Bener Meriah. Baranewsaceh.co –
Pasca di tetapkannya Penyerahan murid ku tengku guru sebagai warisan budaya tak benda asal kabupaten Bener Meriah. Sejumlah sekolah di kabupaten Bener Meriah mulai menerapkan prosesi adat tersebut dalam rangka menyambut kehadiran siswa baru, khususnya kelas VII, tahun ajaran 2026/2027.
Mengawali kegiatan tersebut tahun ini. SMP Negeri 1 Bukit langsung tancap gas dengan menghadirkan ratusan orang tua atau wali guna mengikuti prosesi adat tersebut, yang di gelar di halaman sekolah SMP Negeri 1 Bukit. Kamis (16/7/2026).
Maestro bahasa dan budaya Gayo Turham. Ag dalam penuturannya menyebutkan sejumlah simbol adat yang turut serta diserahkan berupa simbol adat yang melengkapi kehadiran siswa di sekolah tersebut.
Menurut Turham atau yang akarab di sapa Aman Melan. Pertama ada beras seukuran dua liter atau segantang. Ini melambangkan bahwa guru juga butuh kesejahteraan. Alhamdulillah saat ini, pemerintah telah berperan dengan mengangkat para guru menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Artinya di bidang kesejahteraan guru, pemerintah telah berperan dengan memberikan gaji dan tunjangan.
Kemudian ada “Ipil” yakni rotan yang pada ujungnya di belah empat. ini adalah bentuk kepercayaan yang di berikan kepada guru dalam hal memantik disiplin. Selanjutnya ada sehelai kain putih yang bermakna anak yang diserahkan adalah warna yang polos dan harus di beri warna dengan ilmu pengetahuan.
Begitu juga dengan keberadaan uang logam, hal ini menggambarkan penyertaan biaya pendidikan dari orang tua. Artinya tidak semua biaya pendidikan harus di bebankan pada dana BOS.
Berikutnya Jarum betelenting yakni Jarung yang telah pasangi benang. Ini melambangkan ikatan dalam rajutan silaturahmi antara orang tua dan guru.
Terakhir ada sepiring pulut yang menggambarkan harmonisasi dan kedekatan antara guru dan wali, sesuai tekstur pulut yang merekat. Tutupnya.
Mewakili para wali. Jamaluddi (40) salah seorang wali, kemudian menyerahkan siswa baru dengan menggunakan bahasa adat dan di terima langsung oleh Kepala Sekolah, dalam hal ini di wakili oleh Hasmah. S.Pd, salah seorang guru senior di SMP Negeri 1 Bukit.
Selain itu, prosesi adat penyerahan murid ku tengku guru juga di hadiri oleh Staf ahli Bupati Bener Meriah. Muhammad Jafar. SH, MH. kepala dinas Pendidikan melalui bidang kebudayaan, perwakilan camat, Babinsah dan Babinkamtibmas setempat.
Mewakili Bupati Bener Meriah. Staf ahli Muhammad Jafar. SH. MH, mengatakan. Momen sakral penyerahan murid ku Tengku Guru merupakan bentuk kearifan lokal yang harus di pertahankan. Karena ini merupakan tanggung jawab mutlak antara orang tua sebagai wali dan guru sebagai tenaga pendidik. Ungkap Jafar. Semoga kedepan tradisi budaya dataran tinggi Gayo ini terus di pertahankan, mengingat hal ini sangat positip perkembangan dunia pendidikan kedepan. Pungkasnya. (Dani)









































