mesin Pelunasan Utang
Runtuhnya Integritas Kepala Daerah: Pemecatan Bupati Gowa dan Penangkapan Bupati Klaten oleh KPK
Hercules Akui Terima Rp800 Juta dari Pengacara Summarecon, Berdalih Hati Nurani Saat Serahkan ke KPK

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru