Jakarta Baranewsaceh.co – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia atas kepedulian dan komitmennya dalam menyukseskan program Revitalisasi Bahasa Daerah tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah, khususnya Bahasa Gayo, sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.
Piagam penghargaan diserahkan di Gedung Garuda Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026). Mewakili Bupati Gayo Lues, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Gayo Lues, Syamsul Bahri, S.Pd., M.AP menerima langsung penghargaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Syamsul Bahri mengatakan, penghargaan yang diterima tahun ini menjadi yang kedua kalinya diraih Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, setelah sebelumnya memperoleh penghargaan serupa pada tahun 2023.
“Penghargaan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap komitmen daerah dalam menjaga keberlangsungan bahasa ibu. Kami berharap masyarakat semakin peduli dan bangga menggunakan Bahasa Gayo dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat dihubungi media ini.
Menurutnya, revitalisasi bahasa daerah tidak hanya sebatas program seremonial, tetapi menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
Ia juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan lanjutan melalui sharing anggaran dari APBN guna memperkuat program Revitalisasi Bahasa Daerah di masa mendatang.
Selain itu, Syamsul Bahri menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Aceh yang selama ini aktif mendampingi pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah di Aceh, khususnya Bahasa Gayo.
“Semoga program ini terus berjalan secara berkelanjutan demi menjaga kelestarian Bahasa Gayo yang kini menghadapi tantangan serius akibat semakin berkurangnya penggunaan di kalangan generasi muda,” katanya.
Program Revitalisasi Bahasa Daerah sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melindungi bahasa ibu sebagai kekayaan budaya nasional sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi. (Dani)
































































