Oleh : Mahasiswa Magang perpustakaan museum Aceh – Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar – Raniry
Banda Aceh – Puluhan siswa dari MAN 5 Aceh Besar melakukan kunjungan edukatif ke Perpustakaan Museum Aceh pada tanggal 11 agustus 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk bisa meningkatkan literasi siswa sekaligus mengenalkan sejarah dan budaya Aceh secara langsung ke siswa melalui koleksi buku dan museum.
Setiba di Lokasi kami menyambut siswa MAN 5 Aceh Besar dan memberikan orientasi singkat tentang fungsi dan peran Perpustakaan Museum Aceh.

Dalam sesi orientasi, pustakawan Perpustakaan Museum Aceh ikut memberikan paparan mengenai fungsi perpustakaan museum aceh sebagai perpustakaan khusus yang menyediakan koleksi buku dan referensi dari berbagai cabang ilmu yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Aceh. Selain itu, perpustakaan ini juga berperan sebagai wadah bagi pemustaka (pengunjung) untuk mencari sumber informasi dan referensi guna memenuhi kebutuhan informasi mereka.
Kami juga menyampaikan tata tertib umum yang harus dipatuhi pengunjung, seperti memperhatikan jam buka Perpustakaan Museum Aceh (08.00 -16.45), meletakkan tas pada tempat yang telah ditentukan, juga menjaga kebersihan dan ketertiban selama berada di dalam perpustakaan.

Pustakawan menekankan hubungan erat antara koleksi buku dan benda-benda sejarah di museum “Perpustakaan ini bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga jembatan untuk memahami benda-benda sejarah yang ada di museum,” ujar salah satu mahasiswa magang. Melalui buku-buku yang tersedia, siswa dapat memperdalam pengetahuan tentang sejarah dan budaya Aceh yang kemudian dapat dikaitkan langsung dengan benda-benda koleksi museum yang mereka lihat diruang pamer Museum Aceh.
Setelah orientasi, siswa langsung diajak mengenal koleksi buku yang ada di Perpustakaan Museum Aceh. Mereka diperkenalkan pada buku-buku tentang sejarah Aceh, budaya Aceh, hikayat, dan buku tertiban museum.. Di sela-sela itu, juga ada siswa berfoto bersama di antara rak-rak buku yang rapi, jadi momen seru sekaligus kenangan belajar di luar kelas.
Selama kegiatan, kami ikut mendampingi siswa yang butuh informasi untuk tugas sekolah. Banyak siswa yang bertanya tentang Rumoh Aceh, adat istiadat, dan tradisi lokal.
Kunjungan ini dapat menjadi sebuah pengalaman belajar di luar kelas yang menyenangkan bagi siswa. siswa bisa langsung menglihat langsung bukti Sejarah Aceh.Perpustakaan museum berperan sebagai jembatan antara literasi dan pelestarian budaya. (*)




































