GAYO LUES. BARANEWS – Pemadaman listrik yang berulang di Kabupaten Gayo Lues kembali memicu keluhan masyarakat. Gangguan yang terjadi terutama pada waktu beban puncak, yakni selepas Magrib dan menjelang Subuh, dinilai telah mengganggu aktivitas ibadah, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari. Selasa. (11 Agustus 2026).
Sejumlah warga mengaku pemadaman pada jam-jam tersebut sangat menyulitkan. Anak-anak harus bersiap berangkat ke sekolah dalam kondisi gelap, sementara sebagian keluarga tidak sempat menyiapkan makanan karena aliran listrik tiba-tiba terputus. Bagi masyarakat, kondisi ini bukan lagi persoalan baru, melainkan masalah yang terus berulang tanpa penyelesaian yang benar-benar tuntas.
Kepala Cabang PLN Blangkejeren, Isnan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan adanya gangguan pada sistem kelistrikan. Menurutnya, pemadaman terjadi karena salah satu mesin mengalami kerusakan sehingga pasokan listrik berada dalam kondisi arus defisit.
“Akibat salah satu mesin rusak sehingga kita mengalami arus defisit. Listrik akan padam pada saat beban puncak, yakni setelah Magrib dan menjelang Subuh. Saat ini kami sedang berupaya memperbaiki mesin yang rusak dan kami juga sudah mengusulkan pembelian alat serta mesin baru sebagai pembaruan untuk PLN Cabang Blangkejeren, Gayo Lues, ke depan,” ujar Isnan.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penjelasan atas pemadaman bergilir yang belakangan semakin sering dirasakan masyarakat. Meski demikian, warga berharap upaya perbaikan tidak berhenti pada penanganan sementara, melainkan diwujudkan melalui pembaruan mesin dan penguatan infrastruktur kelistrikan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Masyarakat menilai kebutuhan listrik di Gayo Lues terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, ketersediaan mesin pembangkit dan peralatan pendukung yang andal menjadi kebutuhan mendesak. Warga juga menyoroti bahwa sebagian besar pelanggan di Gayo Lues menggunakan sistem listrik prabayar, sehingga mereka berharap pelayanan yang diterima sebanding dengan kewajiban yang telah dipenuhi.
Harapan kini tertuju kepada PLN bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar usulan pembaruan mesin serta pengadaan peralatan baru dapat segera direalisasikan. Bagi masyarakat Gayo Lues, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi menjadi penopang utama aktivitas pendidikan, pelayanan publik, perekonomian, dan kehidupan sehari-hari. Tanpa pembenahan yang nyata, pemadaman saat beban puncak dikhawatirkan akan terus menjadi persoalan yang berulang. (J.Porang)




































