Listrik Gayo Lues Berulang Kali Padam, Alarm Keras atas Rapuhnya Infrastruktur Kelistrikan

J.PORANG

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:32 WIB

50344 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues. Baranews – Pemadaman listrik yang kembali terjadi di Kabupaten Gayo Lues bukan lagi sekadar gangguan teknis sesaat. Peristiwa yang berulang, terutama pada jam beban puncak setelah Magrib dan menjelang Subuh, telah berubah menjadi persoalan pelayanan publik yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Aktivitas ibadah terganggu, anak-anak kesulitan bersiap ke sekolah, pelaku usaha kehilangan waktu produktif, hingga pelayanan masyarakat ikut terdampak. Selasa. (11/08/2026).

Yang membuat persoalan ini semakin memprihatinkan adalah pengakuan resmi dari Kepala Cabang PLN Blangkejeren, Isnan, bahwa salah satu mesin mengalami kerusakan sehingga sistem kelistrikan berada dalam kondisi arus defisit. Ia juga menyampaikan PLN sedang melakukan perbaikan dan telah mengusulkan pembelian mesin serta peralatan baru untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di masa mendatang.

Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan yang lebih besar. Jika kebutuhan pembaruan mesin memang sudah diketahui, mengapa kondisi itu baru menjadi perhatian setelah masyarakat berkali-kali merasakan pemadaman? Dalam pengelolaan infrastruktur vital, pembaruan aset seharusnya dilakukan melalui perencanaan jangka panjang sebelum kerusakan mengganggu pelayanan, bukan setelah kapasitas sistem tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arus defisit pada saat beban puncak menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara kemampuan pasokan dan kebutuhan listrik. Kondisi seperti ini umumnya menjadi indikator bahwa kapasitas pembangkit atau sistem pendukung sudah berada di bawah tekanan. Ketika satu mesin mengalami gangguan, cadangan daya tidak lagi cukup menopang kebutuhan sehingga pemadaman menjadi pilihan untuk menjaga kestabilan sistem. Dari sudut pandang pelayanan publik, situasi tersebut menunjukkan pentingnya investasi berkelanjutan terhadap infrastruktur kelistrikan agar tidak bergantung pada peralatan yang semakin menua.

Di sisi lain, masyarakat menilai kualitas pelayanan seharusnya terus meningkat seiring tingginya kepatuhan pelanggan. Mayoritas pelanggan di Gayo Lues menggunakan sistem listrik prabayar yang mengharuskan pembayaran dilakukan sebelum listrik digunakan. Harapan masyarakat pun sederhana, yakni memperoleh pasokan listrik yang lebih andal dan gangguan yang dapat diminimalkan melalui perencanaan teknis yang matang.

Wilayah Kabupaten Gayo Lues yang memiliki karakter geografis pegunungan memang menghadapi tantangan tersendiri dalam penyediaan listrik. Namun tantangan tersebut justru menuntut adanya kebijakan yang lebih serius dalam memperkuat sistem kelistrikan, baik melalui pengadaan mesin baru, peningkatan jaringan distribusi, maupun penyediaan cadangan daya yang memadai. Tanpa langkah tersebut, gangguan serupa berpotensi terus berulang setiap kali beban listrik meningkat.

Kini masyarakat menunggu lebih dari sekadar penjelasan. Yang dibutuhkan adalah kepastian mengenai kapan pembaruan mesin direalisasikan, bagaimana strategi PLN mengatasi defisit daya, serta sejauh mana dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat sistem kelistrikan di Gayo Lues. Listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang pendidikan, layanan kesehatan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial. Karena itu, pemadaman yang terus berulang tidak semestinya dipandang sebagai persoalan rutin, melainkan sebagai alarm keras bahwa infrastruktur kelistrikan membutuhkan perhatian dan pembenahan yang lebih serius. (J. Porang) 

Berita Terkait

7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Camat Lamba Leda Utara Minta Maaf pada BNPB, Luruskan Polemik Bantuan Gempa NTT
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Tak Ada Kata Selamat Tinggal, Teuku Andie Pergi Setelah Hampir Satu Dekade Tanpa Kabar
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 02:32 WIB

Ada Upaya Pecah Belah Pendukung Prabowo-Gibran Usai Demo Agustus Dua Ribu Dua Puluh Enam

Rabu, 2 September 2026 - 02:28 WIB

Ubedilah Badrun Tegaskan Demo 27 Agustus Cermin Kegelisahan dan Kemarahan Publik pada Korupsi

Rabu, 2 September 2026 - 02:25 WIB

Bakom Minta Publik Percayakan Proses Hukum dalam Kasus Kematian Penjual Cermin di Pejompongan

Rabu, 2 September 2026 - 02:17 WIB

Praktisi Hukum Tegaskan Penanganan Kamtibmas Adalah Kewenangan Polisi, Bukan Ormas

Rabu, 2 September 2026 - 02:07 WIB

Mutasi Polri, Kombes Carlie Syahputra Bustamam Jabat Kabid Propam Polda Aceh

Selasa, 1 September 2026 - 19:20 WIB

Pengamat Hukum: Pelibatan Ormas Bubarkan Massa Aksi Langgar Konstitusi dan Ancam Demokrasi

Selasa, 1 September 2026 - 19:11 WIB

Negara Kembali Kuasai 111,71 Hektar Lahan Konservasi di Tahura Bukit Soeharto

Selasa, 1 September 2026 - 19:07 WIB

Petisi Pembubaran GRIB Jaya Muncul di Tengah Sorotan Aksi Kekerasan Pascademo DPR

Berita Terbaru