Pelarian yang Berakhir di Perkebunan: Rajali, Narapidana Kabur dari Rutan Aceh Singkil, Ditemukan dalam Kondisi Lemas

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 8 Juni 2025 - 13:05 WIB

50639 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil – Minggu, 8 Juni 2025 |  Setelah tiga hari pelarian yang menegangkan, aparat gabungan yang terdiri dari petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Aceh Singkil, TNI, Polri, dan warga setempat akhirnya berhasil membekuk satu dari empat narapidana yang sempat mengguncang wilayah tersebut dengan aksi kabur mereka. Rajali (34), satu dari para napi yang nekat melarikan diri pada Kamis dini hari (5/6), ditemukan dalam kondisi sangat lemas di tengah kebun kelapa sawit milik seorang warga, H. Rizal, di Desa Pea Bumbung.

Kondisi Rajali saat ditemukan memprihatinkan. Ia tergeletak tak berdaya di bawah pohon sawit, tubuhnya kurus dan tampak dehidrasi. Kuat dugaan ia tidak mendapatkan makanan maupun air yang cukup selama masa pelariannya di hutan dan perkebunan.

Penangkapan Rajali bermula dari operasi penyisiran intensif yang dilakukan oleh tim gabungan. Setelah menerima informasi dari seorang warga yang melihat sosok mencurigakan di kawasan kebun, tim segera memperluas area pencarian. Dalam operasi yang berlangsung sejak pagi buta itu, petugas bersama warga menyusuri kebun sawit yang menjadi lokasi persembunyian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat kami sedang menyisir, tiba-tiba salah seorang dari kami melihat seseorang terbaring di bawah pohon. Setelah didekati, ternyata benar itu Rajali,” ujar salah satu warga yang ikut dalam operasi tersebut.

Tanpa perlawanan, Rajali langsung diamankan. Dalam kondisi tubuh yang nyaris tak sanggup berdiri, ia diangkat menggunakan tandu darurat dan dibawa ke jalan utama. Petugas kemudian mengevakuasinya menggunakan mobil dinas lapas untuk dibawa kembali ke dalam pengawasan Rutan Kelas IIB Aceh Singkil.

Aksi kaburnya Rajali dan tiga rekannya dari dalam Rutan Kelas IIB Aceh Singkil terjadi secara tiba-tiba pada Kamis dini hari. Informasi pelarian ini langsung mengundang reaksi cepat dari pihak lapas yang langsung menghubungi Polsek dan Koramil untuk melancarkan pencarian.

Hasil koordinasi cepat itu membuahkan strategi pengejaran sistematis, di mana sejumlah titik dicurigai menjadi jalur pelarian atau tempat persembunyian para napi. Salah satu titik fokus adalah Desa Pea Bumbung, yang terletak tidak jauh dari rutan, dan memiliki area perkebunan luas yang dapat digunakan sebagai tempat bersembunyi.

Informasi dari warga yang melihat gerak-gerik mencurigakan menjadi titik terang bagi aparat. Operasi yang dimulai sejak Jumat (7/6) terus berlanjut hingga Minggu pagi, dan akhirnya berhasil menangkap Rajali.

Meski penangkapan Rajali menjadi pencapaian penting, pihak berwenang menyatakan bahwa misi mereka masih jauh dari selesai. Tiga narapidana lainnya masih berada dalam pelarian dan dianggap berpotensi berbahaya.

“Kami mengapresiasi partisipasi aktif warga dan sinergi aparat di lapangan. Tapi kami juga minta masyarakat tetap waspada, karena tiga lainnya masih dalam pengejaran,” ujar seorang pejabat lapas.

Pihak lapas dan aparat penegak hukum mengimbau warga untuk segera melapor jika melihat individu yang mencurigakan atau mengetahui informasi mengenai keberadaan para napi yang masih buron. Keamanan desa dan wilayah sekitarnya menjadi prioritas utama.

Kasus kaburnya empat narapidana ini menjadi tamparan keras bagi sistem pengamanan Rutan Aceh Singkil. Pihak rutan dikabarkan tengah melakukan evaluasi internal menyeluruh guna memastikan insiden serupa tidak terjadi di masa mendatang.

Peningkatan pengamanan fisik rutan, serta pengawasan terhadap narapidana yang memiliki catatan khusus, menjadi fokus pembenahan yang mendesak. Diharapkan, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh lembaga pemasyarakatan di Indonesia, khususnya yang berada di daerah-daerah perbatasan dan minim sumber daya. (*)

Berita Terkait

Polsek Singkil Tunjukkan Aksi Sigap dan Humanis Bantu Warga di Jalan Terputus Akibat Banjir
Viral Kisah Wanita Aceh Singkil Diceraikan Dua Hari Sebelum Suami Terima SK PPPK
Dinsos Aceh Bekali TKSK Aceh Singkil untuk Kawal Program Usaha Ekonomi Produktif
Dinas Sosial Aceh Dorong Transformasi Ekonomi Lewat UEP di Aceh Singkil
Syarifuddin Bancin Terpilih Aklamasi Pimpin Apkasindo Aceh Singkil 2025–2030
Kapolres Aceh Singkil dan Ketua Bhayangkari Kunjungi Polsek Simpang Kanan, Tekankan Sinergi dan Ketertiban Lalu Lintas
Bupati Aceh Singkil Diminta Copot Kadis Disperindag dan UKM
Kejaksaan Aceh Singkil Diminta Usut Dugaan Ketidakadilan di Baitul Mal

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:46 WIB

22 Hari Paska Banjir Aceh : DPD PDIP Aceh Gelar Pengobatan Gratis Ringankan Beban Korban Banjir Aceh Tamiang

Sabtu, 13 Desember 2025 - 22:25 WIB

Bea Cukai Langsa Terus Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Jalan Berlumpur Hambat Akses

Jumat, 12 Desember 2025 - 03:46 WIB

Bea Cukai Langsa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Kamis, 11 Desember 2025 - 00:40 WIB

Kepala KPH Wilayah IX Aceh, Irwandi, SP, MP, Memimpin Langsung Upaya Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

Jumat, 5 Desember 2025 - 01:22 WIB

DPD PDI Perjuangan Aceh Distribusikan Bantuan Hingga Subuh di Aceh Tamiang Meski Akses Terputus

Kamis, 4 Desember 2025 - 18:19 WIB

Menko Polkam Kirim Bantuan Darurat untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:41 WIB

Alumni Akpol 96 Bersama Bhayangkari Aceh Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Aceh Tamiang

Kamis, 6 November 2025 - 16:35 WIB

KETUA GERIDRA ACEH H.FADHLULLAH,SE PANEN RAYA PADI TRISAKTI 75 HARI (HST) TANPA KIMIA MEGUNAKAN PUPUK CAIR P 2000 Z

Berita Terbaru

BENER MERIAH

Kementan Fasilitasi Hasil Pertanian Bener Meriah Lewat Udara

Rabu, 17 Des 2025 - 13:36 WIB